No One But You

09:29 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Seharusnya Alexa bahagia. Impian menjadi rising star terwujud. Ditambah limpahan cinta Juna yang menjadikannya istimewa. Namun, hati Alexa tetap gersang, tanpa Arya di sisinya.

Juna tahu dirinya mennyedihkan. Mencintai wanita yang mencintai pria lain. Tetapi Juna memutuskan bertahan hingga titik penghabisan.


Arya sadar pernikahannya dengan Winona rapuh. Perlakuan Winona yang bossy dan merendahkan Arya, membuat pria itu tidak sanggup bertahan. Hingga Arya memutuskan bercerai lalu menghilang.


Situasi makin rumit dengan hilangnya Arya. Dalam pelarian, Arya bertemu Rena. Alexa putus dari Juna. Juna menyimpan cinta Alexa. Bagaimana kisah ketiganya berakhir?


***


Judul buku: No One But You
Penulis: Angelique Puspadewi
Penerbit: Nulisbuku.com
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 301

***


Review novel No One But You

Hai, teman-teman. Masih ingat dengan Arya, Juna, dan Alexa dari novel The Rising Star?
Yang sudah baca pasti penasaran kan bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka?
Saya sendiri belum puas sebetulnya dengan ending novel The Rising Star. Untungnya mba Angel ini melanjutkan kisah mereka di novel No One But You.

Masih dengan pemain yang sama, Han Hyo Joo sebagai Alexa, Ahn Jae Hyun sebagai Juna, dan Kang Ji Hwan sebagai Arya, mewarnai kisah cinta segitiga dalam novel ini. Yah, kalau artisnya begini saya lebih milih Alexa sama Arya sih.. tapi dari alur cerita, saya pengen banget Alexa berakhir dengan Juna. *ini kok malah jadi kayak mbahas drama Korea ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Nah, apakah teman-teman sudah membaca blurb novel yang sudah saya tulis di atas? 
Kemarin, sebelum saya membaca novel ini, saya baca blurbnya lebih dulu. Daaan.. blurbnya berhasil membuat saya penasaran bagaimana kelanjutan kisah Juna-Alexa-Arya! Sepertinya kisah mereka akan jadi lebih rumit. Nggak sabar pengen tau isinya, langsung buka bukunya saja yuk.

Buku ini lumayan tebal, 300an halaman. Waktu saya buka bukunya, waw, hurufnya kecil-kecil πŸ˜ƒ Ini pasti panjang ceritanya. Dan ya, nggak cukup sekali pegang buku ini ternyata.

Dilihat dari sudut pandang penulisan novel, novel No One But You ditulis menggunakan sudut pandang dari ketiga tokoh utamanya, Alexa, Juna, dan Arya. Tentu saja penggunaan sudut pandang ini sangat membantu kita dalam memahami apa sih yang dipikirkan para tokoh. Pergantian P.O.V tokoh ini cukup cepat sebetulnya. Kita akan seperti diajak melompat dari satu pikiran ke pikiran yang lain dalam satu waktu.

Novel ini betul-betul lanjutan dari The Rising Star. Maksud saya, sangat direkomendasikan membaca The Rising Star dulu sebelum membaca novel No One But You. Kenapa? Karena di bagian awal novel ini sudah menceritakan kedilemaan rasa cinta dari tokoh-tokohnya. Jadi pembaca akan lebih nyambung kalo membaca novel sebelumnya.

Meskipun lanjutan The Rising Star, menurut saya novel ini sangat berbeda. Baik dari penggunaan sudut pandang, gaya penulisan, maupun karakter tokoh. Saya pun jauh lebih bisa menikmati novel ini.
Kenapa? Selain permasalahan yang lebih kompleks, emosi dalam novel NOBY ini juga lebih beragam. Banyak bagian yang membuat saya terharu, lalu tertawa, gemes, kasihan, sebel, menghela nafas. Lengkap!
"Fix, cinta gue ke Alexa abnormal. Atau memang begini seharusnya cinta. Tanpa bertanya 'gue dapat apa' melainkan 'apa yang bisa gue buat'." - hal 16
Sedih saya kalau ingat Juna. Melas banget gitu kayaknya. Dia udah tulus banget mencintai Alexa, tapi Alexa nggak bisa move-on dari Arya meskipun Arya sudah menikah. Dan ternyata Arya juga masih mencintai Alexa. Justru ketulusannya Arjuna ini bikin gemes tapi sekaligus membuat saya mendukung Juna untuk Alexa.

Nah, karakter Juna ini sebetulnya lucu. Ada beberapa hal yang membuat saya tertawa ketika membaca dari P.O.V-nya Juna. Yang paling saya ingat adalah bagian ketika Juna nanya ke simbah Google. Nanya apa? Saking desperate-nya Juna pengen melupakan Alexa, dia googling "bagaimana melupakan cinta". Bener-bener deh mba Angel kok bisa bikin Juna jadi lucu gini πŸ˜‚πŸ˜‚
Saya kasih cuplikan cara ke-empat yang didapat Juna nih:
"Hanya Tuhan yang Maha membolakbalik hati manusia. Yang mengatur langkah hati selanjutnya. Dekatkan dirimu. Perbaiki ibadahmu. Tuhan akan memberikan solusi. Jika dia jodohmu, tak akan lari. Jika bukan jodohmu, akan diberi ganti yang jauh lebih baik. Tuhan selalu membuatmu bahagia" - hal 131 
Kata-katanya ini dalem, cocok banget buat para pejuang-pejuang cinta 😁. Ini juga salah satu perbedaan dengan novel sebelumnya. Menurut saya, dalam NOBY ini ada cukup sentuhan religi di dalamnya. Kita serasa diajak untuk mengingat bahwa Tuhan-lah yang mengatur kehidupan ini.
"Ada hal-hal yang bekerja di luar kemampuan manusia bernama takdir." - hal 273
Duh, sepertinya karakter Juna terlalu melekat di kepala saya. Daritadi yang diomongin Juna terus yah. Hehe

Baiklah, untuk tokoh Alexa sih saya masih gemeess juga. Kenapa nggak milih Juna aja sih? Tapi di luar itu, tokoh Alexa bukan lagi jadi tokoh yang gampang marah seperti di novel sebelumnya. Dan saya suka. Justru banyak hal-hal baik yang dilakukan Alexa di novel ini. Kecuali kedilemaannya itu, tentu saja! 😁

Pokoknya, novel ini banyak sekali mengandung pelajaran, terutama mengenai takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Bagaimana kita harus bersyukur dan menyayangi orang-orang di sekitar kita selagi masih diberi kesempatan.
"Sebesar apapun rasa cinta kepada manusia, jika waktunya berpisah, ya berpisah." - hal 80
Banyak kejadian yang tak terduga lagi dalam novel ini. Makanya saya di awal tadi bilang blurbnya membuat penasaran dan ternyata isi novelnya lebih mengejutkan. Adanya kematian dua orang. Siapakah dua orang ini? Lebih baik baca sendiri 😁
Lagi-lagi dua kejadian yang sama. Hampir sama seperti novel sebelumnya, The Rising Star.
Kalau dulu yang sama adalah bagaimana dua orang bisa suka dengan Alexa, di novel ini adalah kematian dari dua orang.
Yah, tapi nggak papa juga sih.. πŸ˜„


"Aku datang karena merindukanmu."- hal 299 
Ending novel ini sebetulnya sudah seperti yang saya harapkan, cuma cara endingnya kok ya begini gitu loh.. Ah saya pokoknya #arjunalovers deh! πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Selain tiga tokoh utama, banyak juga tokoh-tokoh baru yang muncul dalam novel NOBY. Seperti Rena, ibunya, adiknya, Austen teman Arya, Bagas teman Juna, Ratih asisten Alexa, serta Ruly asisten Juna. Semuanya mendapat bagian dalam cerita yang cukup memberi warna. 

Oya, ada tiga bagian yang agak nggak sinkron sebetulnya ketika saya membaca novel ini. Membuat saya membaca ulang halaman sebelumnya dan berpikir "eh, kayaknya tadi nggak gini deh."

Yang pertama, di blurb dikatakan bahwa impian Alexa menjadi rising star terwujud. Tapi di halaman 5 diceritakan dari P.O.V Alexa, "Tidak hanya itu, impianku menjadi terkenal punah.", dan seterusnya. Di halaman 92, juga dijelaskan bahwa Alexa-Juna adalah rising star. Jadi sebetulnya agak sedikit bertentangan kan dengan yang ada di hal 5.

Kedua, bagian ketika Alexa dan Arya sedang mengenang masa lalu. Dari P.O.V Alexa, hal 104, diceritakan bahwa Gendis adalah pacar Arya yang juga teman kuliahnya. Sedangkan, dari P.O.V Arya, hal 107, diceritakan bahwa Gendis adalah pacar Arya teman satu kantor. Jadi, ingatan siapa yang salah disini? πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Ketiga, dari P.O.V Alexa, hal 178 diceritakan kalau ovariumnya telah diangkat sehingga ia tidak bisa menjadi seorang ibu. Padahal di novel sebelumnya,  The Rising Star, diceritakan bahwa Alexa masih memiliki satu ovarium dan rahim yang utuh. Jadi, sebetulnya Alexa masih bisa hamil kan? Eh, ya nggak tau sih kalau misalnya Alexa udah operasi pengangkatan lagi πŸ˜€

Lalu, penggunaan kata "alih-alih" di hal 88 dan 117.
Hal 88, "Tetapi saat ini gue justru duduk di ruang rapat RR alih-alih dipanggil Mister Junot dan Rachel."
Hal 117, "Gue berhasil sogok Sapri agar pulang lebih dulu alih-alih istrinya yang sedang hamil muda minta diantar kontrol ke dokter kandungan."
Menurut saya, sepertinya penggunaan alih-alih kurang tepat sih. Mungkin lebih tepat kalau diganti kata "karena" (?). 
Kalau lihat di KBBI online sih artinya alih-alih adalah "dengan tidak disangka-sangka" atau "kiranya". Lalu saya lihat juga contoh penggunannya saya lihat di Badan Bahasa Kemdikbud.

Dibandingkan dengan novel The Rising Star, dalam penulisan novel No One But You ini lebih banyak salah pengetikannya 😯. Misalnya, penulisan kata di- yang seharusnya disambung, ada huruf-huruf yang hilang nggak terketik, dan akhir kalimat yang tanpa tanda titik.

Tapi overall, dari segi cerita yang mampu melibatkan berbagai emosi dan juga banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari novel ini, buat saya novel ini πŸŒŸ πŸŒŸ πŸŒŸ πŸŒŸ

You Might Also Like

0 komentar: