ROMA (Seri Love in The City)

08:57 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb:

Chalinda Noemi.
Sejak awal, aku tidak yakin  bisa merestui pernikahan Mama dengan Terezio Lambardi, seorang pria berkebangsaan Italia. Tapi, demi kebahagiaan Mama, haruskah aku tetap bersikap egois? Aku ingin Mama bahagia. Mengiyakan rencana pernikahan yang akan berlangsung di Roma -- dan mau tidak mau membawaku serta ke Kota Abadi itu.

Maurizio Folliero.
Sejak awal, gadis itu tidak menyenangkan. Dingin dan menjaga jarak. Sialnya, aku memerlukan bantuannya untuk membebaskanku dari hukuman yang diberikan orangtuakku. Yang benar saja, aku kan bukan anak kecil lagi. Bersama dengannya ke Ostia Lido, memulai segalanya. Ternyata gadis itu memerlukan pertolongan.

Ryan Watkins.
Sejak awal, gadis itu terlihat murung. Kakinya terluka karena menubruk tubuhku. Aku ingin menolongnya. Bukan hanya karena kakinya yang terkilir, tapi karena mendung yang membayangi wajahnya.

***


Judul: Roma (Seri Love in The City)
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: 2016
ISBN: 978-602-375-653-7

***

Roma, siapa yang tak tahu kota terkenal di negara Italia ini?
Roma menjadi latar tempat dalam salah satu serial novel Love in The City, sekaligus menjadi judul buku ini. Dari beberapa buku lainnya, saya kemarin memilih membaca novel ini sebetulnya karena tipis. Sekitar 200 halaman. Jadi, saya pikir cocok lah buat mengisi waktu luang.

Membaca buku ini membuatku ingin makan pizza, ingin ke pantai menikmati birunya laut dan langit.
Buku ini juga membuatku membayangkan Italia dengan semua tempatnya yang Roma banget!
Kafe-kafe dengan makanan khas Italia-nya.. tempat-tempat bersejarahnya duh.. Selain itu, ada banyak deskripsi tempat di Roma yang digambarkan dalam buku ini. Banyak juga disebutkan tokoh-tokoh terkenal dari tempat-tempat bersejarah di Roma. Cuma memang, pendeskripsiannya hanya singkat. Kita tidak akan bisa membayangkan tempat dalam novel itu secara detail.

Sayang sekali novel berjudul "Roma" yang saya pikir bakalan bercerita tentang kisah cinta yang sweet tidak saya temukan dalam buku ini. Di blurb belakang novel ada tiga tokoh yang diceritakan. Saya pikir bakalan jadi cinta segitiga atau apaaa gitu. Ternyata kisah cinta di novel ini tipis sekali.

Mengapa tipis?

Saya malah merasa ini seperti petualangan Chal di Roma. Bukan kisah cintanya. Lagi pula, kisah cintanya lebih menonjol ke kisah cinta mamanya dengan pria Italia yang tidak direstui Chal. Padahal sebetulnya kisah Chal dan Maurizio bisa dieksplor lebih jauh.

Lalu, buat apa nama Ryan Watkins muncul di blurb? Saya pikir dia bakal ikut dalam tokoh utama atau setidaknya punya banyak peran dalam kisah Chal. Ternyata tidak. Ryan Watkins bahkan hanya muncul tiga kali.. malah lebih banyak muncul calon yang akan dinikahi Mamanya Chal. Kasihan Ryan Watkins :( sepertinya dia pria baik.

Saya juga merasa banyak yang ter-skip dari cerita. Seperti ketika ____ (ah saya lupa siapa namanya saking Italianya. wkwk) mengatakan suatu hal kepada Maurizio tentang teman ayahnya. Pertanyaan saya adalah, bagaimana orang itu bisa tau tentang hal itu? Tidak ada keterangan mengenai hal itu.
Cerita dalam novel ini memang terasa melompat-lompat.

Hmm...Apakah cuma saya yang merasa cerita ini agak terburu-buru dan dipaksakan? Seperti banyak sekali bagian cerita ini yang menggantung, belum selesai, tapi kemudian sudah berganti ke cerita lain. Sebetulnya saya pengen liat Maurizio jalan-jalan sama Chal di Roma,ke tempat-tempat yang Roma banget. Biar kesan Roma-nya itu lebih kuat gitu. Setidaknya sebelum Chal pulang ke Indonesia, dia sempat dibuatkan scene jalan-jalan bareng jadi "kisah cinta"-nya tuh dapet. Sayang nggak ada :(

Lalu, ada beberapa typo yang saya temukan.. tapi, yah.. tidak terlalu mengganggu sih.
Selain itu ada bagian yang tidak sinkron juga. Di halaman 17, disebutkan bahwa adik Maurizio yang bernama Magdalena adalah calon arsitektur. Namun, di halaman 70, dijelaskan kalau Magdalena kuliah keperawatan. Nggak sinkron kan?
Meskipun bukan tokoh penting, tapi menurut saya hal kecil seperti itu juga perlu diperhatikan.

Untuk novel ini, saya cuma bisa kasih ★★ :( hanya karena menggunakan Roma sebagai setting-nya dan memberikan sedikit gambaran mengenai kota ini,yang sekarang membuat saya pengen gelato :p


0 komentar:

A Thousand Miles in Broken Slippers

22:31 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb:

Aku dilahirkan di Bolinao, Filipina, di tengah keluarga miskin. Ayah hanya pekerja serabutan, sedangkan Ibu tukang cuci dan pedagang asongan. Sementara sejak berumur delapan tahun, aku sudah jadi pemulung dan tukang bersih bus antarkota. 

Masa kecilku getir dan sulit. Bukan hanya disebabkan kemiskinan yang melilit, namun karena kebencian dan penolakan yang dilontarkan dunia padaku. Termasuk oleh kakak-kakakku, yang membenciku karena ayah mereka sangat menyayangiku. Ya, "ayah mereka", kataku, karena aku ini anak dari hubungan di luar pernikahan. 

Tapi justru ayah tiriku itulah yang menjadi penyelamatku. Ia obat bagi setiap lukaku. Ia membentukku dengan nasihatnya, mencintaiku sepenuh jiwanya. Dialah yang membuatku terus berjuang menjadi murid terpandai di sekolah, merebut medali demi medali, meski ke mana pun aku pergi, kakiku hanya beralas sandal jepit yang menipis digerus langkah. 

Tapi seperti kata Ayah, "Jangan biarkan sandal jepitmu menjadi jati dirimu." 

Maka aku percaya, tak ada satu pun yang tak dapat kucapai, meski kakiku hanya beralaskan sandal jepit usang.

***


Judul: A Thousand Miles in Broken Slippers
Leo Consul's Life Story
Diceritakan oleh: Rosi L. Simamora
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Januari 2016
ISBN: 9786020319780

***

Review Novel Biografi Leo Consul: A Thousand Miles in Broken Slippers
Judul dan sampul ini begitu menggoda dan seperti melambai-lambai minta dibaca. Sejak pertama membaca judul novel ini, "A Thousand Miles in Broken Slippers", entah mengapa saya teringat novel "The Kite Runner"-nya Khalid Hossaeni. Novel sebuah perjalanan hidup yang mengharukan dan penuh perjuangan. Maka seperti itu pula saya membayangkan novel ini.

Jujur, ini adalah kali pertama saya membaca nama "Leo Consul". Jadi, melihat tulisan "Leo Consul's Life Story" di sampul, sebetulnya saya nggak ngerti dia ini siapa. Saya cuma berpikir, jika kisah hidupnya sampai diceritakan, dibukukan, pasti ada suatu hal yang luar biasa dalam hidupnya. Saya sengaja tidak mencari tahu siapa itu Leo Consul. Saya lebih tertarik untuk membaca kisah hidupnya.

Buku ini menceritakan setiap potong kehidupan seorang anak bernama Leo Consul, yang berjuang mati-matian untuk bisa terus bersekolah dan melanjutkan mimpinya meskipun pahitnya hidup harus berkali-kali ia hadapi. Jatuh bangun demi menggapai apa yang telah ada di benaknya sejak kecil. Bersama dengan pesan-pesan dan kasih sayang ayah, ia terus bangkit hingga akhirnya pun ia kini berhasil.
"Karena... orang-orang seperti aku, yang harus berjuang sekuat tenaga demi memenangkan secuil kesempatan, demi didengar dan dilihat, adalah justru para pemburu setia ketidakmungkinan?" - hal 8
Ditulis dengan sudut pandang Leo Consul, dalam buku ini terdapat potongan-potongan kisah hidupnya yang menurut saya paling berkesan, paling ia ingat. Apa yang ia rasakan, apa yang ia lakukan. Cerita memang tidak dituliskan secara urut, namun meloncat-loncat. Meskipun terkadang membuat saya kehilangan arah kira-kira pada usia berapa Leo Consul saat itu, tapi tidak masalah. Saya tetap bisa memahami cerita.

Perjuangan hidup Leo, yang demi mimpinya ia berusaha melewati batas-batasnya, layak menjadi contoh bagi anak muda jaman sekarang. Pantang menyerah dan tekun. Saya salut sekali dengan perjuangannya. Kisah hidup yang penuh perjuangan selalu saja menyentuh hati dengan mudah.

Kasih sayang ayah Leo juga membuat saya begitu terharu. Selalu memberikan semangat yang memnciptakan harapan bagi Leo. Membaca kisah ini, saya lihat ayah Leo sangat berperan dalam kesuksesan hidupnya. Betapa Leo terlihat meletakkan Ayah sebagai figur yang penting dalam hidupnya. Banyak sekali pesan-pesan ayah Leo yang diceritakan dalam kisah ini. Bahkan, pesan-pesan ini mengawali tiap bab baru yang disandingkan dengan sebuah ilustrasi.

Ini salah satu kutipan pesan ayah Leo:
Secara keseluruhan, kisah ini diceritakan dengan sangat bagus. Salah ketik sepertinya tidak ada, secara penutur kisah ini dulu adalah seorang editor :D Hanya saja ada beberapa bagian cerita yang hampir seperti diulang, dengan kalimat yang persis sepertinya. Entah ini sebuah kesengajaan atau tidak, tapi saya lebih menyukai bila tidak ada pengulangan bagian cerita.

Sarat emosi dan inspiratif, dari saya ★★★★ untuk buku ini.

Oya, jadi setelah saya selesai baca buku ini, baru saya googling siapa sih Leo Consul ini. Ternyata oh ternyata, dia ini yang sering muncul di tv. Memang sih dalam kisahnya ada bagian tentang perjuangannya masuk dunia entertain. Tapi saya bener nggak nyangka Leo Consul dalam buku ini adalah orang yang sama. Saya tau orangnya tapi saya baru tau ini kalau namanya Leo Consul. Maafkan saya, bang :p

Last, doa saya untukmu Bang, semoga sukses selalu :)


"Tidak ada yang namanya pilihan salah ataupun benar. 
Setiap pilihan membawa kita ke sesuatu yang akan menggugah atau mematahkan kita. Yang terpenting adalah, kita tahu cara untuk bangkit kembali setiap kali kita terjatuh."
(Leo Consul)

0 komentar: