Stories for Rainy Days (vol I)

21:19 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

It was a rainy day,
with a hot darjeeling tea,
warm striped blanket
and polka dot socks.
One perfect moment
to read stories
for cats.

***

Judul buku: Stories for Rainy Days
Penulis: Naela Ali
Penerbit: POP (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun terbit: 2016
ISBN: 978-602-424-059-2
Jumlah halaman: 198

***
Review buku Stories for Rainy Days

Hai, pas banget nih lagi hujan... 
Saya pengen cerita tentang sebuah buku berjudul "Stories for Rainy Days". Sounds like a mellow book.. 

Sebelum ke isi buku ini, saya mau kasih tau dulu, mengapa saya tertarik baca buku ini. Well, awalnya saya liat temen posting salah satu halaman buku ini di instagramnya... Saya lupa sih bagian apa, tapi saya pikir kata-katanya yaa.. sweet gitu deh. Itu alasan pertama. Alasan kedua, bukunya ada gambarnya.

Daaan.. akhirnya, kemarin ketemu temenku yang punya dan aku pinjem buku ini. Waktu pertama pegang buku ini, impresiku adalah: "Waah ternyata bukunya mungil". Jadi buku ini nggak seukuran novel-novel biasanya itu.. ukurannya 11 x 15.5 cm. Dengan hard cover, buku ini pajangable banget. Wkwk. Ya cantik imut gitu deeh.. Saya suka!

Kelebihan lain dari buku ini adalah: ILUSTRASI. Yup.. hampir di setiap halaman ada gambar yang mengilustrasikan cerita yang disampaikan penulis. Sederhana tapi... ilustrasinya baguuus... asli bikin bukunya tambah cute ❤

Bagian yang paling menonjol dan bernilai plus-plus dari buku ini saya rasa memang pada gambar ilustrasinya. Karena... menurut saya, isinya sih sebetulnya biasa...
Cerita keseharian yang mungkin banyak dialami seseorang, terutama yang cewe-cewe.
Jadi, buku ini berpeluang besar bikin baper.. (tapi bukan saya ;p karena entah kenapa saya nggak dapet feel-nya meskipun saya sampe niatin baca bukunya pas lagi hujan. wkwk)

Mungkin juga, yang membuatnya agak sedikit berbeda dari buku harian biasa adalah karena ditulis dengan Bahasa Inggris... jadi berasa lebih keren aja gitu.. yaa, waalaupun bahasanya simpel.. gampang banget dipahami. 

Dan, isinya random.

Tentang kisah cinta. Tentang ayah. Tentang kucing. Tentang musik.

Mungkin, ada beberapa bagian yang menjadi sebuah alur cerita, tapi di bagian lain keluar dari alur cerita. Yaa... nggak masalah sih, namanya juga buku  diary. Kan suka-suka yang bikin :D

Ini cuplikan salah satu halaman yang saya suka:



Cute, isn't it?

Seperti yang bisa dilihat, kata-kata dalam buku itu tidak banyak. Mungkin tiap bab hanya berisi beberapa paragraf, atau bahkan kalimat.
Jadi, meskipun 198 halaman, buku ini ringan banget buat bacaan sambil menikmati rintik hujan, and a cup of coffee? Hmm.... 
Nggak akan terasa, hanya duduk sebentar buku ini habis dibaca..
Yah, kecuali kalau bacanya pake diresapi satu per satu kalimatnya. Hehe.

Dari beberapa bab dalam buku ini (mm.. berapa ya.. nggak ngitung), saya paling suka bagian berjudul "Lucky". Bagaimana penulis mendefinisikan "lucky" dalam berbagai bentuk yang sederhana.
Sesederhana "Lucky is to have you" - hal 60.
Yah, walaupun, to be having you is not as simple as that :D :D

Nah, bagi yang suka hal-hal cute, suka kucing, suka kaktus, suka kata-kata mellow penerbit baper :p I think that you'll like this cute book :)

Dan terakhir, untuk saya buku ini ★★★

0 komentar:

Revered Back

11:20 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Jana dan Dimi adalah bayangan dan benda. Tidak pernah terpisah, juga tak pernah bisa bersama. Dimi tak pernah mau menganggap Jana ada. Selalu menolak hingga Jana menjadi gelap mata.

Jana lalu rela melakukan segalanya agar selalu terlihat di mata Dimi. Termasuk menyingkirkan Gwen -- perempuan yang disukai Dimi.

Ketika akhirnya Jana tahu Dimi tak akan pernah memilihnya, Cakra hadir.

Hidup yang sama kelam, luka yang sama dalam, membuat Cakra menjadi orang yang paling mengerti Jana.

Dan Cakra juga yang membuat Jana sadar ... sebenarnya, siapakah dia selama ini?

***

Judul buku: Revered Back
Penulis: Inggrid Sonya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 428
***

Review Novel Revered Back

Setelah kemarin sempat dibuat jatuh cinta oleh Inggrid Sonya dengan novelnya yang berjudul Wedding with Converse, saya pun semangat untuk membaca Revered Back. Sebelumnya saya sudah sempat tertarik dengan buku ini, tapi.. itu baru dilihat dari covernya yang cantik dan filosofis, seorang gadis di dalam sangkar.

Seperti novel WWC, novel Revered Back juga sempat publish di Wattpad yang akhirnya diterbitkan. Membaca komentar para pembaca novel di Wattpad, katanya ada penggantian nama tokoh dan sedikit alur. Kalau saya sih nggak tau.. hihi..

Novel RB diterbitkan lebih dulu oleh Elex Media Komputindo, tapi sebetulnya ini adalah novel kedua Inggrid Sonya.

Saya pikir karena ini novel kedua, ekspektasi saya terhadap novel ini tinggi. Secara novel WWC yang sebelumnya saya nilai sangat bagus.

Di awal, saya masih bisa menikmati alur cerita. Yaa.. timeline penulisan cerita masih nggak urut, sama seperti WWC. Dengan alur meloncat-loncat, kadang mundur. Saya tidak terganggu dengan penulisan alur. Membuat novel lebih menarik menurut saya.

Entah kenapa saya pikir, penulis suka membuat karakter cowok yang ugal-ugalan, dan selalu ada hubungannya dengan narkoba. Tapi cowok seperti ini, selalu shine like a star. Ganteng dan otak cerdas. Entah Raskal di novel WWC atau Cakra di novel RB ini. Dan keduanya pun punya cita-cita yang nggak jauh-jauh dari angkasa. Raskal ingin membuat pesawat, Cakra ingin jadi astronot.

Well, saya suka tokoh Cakra disini. Meskipun demikian, saya sangat berharap Inggrid mampu menghadirkan karakter tokoh yang berbeda untuk novel berikutnya. 

Rangkaian kata dan kalimat yang digunakan Inggrid dalam novel ini, sayangnya beda sekali dengan WWC. Saya rasa ini novel teenlit banget. Mungkin kalau dibaca teenagers sih masih bagus yaa.. Tapi untuk saya.. hmmm.. semakin membaca, semakin kehilangan selera membaca. 

Sorry to say, tapi memang seperti itu. Seperti kehilangan semangat membaca. Apalagi novel ini lumayan tebal sekitar 400an halaman. Banyak sekali bagian yang saya baca dengan skimming, dan juga skipping sih. Hehe.

Tapi mulai akhir-akhir novel, saya mulai membaca lagi. Baiklah, ending novel ini sungguh tak terduga :( makanya saya mulai nyimak lagi. Closingnya pun bagus :')
"... selama apa pun waktu memisahkan, takdir membuat mereka dibersamakan." - hal 405
Jadi, jangan khawatir rekan-rekan jombloers.. takdir akan membersamakanmu dengannya suatu saat dengan ia yang sudah ditakdirkan untukmu.. asseeek.. :p :D

Nah, kalau ditanya, bagian mana yang saya suka dari novel ini, cuma dua. Awal dan akhir. 

Karena itu, maafkan saya cuma bisa memberi ★★ :(

0 komentar:

Wedding with Converse

08:16 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Raskal dan Joana, dua orang siswa SMA yang kini sedang dijerat putus asa akan kenyataan hidup.

Mereka bersahabat dari kecil, namun persahabatan itu harus putus karena terjadinya sebuah peristiwa; Joana hamil dan Raskal terjebak lingkup  narkoba.

Cita-cita, harapan, dan juga angan-angan musnah sudah untuk keduanya. Raskal, yang tidak lain tidak bukan adalah laki-laki yang bertanggung jawab atas kehamilan Joana, terpaksa harus menikahi gadis itu. Namun, sekali lagi ditegaskan, walau Raskal adalah sahabat kecilnya, kini Joana menganggap Raskal hanya sebagai laki-laki brengsek yang harus mempertanggungjawabkan semuanya.

Raskal pikir, pernikahan adalah ujian terberatnya. Tapi, saat waktu terus bergulir dan dia menyadari orang-orang yang dicintainya mulai pergi meninggalkannya, Raskal baru mengerti kalau dirinya memang tidak bisa tertolong lagi.

***


Judul buku: Wedding with Converse
Penulis: Inggrid Sonya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2017
ISBN: 978 - 602 - 04 - 0095 - 2
Jumlah halaman: 436

***

Review novel Wedding with Converse

Sebuah novel karya Inggrid Sonya, sekaligus novel dengan lini Le Mariage yang pertama kali saya baca. Dari judulnya saja kita sudah bisa menebak bahwa novel ini berisi tentang pernikahan.

Mengapa novel ini berjudul Wedding with Converse? Salah satu alasan yang saya baca dari akun instagram penulis yaitu karena novel ini bercerita tentang pernikahan di usia sekolah. Yaa.. usia-usia remaja pake converse sebagai andalan buat ke sekolah dan ke manapun.. :D :D Nah penulis ini ternyata juga converse lovers..

Terkait sampul buku yang berwarna hitam, Inggrid yang menyukai fotografi ini adalah seorang penyuka warna hitam. Ooo.. pantes aja sih, sampul novel keduanya "Revered Back" juga berwarna hitam.

Berasal dari akun penulis tersebut saya juga jadi tahu bahwa ternyata novel Wedding with Converse sebelumnya pernah diterbitkan. Namun, karena terjadi satu masalah dengan penerbit tersebut, novel WWC yang diterbitkan pada tahun 2015 itu ditarik lagi dari peredaran. Nah baru lah pada Maret 2017 ini diterbitkan lagi oleh penerbit yang berbeda: PT Elex Media Komputindo.

Well, kembali ke novel..

Pertama membuka novel ini, saya disuguhi rangkaian kalimat tentang bab yang akan diceritakan. Yang ternyata ada halaman seperti itu di setiap pergantian bab. Diksi yang digunakan, boleh juga lah.. Makanya baru membaca beberapa kalimat tersebut, saya ada feeling "Sepertinya saya bakalan suka novel ini".

Cukup nggak menyangka kalau ternyata novel ini bercerita tentang kehidupan SMA. Maklum, saya belum baca blurb di sampul belakang. Hehe. Maksud saya adalah, lini Le Mariage  kok ceritanya anak SMA sih.. seperti teenlit. Tapi wait, gaya penulisannya bukan gaya teenlit. Itulah mengapa saya tetap membaca novel ini. Ada sesuatu dengan cara penyampaian cerita yang membuat saya tertarik untuk terus membaca.

Novel ditulis dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Menceritakan kehidupan akhir tahun Raskal dan Joana di SMA di SMA dengan segala manis dan pahitnya. Mmm.. pahit untuk mereka berdua sebetulnya. Kepahitan akibat satu kesalahan fatal yang bisa merusak masa depan mereka. Dari yang semula sahabat baik sedari kecil berubah menjadi benci.

Cukup kompleks sebetulnya permasalahan dalam novel ini. Kalau saya bilang, blurb di atas terlalu sederhana untuk menggambarkan kompleksnya cerita. Mulai dari permasalahan keluarga, perselisihan dengan teman sekolah, ditambah permasalahan hidup tokoh itu sendiri. Namun, kisah persahabatan yang manis selalu mengiringi cerita dalam novel. Persahabatan Raskal dan teman-temannya, juga Joana dan teman-temannya. Model persahabatan yang patut untuk dicontoh ini. Sahabat yang saling mendukung, saling menguatkan, sahabat dalam suka maupun duka. Bukan cuma teman yang ada buat hengot, nge-mall, dan sejenisnya tapi nggak ada kalau sedang dibutuhkan untuk menyemangati...

Entahlah, saya selalu suka dengan kisah persahabatan sejak kecil yang berlanjut sampai pernikahan, kan jadi sahabat sejati beneran itu. Sooo sweeet.... hehe :D  Tapi bukan dengan cara yang pahit gini juga sih...

Permasalahan paling pelik dalam novel ini adalah permasalahan yang dialami Raskal. Saya pikir, sebagian besar novel ini lebih banyak bercerita dari sudut pandang Raskal. Jadi, peran Joana agak sedikit kurang kalau mengingat merekalah tokoh utama novel ini. Intinya, karakter Raskal lebih kuat daripada karakter Joana.

Saya salut dengan tokoh Raskal yang mau bertanggungjawab dan bertekad kuat untuk berubah demi bisa memperbaiki hubungan dan masa depannya. Begitu pula dengan Joana, akhirnya ia mau membuka hatinya kembali untuk Raskal setelah mengetahui bahwa Raskal mencoba berubah. Tentunya tidak mudah.. mengingat mereka masih usia SMA. Terutama Raskal, dengan latar belakang keluarga yang broken home, tinggal sendiri, tanpa ada orang tua yang mau memperhatikannya.

Selain suka tentang kisah persahabatan tokoh-tokoh, yang saya suka tentang novel ini adalah cara tokoh dalam menyikapi hidup mereka. Ini nih juga wajib dicontoh. Tokoh Raskal dan Joana telah mengalami hal yang bisa dikatakan pahit, salah satu kepahitan hidup yang tidak ingin dirasakan oleh semua remaja, terutama remaja perempuan. Namun, kegigihan mereka untuk terus melanjutkan mimpi adalah sebuah nilai plus. Ditambah, sebagai pasangan, yang meskipun awalnya terpaksa, namun akhirnya mereka bisa saling mendukung.
"Kita sama-sama tahu kalau perjalanan kita untuk sampai di sini nggak mudah. Banyak lika-liku, banyak masalah, dan banyak hal-hal yang bikin kita nyerah terus putus asa. Tapi, di sisi lain, sehancur-hancurnya kita, seenggaknya kita masih bisa saling menguatkan satu sama lain. Kalau gue jatoh, lo bangunin. Dan begitu pun sebaliknya." - hal 328

Novel setebal 400 halaman lebih ini diceritakan dengan alur maju mundur. Mungkin inilah rahasia yang membuat novel ini selalu menarik. Cerita-cerita masa lalu yang menambah kompleks permasalahan, sekaligus memberikan banyak informasi kepada pembaca tentang masa lalu tokoh, sekaligus menambah manis kisah persahabatan antara Raskal dan Joana.

Alur cerita dalam novel ini juga mengalir meskipun dikemas dengan maju mundur. Tidak lambat, tidak juga terlalu cepat. Semuanya bisa dinikmati. Awalnya begitu. Namun alur menjadi sangat cepat ketika tokoh Raskal lulus SMA. Ia harus kuliah dan meraih cita-citanya. Lalu... tarraaaa... wedding with converse! ketemulah jawabannya :D

Saya tuliskan bagian lagu yang paling saya suka: Reff-nya Lebih Indah dari Adera.

Dan kau hadir mengubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh 'tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku


Hiks, entah saya yang baperan atau mudah terharu, tapi novel yang panjang ini berhasil membuat saya menangis di beberapa bagian. Upps :x  Habisnya, meskipun pahit, racikan novel ini maniiiis! Saya suka! Apalagi ditambah dengan potongan lagu di beberapa bagian yang sweet. Bikin tambah bapeer XD


Daan... novel ini berhasil juga membuat saya KSBB alias Kelingan Sing Biyen-Biyen alias keinget yang dulu-dulu :D :D keinget jaman putih abu-abu.. Jadi kangen :')

Oya, di bagian akhir setelah kisah Raskal dan Joana berakhir, ternyata masih ada cerita. Yaitu tentang Gavin dan Shinta, teman Raskal dan Joana. Cerita tentang cinta terpendam mereka berdua semasa SMA. Mungkin sebagai bonus penjelasan sikap antara Gavin dan Shinta yang nggak pernah akur selama SMA :D

Saya suka novel ini, dan saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca teman-teman.
★★★★ dari saya :)

Sedikit kalimat yang saya cuplik dari pengantar epilog novel Wedding with Converse..


Kebahagiaan terbesar kedua setelah pertemuan kita
adalah aku yang bisa memilikimu sampai waktu
yang tidak bisa dihitung lamanya.
Sampai kita tiada dan bertemu di kehidupan selanjutnya.

See you in the next review ;)

0 komentar:

Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang

08:05 Fasiha Fatmawati 0 Comments




Judul buku: Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis: Gina Gabrielle
Penerbit: Nulisbuku
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 229
ISBN: 978 - 602 - 744 - 343 - 3

***


Review novel Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang

"Bintang memancarkan kehangatan,
sinarnya lebih terang dalam kegelapan.
Cinta memancarkan kehangatan,
kuatnya lebih besar dari kegelapan."

Unique, imaginative, meaningful.

Yup, 3 kata untuk novel karya Kak Gina Gabrielle ini.

Unique...

Mengapa saya bilang unik?
Ini novel dengan "format dongeng" yang pertama kali saya baca (di usia segini yang sudah bukan anak-anak lagi). Kalau dongeng untuk anak kan sudah biasa ya.. 
Saya rasa, jaraaaang banget penulis novel bagi pembaca bukan anak-anak yang menyajikan cerita dengan bentuk seperti ini.

Nah, novel ini semacam oase di tengah hamparan gurun pasir, halah, dimana kebanyakan novel sekarang lebih menyajikan hal-hal realistis. Dengan novel ini pembaca diajak untuk beristirahat dari hiruk pikuk kepenatan dunia dan  menikmati keajaiban cerita melalui sebuah dongeng, memetik hikmah dari perjalanan tersebut.

Imaginative

Saya bertanya-tanya, darimana ya penulis bisa mendapat inspirasi tentang tokoh-tokoh, latar, dan juga alur cerita?

Ketika membaca novel GPM, otak saya kok terus-terusan membayangkan adegan-adegan di dalamnya.. 

Ada tokoh yang sekilas membuat saya teringat film animasi "Brave", ada tempat yang membuat saya teringat film "Harry Potter", bahkan "Alice in Wonderland".. kisah perjalanan yang mengingatkan saya pada "The Lord of The Ring"..
Tapi... tentu saja itu hanya sekilas, karena cerita memang berbeda.
Nah, saya sih nggak yakin bisa membayangkan tokoh-tokoh dan latar cerita dengan tepat πŸ˜‚πŸ˜‚  tapi seandainya saya pandai membuat ilustrasi, rasanya pengen banget bikin gambar dari cerita dalam novel ini.
Mmm... bagus juga kali ya kalau novel ini dibuat yang illustrated version. 😁

Meaningful...

Novel ini fantasi, jelas. Tapi, tentang makna yang disampaikan, dua jempol dari saya. Banyak pesan-pesan yang diselipkan dalam cerita.


Tentang Hati, mimpi, dan cinta.
"Tidak ada yang bisa memilih, hendak lahir sebagai raja atau pelayan.Tidak ada yang bisa memilih, hendak jatuh Hati kepada siapa."- hal 145 
Tentang keyakinan, keberanian, dan memaafkan. 
"Karena apa lagi, pikirnya, yang harus dilakukan oleh dua manusia yang tak tahu bagaimana cara memperlakukan Hati dan satu sama lain, selain saling meminta maaf?" -  hal 200
Tentang mengubah dunia...
"Saat kau mengubah dirimu, kau juga mengubah dunia. Hanya sebagian kecil dari dunia, tentu saja, tapi terkadang itu sudah lebih dari cukup." - hal 204
Ah ya, satu lagi tentang novel ini: Interesting...

Kisah perjalanan para tokoh benar-benar menarik untuk disimak. Cerita kehidupan yang dituliskan secara tersirat dalam bentuk dongeng dengan bahasa yang sederhana tapi mengena. Menarik!
Apalagi, dalam novel ini juga ada sajak-sajak yang diselipkan di antara cerita.
Dan ... saya suka ❣
Seperti salah satu potongan bait yang saya tuliskan di awal 😊


Nah, ini adalah novel Gadis Penenun Mimpi-ku. Sebetulnya novel ini adalah hadiah Giveaway (sudah kuceritakan di blog cukacukaku )
Waktu itu saya ikut GA ini karena :
1.Cover!
Yup. Saya suka sekali desain cover novel ini. Cantik dan ... beda aja gitu auranya. Bikin penasaran buat dibaca lah. 

2. Judul.
Mmm.. baiklah.. ini judul novel terpanjang yang pernah saya baca. Tapi, keunikan judul ini mampu membuat saya semakin tertarik untuk membacanya.

Lalu akhirnya setelah beberapa kali ikut GA untuk mendapatkan novel ini :p
Dan yang membuat saya lebih bahagia adalah BONUS pernak-perniknya itu loh. 
Sungguh saya suka benda "pritil-pritil" yang lucu dan unik begitu. wkwk

"Pritil-pritil" itu adalah music note paperplane dan personalised wax-sealed letter yang berisi sajak. 
Amplopnya yang wax-sealed dan bertuliskan nama saya membuat saya berasa dapet surat dari Hogswart :D :D Awalnya nggak tega mau buka seal-nya, tapi saya penasaran dengan isinya. Jadi... dengan sangat hati-hati, saya buka amplop itu.

Saya potongkan sebait sajak dalam surat:

"Saat dunia terlampau gelap,
tutup matamu dalam lelap.
Bermimpilah sedikit, 
walau Hati terasa pahit."

Ada banyak sekali kisah yang dituliskan dalam novel ini. Semuanya sambung-menyambung menjadi satu. Memilih bagian mana yang menjadi favorit? Hmmm... saya bingung.
Teringat ketika ikut salah satu GA yang syaratnya adalah membuat pertanyaan untuk penulis. Kebetulan waktu itu pertanyaanku jadi salah satu pertanyaan terpilih owner blog untuk ditanyakan ke Kak Gina.

Pertanyaan saya adalah: 
"Bagian cerita mana yang paling Kak Gina sukai?"

Jawaban Kak Gina:
"Pesta Dansa Tengah Malam. Pengin deh ke sana.
Lalu, bagian tentang mengubah dunia.
Ujung Pelangi juga. Hmmm.. (banyak ya πŸ˜…) "

Haaa... baiklah.. sepertinya saya tau rasanya bingung memilih bagian novel mana yang paling saya sukai, karena tiap kisah memiliki keistimewaannya sendiri ❤
Tapi mungkin satu tokoh dalam imajinasiku yang paling membekas dan paling  indah dengan segala syair dan kebaikan hatinya adalah tokoh Noorannee.
"Selama kita bersama, tidak ada takdir yang terlampau berat, Anggra." - hal 118
Membicarakan nama-nama tokoh dalam novel ini, saya pikir semuanya sangat sederhana dan khas dengan karakternya. Ada Gadis Penenun Mimpi, Kol. Ibri, Kura-kura Pengelana, Putri Boneka, Noorannee, dan tokoh lain. Dengan banyaknya tokoh dan kisah dalam novel ini, nama tokoh yang mudah, nggak aneh-aneh, membantu banget buat pembaca untuk mengingatnya.

Saya menikmati membaca novel Gadis Penenun Mimpi, baik dari segi cerita maupun penulisan novel. Well, ketikannya rapi, jadi saya nggak kesandung-sandung waktu baca. Mengingat ini novel kedua saya yang diterbitkan Nulisbuku, di novel sebelumnya cukup banyak typo. Tapi untuk novel ini ternyata... very good πŸ‘πŸ‘

Dan, oh.. ternyata dongeng ini sebelumnya dipost di Wattpad. Saya baru sadar ketika nggak sengaja menemukannya *maklum nggak pernah buka wattpad. Bagi yang ingin membaca cuplikan bab pertamanya, bisa deh intip di wattpad Kak Gina: MsGinaGabrielle.

Saya kira hanya ada satu bagian yang membuat saya harus menengok kembali ke halaman depan. Yaitu bagian ketika Kura-kura Pengelana dan Kol. Ibri akan menuju Negeri Bawah Danau. Pada kunjungan kedua, Kura-kura Pengelana nampak sangat takut untuk masuk ke dalam air. Nah, disini saya nggak ingat kalau sebelumnya dia sangat takut masuk ke dalam air. 

Setelah saya baca ulang cerita kunjungan pertama, sepertinya penggambaran "rasa takut" pada kunjungan pertama kurang kuat sehingga saya nggak ngeh. Kalau biasanya kan, pengalaman pertama selalu lebih menakutkan dari pengalaman kedua.

Untuk penyajian kisah yang luar biasa, rating saya untuk buku ini adalah:
★★★★

Naah. selesai membaca novel ini saya kepikiran:
Mungkin dengan berbagai kenyataan hidup yang dialami manusia, terutama kenyataan pahit, manusia tidak akan mampu bertahan jika ia membiarkan dirinya berhenti bermimpi.
Mimpi, meskipun tidak nyata, akan bisa menumbuhkan harapan kebahagian dalam kehidupan nyata.

:D :D :D

Dan biarkan nyanyian Kol. Ibri ini menjadi penutup dari tulisan saya.

"Biarkan Hati jatuh
Biarkan Hati terbang
S'karang cinta t'lah datang,
dan yang dulu dua, ,kini jadi satu."

0 komentar:

[Master Post] Receh untuk Buku 2017

06:42 Fasiha Fatmawati 0 Comments



Selamat hari Minggu pagi.. 😁

Hujan gerimis sejak kemarin sore bikin pagi ini jadi dingiiiin...
Pas libur, nggak ada kerjaan.. alhasil masih goler-goler di kasur mainan hp.

Tiba-tiba inget kemarin nemu postingan challenge yang judulnya "Receh untuk Buku".
Tantangan ini dibuat oleh Kak Maya, bisa baca sendiri di postingannya ya πŸ‘‰ myfloya: Receh untuk Buku.

Jadi inti tantangan ini adalah:
Mengumpulkan segala receh yang kita punya selama satu tahun penuh, nanti dibuka pada akhir tahun dan uangnya untuk beli buku.

Yah, mengingat ini adalah tanggal 19 Maret 2017, sudah jelas saya nih udah ketinggalan selama hampir 3 bulan πŸ˜…πŸ˜…. Tapi nggak papa.. masih ada 9 bulan sebelum melahirkan eh tutup tahun πŸ˜„

Sebetulnya kalau tentang ngumpulin receh sudah bukan hal baru lagi buat saya. Cuma biasanya ya sesukanya aja.. nggak ada target nanti mau buat beli apa.. itu pun kalo ada receh malah lebih sering saya kumpulin di anak dompet buat bayar parkir. Wkwk.

Kumpulan recehan saya terakhir saya buka awal Februari kemarin kalau nggak salah.
Jadi, itu terjadi ketika jatah beli buku sudah habis, tapi malah ada promo buku baru yang sampulnya baguus.. terus baca cuplikan isi buku, sepertinya bukunya baperable.. wkwk. Plus, pas ada bonus tanda tangan, pembatas buku lucu, kartu pos, dan tatakan cangkir.

Alaaaa.. semakin ngiler saya..

Akhirnya saya gresek-gresek *bahasa apa ini πŸ˜‚ di meja belajar nemu sekaleng receh..
Langsung saya buka lapak buat menghitung recehan.
Daan.... setelah dihitung-hitung... lumayan juga.. uang yang terkumpul Rp140.000,00.
Masih sisa lah ya buat beli buku yang saya pengenin.
*eh tapi dipotong ongkos minta tolong adek nuker receh jadi uang kertas di kantin sekolahnya 20ribu.. jadi tinggal 120ribu πŸ˜‚πŸ˜‚

Rasanya, pas banget nemu tantangan ini. Saya jadi semangat memasukkan receh-receh saya ke dalam kaleng 😁😁 Bisa buat beli di akhir tahun nanti. Nambah koleksi buku perpus pribadi. Hehe.

Yuk, ikutan "Receh untuk Buku" juga 😊

0 komentar:

3 (Tiga) - Persahabatan, Mimpi, dan Cinta (?)

15:55 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

"Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan."

Kalimat Hashimoto Chihiro membekas di kepala Nakamura Chidori, bahkan setelah Hashimoto bunuh diri. Apa sebenarnya yang mengubah pandangan hidup Hashimoto sampai dia mengakhiri hidupnya? Mungkinkah karena Nakamura tidak pernah menepati janjinya? Mungkinkah karena Nakamura menyimpan perasaannya kepada Sakamoto, yang seharusnya merupakan sahabat mereka?

Setelah tujuh tahun tidak bertemu, Nakamura harus kembali berhadapan dengan masa lalunya. Di antara memori akan persahabatan, janji yang diingkari, impian, dan cinta yang tak berbalas, tersembunyi alasan kepergian Hashimoto yang sebenarnya.

***


Judul buku: Tiga
Penulis: Alicia Lidwina
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978-602-03-1677-2
Jumlah halaman: 320

***

Review Novel 3 (Tiga)


"Ketika kau jatuh cinta... kau bisa melarangnya, tapi kau tidak bisa menolaknya"

Satu kalimat dalam cover yang membuat saya tertarik, sekaligus ragu. Mengapa? Sampul novel ini cukup misterius bagi saya.. Dengan burung-burung yang membentuk angka 3, novel ini terasa agak mencekam. Tapi mungkin justru itu yang membuat saya memilih buku ini ketika saya scrolling koleksi buku-buku yang ada di iJak.

Se-misterius cover bukunya, kesan awal saya membaca novel bergenre metropop ini adalah seperti saya sedang membaca novel misteri. Beneran :p Well, tapi memang saya rasa ini bisa masuk kategori agak-agak misteri deh. 

Novel ini menggunakan tiga orang sebagai tokoh utama, yaitu Nakamura, Sakamoto, dan Hashimoto. Yes, dari namanya sudah kelihatan kan bahwa ketiganya adalah orang Jepang?
Selain tokohnya yang orang Jepang, latar dalam novel juga bertempat di Tokyo, Jepang.

Penulis mampu membangkitkan suasana Jepang dalam novel Tiga ini melalui pendeskripsian tempat dan budaya sebagai latar. Ditambah dengan menggunakan beberapa istilah asli bahasa Jepang (dan tetu saja bagai yang tidak bisa bahasa Jepang, ada footnote-nya) saya rasa cukup menguatkan aroma Jepang dalam novel ini. Entah bagaimana saya merasa membaca novel terjemahan Jepang :D

Tentang persahabatan...

tentang mimpi...

tentang meninggalkan...

dan tentang cinta.

Membaca novel ini, kita diajak untuk masuk ke dalam kehidupan salah satu tokoh, yaitu Nakamura. Dengan menggunakan P.O.V dari Nakamura, tentu saja kita hanya bisa menyimpulkan jalan cerita dan misteri dalam novel hanya dari sudut pandang Nakamura. 

Dia bukan tokoh yang mencengangkan, tidak digambarkan sebagai tokoh yang populer, maupun cantik. Namun, hanya sebagai orang yang biasa-biasa saja di antara kedua temannya, Sakamoto dan Hashimoto. Di sinilah uniknya, kita melihat orang lain dari sudut pandang orang yang tidak yakin, tidak percaya diri dalam menilai dirinya.

Pokoknya gemes banget mengikuti pemikiran Nakamura ini.. bacalah sendiri, maka kau akan tahu.

Dari sudut pandang Nakamura, kita akan diajak untuk kembali mengenang masa lalunya yang sangat berkaitan dengan apa yang terjadi di masa kini. Alur maju mundur pun dipakai oleh penulis untuk membawa kita mengikuti Nakamura. Jadi, cukup penting untuk memperhatikan keterangan waktu di awal bab.

Novel ini cukup berat sebetulnya. Maksud saya, novel yang mengajak pembacanya untuk memikirkan makna hidup menurut saya selalu ... yaa.. bisa dikatakan berat lah. 
Dan membutuhkan otak untuk bekerja merangkai dan memahami cerita serta makna... :D
"Apa kau tahu, Nakamura? Orang dewasa yang tidak memiliki impian itu sama saja dengan anak kecil." - hal 161
Sudah saya bilang, novel ini misterius...

dan berat...

menyampaikan makna yang dalam...
"Di dunia ini, menyukai sesuatu bukan berarti kau berbakat melakukannya." - hal 131
Sungguh, membaca novel Tiga membuat saya mengingat masa-masa yang pernah saya lewati selama ini, pilihan-pilihan hidup, juga memikirkan makna persahabatan saya dan teman-teman.
"Kau sudah tahu bagaimana menyelesaikan desain ini, Nakamura. Kau hanya memilih untuk tidak melakukannya." - hal 134
Rasanya banyak sekali yang bisa saya petik pelajaran dari novel ini, yaitu bahwa kita harus mensyukuri apa yang ada dalam hidup kita saat ini. Jangan sampai kita mengambil keputusan yang akan kita sesali nantinya, apalagi dengan cara meninggalkan orang yang kita sayang.
"Jangan menanggalkan hal-hal yang baik, Nakamura. Jangan sekalipun melakukannya. Kalau kau melakukannya, bukan saja kau kau akan kehilangan hal-hal tersebut, tapi lebih buruk lagi, mereka akan menjadi kenangan." - hal 136
Entahlah..

Saya suka..

Itu saja..

★★★★

Worth to read, even re-read, also worth to have

0 komentar:

[MnG] #ketemuLEONA bareng Zarry Hendrik

19:00 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Yes, hari ini Minggu tanggal 5 Maret 2017, ada yang spesial.
Kenapa?
Karena hari ini saya bisa ikut acara Meet and Greet bareng Zarry Hendrik, atau yang biasa dipanggil Bang Jep 😁

Acara MnG #ketemuLeona ini diadakan 3 hari berturut-turut. Tanggal 3-5 Maret di Semarang, Solo, dan yang terakhir di Jogja.
Nah, berhubung saya ini kan orang Jogja, tentu saja saya ikutan MnG yang di Jogja, lebih tepatnya di Jogja City Mall. Pas banget hari Minggu sore, jadinya pas nggak ada kegiatan 😁

Berangkatlah sore tadi saya ke JCM. Menembus hujan deres dan angin kencang pokoknya.. Bener-bener sampai jarak pandangnya tu pendek banget, pohon-pohon pada miring-miring tertiup angin. Ngeri sekali. Tapi untunglah, selamat sampai tujuan.

Saya sampai di JCM pas jam 15.00. Sudah ada beberapa orang yang duduk di depan panggung acara MnG menunggu acara dimulai. Beberapa saat kemudian, datanglah Bang Jep, dan acara segera dimulai.

Kesan pertama, eh kok beda ya sama Bang Jep di sosmed. Biasanya kan rame asik gitu. Tapi tadi awal-awal masih kalem, belum banyak bercanda. Eh ternyata memang awalnya aja. Ke belakang makin santai acaranya makin banyak bercandanya 😁 *dan bikin bapernya. Wkwkwk. Kalau gini kan baru Bang Jep beneran.

Acara dimulai dengan tanya jawab antara MC dan Bang Jep. Bagaimana mulanya novel Leona ini ada. Sebetulnya saya juga sudah tau sih.. Bang Jep pertama bikin cerita Leona ini sebagai cerbung (cerita bersambung) yang diposting di blog tumblr-nya. Tapi saya sendiri sih belum baca yang di tumblr karena saya memang jarang buka.

Mbak MC juga sempat menanyakan inspirasi Leona itu dari mana. Apakah based on true story atau fiksi. Bang Jep sih tadi menjawab bahwa sosok Leona ini hanyalah tokoh fiksi, yah meskipun untuk beberapa karakternya terinspirasi dari seseorang di sekitarnya, tapi tidak semuanya.

Dari acara tanya jawab dengan beberapa peserta MnG, saya jadi tau, novel bagian mana yang paling disukai Bang Jep. Dan jawabannya adalah.... di part 16. Yang mana part itu tidak ada di novel πŸ˜…πŸ˜…
Loh kok bisa gitu?

Jadi ceritanya, part 16 cerbung ini ditulis langsung oleh Bang Jep di tumblr. Kalau part yang lain kan ditulis dulu di Ms Word tuh, nah kebetulan yang part 16 ini tuh enggak. Langsung diketik dan dipost di tumblr. Sayangnya, pas setor ke penerbit, ketinggalan deh itu part 16. Yahh, sedih kan.. padahal katanya itu part favorit.
Kalau sudah terlanjur penasaran begini, besok sepertinya harus baca di tumblr-nya bang Jep aja yang part 16πŸ˜…

Setelah acara tanya jawab dengan beberapa peserta, selanjutnya adalah sesi tanda tangan dan foto bareng.
Waktu orang-orang pada maju rebutan minta ttd di novelnya, malah galau saya.
Novel Leona saya, kemarin waktu mau saya baca, ternyata ada kesalahan cetak. Ada beberapa halaman yang tidak jelas 😌
Di halaman belakang buku sih ada keterangan bisa dikirim balik ke penerbit untuk diganti.
Lah tapi kalau misal kemarin saya kirim kan hari ini saya nggak bisa minta ttd-nya bang Jep πŸ˜…

Untungnya, tadi ada pihak Bukune yang datang di acara MnG itu. Saya coba tanyakan, kalau cacat produksi bisa ditukar enggak. Katanya bisa dan saya langsung diberi buki baru.
Ihwaaaw.. happy banget lah ya.. hihi langsung deh ikutan antri minta ttd Bang Jep di buku baru πŸ™ˆπŸ™ˆ


Dear Fasiha. Aseek.. 😜😜
Sayangnya saya tadi lupa, kenapa nggak minta Bang Jep nulis "Dear Fasiha, tesisnya buruan dikerjain!!!" πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Setelah dikasih "Dear Fasiha", langsung deh minta foto bareng. Ini Bang Jep murah banget fotonya ya.. pokoknya nggak tanggung-tanggung.. dikasih banyaak kesempatan buat poto bareng + selfie! πŸ˜…πŸ˜…
Perlu saya lampirkan foto saya bareng Bang Jep juga nggak?
Ah, sepertinya nggak usah.. bisa liat di instagram atau twitter saya aja yaa πŸ˜†
Ini saya lampirkan foto bareng-barengnya saja deh.


Pokoknya, acara MnG ini lumayan seru lah ya.. jadi lebih tau cerita dibalik terbitnya novel Leona.
Untuk review buku Leona, ditunggu yah teman-teman πŸ˜†
Sekarang saya belum selesai gara-gara terhambat teknis halaman yang kosong tadi hehe.

0 komentar:

No One But You

09:29 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Seharusnya Alexa bahagia. Impian menjadi rising star terwujud. Ditambah limpahan cinta Juna yang menjadikannya istimewa. Namun, hati Alexa tetap gersang, tanpa Arya di sisinya.

Juna tahu dirinya mennyedihkan. Mencintai wanita yang mencintai pria lain. Tetapi Juna memutuskan bertahan hingga titik penghabisan.


Arya sadar pernikahannya dengan Winona rapuh. Perlakuan Winona yang bossy dan merendahkan Arya, membuat pria itu tidak sanggup bertahan. Hingga Arya memutuskan bercerai lalu menghilang.


Situasi makin rumit dengan hilangnya Arya. Dalam pelarian, Arya bertemu Rena. Alexa putus dari Juna. Juna menyimpan cinta Alexa. Bagaimana kisah ketiganya berakhir?


***


Judul buku: No One But You
Penulis: Angelique Puspadewi
Penerbit: Nulisbuku.com
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 301

***


Review novel No One But You

Hai, teman-teman. Masih ingat dengan Arya, Juna, dan Alexa dari novel The Rising Star?
Yang sudah baca pasti penasaran kan bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka?
Saya sendiri belum puas sebetulnya dengan ending novel The Rising Star. Untungnya mba Angel ini melanjutkan kisah mereka di novel No One But You.

Masih dengan pemain yang sama, Han Hyo Joo sebagai Alexa, Ahn Jae Hyun sebagai Juna, dan Kang Ji Hwan sebagai Arya, mewarnai kisah cinta segitiga dalam novel ini. Yah, kalau artisnya begini saya lebih milih Alexa sama Arya sih.. tapi dari alur cerita, saya pengen banget Alexa berakhir dengan Juna. *ini kok malah jadi kayak mbahas drama Korea ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Nah, apakah teman-teman sudah membaca blurb novel yang sudah saya tulis di atas? 
Kemarin, sebelum saya membaca novel ini, saya baca blurbnya lebih dulu. Daaan.. blurbnya berhasil membuat saya penasaran bagaimana kelanjutan kisah Juna-Alexa-Arya! Sepertinya kisah mereka akan jadi lebih rumit. Nggak sabar pengen tau isinya, langsung buka bukunya saja yuk.

Buku ini lumayan tebal, 300an halaman. Waktu saya buka bukunya, waw, hurufnya kecil-kecil πŸ˜ƒ Ini pasti panjang ceritanya. Dan ya, nggak cukup sekali pegang buku ini ternyata.

Dilihat dari sudut pandang penulisan novel, novel No One But You ditulis menggunakan sudut pandang dari ketiga tokoh utamanya, Alexa, Juna, dan Arya. Tentu saja penggunaan sudut pandang ini sangat membantu kita dalam memahami apa sih yang dipikirkan para tokoh. Pergantian P.O.V tokoh ini cukup cepat sebetulnya. Kita akan seperti diajak melompat dari satu pikiran ke pikiran yang lain dalam satu waktu.

Novel ini betul-betul lanjutan dari The Rising Star. Maksud saya, sangat direkomendasikan membaca The Rising Star dulu sebelum membaca novel No One But You. Kenapa? Karena di bagian awal novel ini sudah menceritakan kedilemaan rasa cinta dari tokoh-tokohnya. Jadi pembaca akan lebih nyambung kalo membaca novel sebelumnya.

Meskipun lanjutan The Rising Star, menurut saya novel ini sangat berbeda. Baik dari penggunaan sudut pandang, gaya penulisan, maupun karakter tokoh. Saya pun jauh lebih bisa menikmati novel ini.
Kenapa? Selain permasalahan yang lebih kompleks, emosi dalam novel NOBY ini juga lebih beragam. Banyak bagian yang membuat saya terharu, lalu tertawa, gemes, kasihan, sebel, menghela nafas. Lengkap!
"Fix, cinta gue ke Alexa abnormal. Atau memang begini seharusnya cinta. Tanpa bertanya 'gue dapat apa' melainkan 'apa yang bisa gue buat'." - hal 16
Sedih saya kalau ingat Juna. Melas banget gitu kayaknya. Dia udah tulus banget mencintai Alexa, tapi Alexa nggak bisa move-on dari Arya meskipun Arya sudah menikah. Dan ternyata Arya juga masih mencintai Alexa. Justru ketulusannya Arjuna ini bikin gemes tapi sekaligus membuat saya mendukung Juna untuk Alexa.

Nah, karakter Juna ini sebetulnya lucu. Ada beberapa hal yang membuat saya tertawa ketika membaca dari P.O.V-nya Juna. Yang paling saya ingat adalah bagian ketika Juna nanya ke simbah Google. Nanya apa? Saking desperate-nya Juna pengen melupakan Alexa, dia googling "bagaimana melupakan cinta". Bener-bener deh mba Angel kok bisa bikin Juna jadi lucu gini πŸ˜‚πŸ˜‚
Saya kasih cuplikan cara ke-empat yang didapat Juna nih:
"Hanya Tuhan yang Maha membolakbalik hati manusia. Yang mengatur langkah hati selanjutnya. Dekatkan dirimu. Perbaiki ibadahmu. Tuhan akan memberikan solusi. Jika dia jodohmu, tak akan lari. Jika bukan jodohmu, akan diberi ganti yang jauh lebih baik. Tuhan selalu membuatmu bahagia" - hal 131 
Kata-katanya ini dalem, cocok banget buat para pejuang-pejuang cinta 😁. Ini juga salah satu perbedaan dengan novel sebelumnya. Menurut saya, dalam NOBY ini ada cukup sentuhan religi di dalamnya. Kita serasa diajak untuk mengingat bahwa Tuhan-lah yang mengatur kehidupan ini.
"Ada hal-hal yang bekerja di luar kemampuan manusia bernama takdir." - hal 273
Duh, sepertinya karakter Juna terlalu melekat di kepala saya. Daritadi yang diomongin Juna terus yah. Hehe

Baiklah, untuk tokoh Alexa sih saya masih gemeess juga. Kenapa nggak milih Juna aja sih? Tapi di luar itu, tokoh Alexa bukan lagi jadi tokoh yang gampang marah seperti di novel sebelumnya. Dan saya suka. Justru banyak hal-hal baik yang dilakukan Alexa di novel ini. Kecuali kedilemaannya itu, tentu saja! 😁

Pokoknya, novel ini banyak sekali mengandung pelajaran, terutama mengenai takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Bagaimana kita harus bersyukur dan menyayangi orang-orang di sekitar kita selagi masih diberi kesempatan.
"Sebesar apapun rasa cinta kepada manusia, jika waktunya berpisah, ya berpisah." - hal 80
Banyak kejadian yang tak terduga lagi dalam novel ini. Makanya saya di awal tadi bilang blurbnya membuat penasaran dan ternyata isi novelnya lebih mengejutkan. Adanya kematian dua orang. Siapakah dua orang ini? Lebih baik baca sendiri 😁
Lagi-lagi dua kejadian yang sama. Hampir sama seperti novel sebelumnya, The Rising Star.
Kalau dulu yang sama adalah bagaimana dua orang bisa suka dengan Alexa, di novel ini adalah kematian dari dua orang.
Yah, tapi nggak papa juga sih.. πŸ˜„


"Aku datang karena merindukanmu."- hal 299 
Ending novel ini sebetulnya sudah seperti yang saya harapkan, cuma cara endingnya kok ya begini gitu loh.. Ah saya pokoknya #arjunalovers deh! πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Selain tiga tokoh utama, banyak juga tokoh-tokoh baru yang muncul dalam novel NOBY. Seperti Rena, ibunya, adiknya, Austen teman Arya, Bagas teman Juna, Ratih asisten Alexa, serta Ruly asisten Juna. Semuanya mendapat bagian dalam cerita yang cukup memberi warna. 

Oya, ada tiga bagian yang agak nggak sinkron sebetulnya ketika saya membaca novel ini. Membuat saya membaca ulang halaman sebelumnya dan berpikir "eh, kayaknya tadi nggak gini deh."

Yang pertama, di blurb dikatakan bahwa impian Alexa menjadi rising star terwujud. Tapi di halaman 5 diceritakan dari P.O.V Alexa, "Tidak hanya itu, impianku menjadi terkenal punah.", dan seterusnya. Di halaman 92, juga dijelaskan bahwa Alexa-Juna adalah rising star. Jadi sebetulnya agak sedikit bertentangan kan dengan yang ada di hal 5.

Kedua, bagian ketika Alexa dan Arya sedang mengenang masa lalu. Dari P.O.V Alexa, hal 104, diceritakan bahwa Gendis adalah pacar Arya yang juga teman kuliahnya. Sedangkan, dari P.O.V Arya, hal 107, diceritakan bahwa Gendis adalah pacar Arya teman satu kantor. Jadi, ingatan siapa yang salah disini? πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Ketiga, dari P.O.V Alexa, hal 178 diceritakan kalau ovariumnya telah diangkat sehingga ia tidak bisa menjadi seorang ibu. Padahal di novel sebelumnya,  The Rising Star, diceritakan bahwa Alexa masih memiliki satu ovarium dan rahim yang utuh. Jadi, sebetulnya Alexa masih bisa hamil kan? Eh, ya nggak tau sih kalau misalnya Alexa udah operasi pengangkatan lagi πŸ˜€

Lalu, penggunaan kata "alih-alih" di hal 88 dan 117.
Hal 88, "Tetapi saat ini gue justru duduk di ruang rapat RR alih-alih dipanggil Mister Junot dan Rachel."
Hal 117, "Gue berhasil sogok Sapri agar pulang lebih dulu alih-alih istrinya yang sedang hamil muda minta diantar kontrol ke dokter kandungan."
Menurut saya, sepertinya penggunaan alih-alih kurang tepat sih. Mungkin lebih tepat kalau diganti kata "karena" (?). 
Kalau lihat di KBBI online sih artinya alih-alih adalah "dengan tidak disangka-sangka" atau "kiranya". Lalu saya lihat juga contoh penggunannya saya lihat di Badan Bahasa Kemdikbud.

Dibandingkan dengan novel The Rising Star, dalam penulisan novel No One But You ini lebih banyak salah pengetikannya 😯. Misalnya, penulisan kata di- yang seharusnya disambung, ada huruf-huruf yang hilang nggak terketik, dan akhir kalimat yang tanpa tanda titik.

Tapi overall, dari segi cerita yang mampu melibatkan berbagai emosi dan juga banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari novel ini, buat saya novel ini πŸŒŸ πŸŒŸ πŸŒŸ πŸŒŸ

0 komentar: