Unmellow Yellow

09:43 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Rifki berprinsip ia harus menjaga cinta hanya untuk jodohnya. Namun, Bunda justru mengajaknya bertaruh soal jodoh dan cinta. Hidupnya jadi rumit ketika ia kalah taruhan. Ia terlanjur jatuh hati pada Raiha - gadis cuek bermata bola - tetapi terpaksa menerima Aludra, calon istri pilihan Bunda.

Aludra memang cantik, tetapi gadis itu terlalu berani mengekspresikan perasaannya terhadap Rifki yang konvensional. Hingga setelah bertunangan, Rifki tetap tak mampu menghalau Raiha dari hatinya; terlebih karena pertemuan-pertemuan mereka yang tak terduga di Johor dan cerita masa lalu yang seolah menguatkan takdir mereka.

Tanpa sadar, ia sudah membuah Raiha dan Aludra terluka. Ketika akhirnya Rifki berniat memperbaiki keadaan, sebuah kenyataan pahit terungkap. Berhasilkah Rifki mempertahankan prinsipnya? Ataukah ia harus mengalah pada Bunda demi bakti dan pertaruhan cinta?
***


Judul Buku: Unmellow Yellow
Penulis: Aryna Halim
ISBN: 978-602-249-611-3
Tahun Terbit: 2014
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
Jumlah halaman: 275

***

Review novel Unmellow Yellow

Don't judge the book by its cover.

Cover novel ini sebetulnya cukup menggambarkan isi novel.. Seorang cowo yang digandeng seorang cewe yang keliatannya suka banget sama itu cowo. Tapi si cowo sebetulnya suka sama cewe lain.
Cuma menurut saya sendiri, karena mungkin covernya gambar model kartun, jadi terkesan seperti novel teenlit. Jadi saya pikir awalnya ini novel teenlit, ternyata bukan.

Prolog dibuka dengan sebuah kutipan:
"A successful marriage requires falling in love many times, Always with the same person — Mignon Mclaughlin"
Saya kira ini novel tentang sebuah pernikahan, tapi ternyata mungkin penekanan quotenya pada "always with the same person".

Jadi dari awal saya salah kira terus yaπŸ˜…

Anyway, topik cinta memang selalu menarik, apalagi tentang jodoh. Rifki, tokoh utama novel ini, lelaki berusia 26. Ia memiliki problema hampir sama dengan ribuan pemilik usia 26 lainnya, yaitu menjawab pertanyaan: "kapan nikah?"
Memang usia-usia kritis. Yang sudah atau sedang mengalami pasti tahu banget rasanya, kan? :p

Kalo di imajinasi saya, Rifki ini seorang lelaki yang auranya terpancar.. *hasseek πŸ˜… ... ganteng.. pinter.. ramah.. enggak playboy.. nurut sama bundanya lagi.. nikahable banget gitu... ehh πŸ™ŠπŸ™Š
Yang bikin gemes adalah, saking nurutnya sama Bunda sampai-sampai mau dijodohkan meskipun terpaksa..πŸ˜₯

"Naif sekali jika itu terjadi, Rif! Naif dan labil! Kalau mau main-main soal hati, harusnya jangan sejauh ini. Kamu pikir anggukanmu di depan orangtua Aludra waktu itu hanya sebuah permainan dan akan selesai dengan sendirinya? Atau kamu anggap semua ini hanya uji coba? Jika begitu, kamu pantas dipersalahkan atas semua kekacauan ini!"

Novel ini ditulis dengan kalem, tenang, mengalir. Entahlah bagaimana saya bisa menyebutnya kalem ya.. enggak yang menggebu-nggebu gitu lah ya.. tapi tetap penyampaian isinya sederhana dan menyenangkan..
Alurnya pun nggak terlalu cepat atau terlalu lambat.. Bagian-bagiannya mengalir.. Jadi betul-betul bisa dinikmati..
Hanya kemunculan tokoh baru sering tiba-tiba, jadi ketika nama baru muncul langsung tiba-tiba mikir "eh ini siapa lagi?" Nggak terlalu masalah sih.. penjelasannya ada di paragraf berikutnya..

Cuma, saya nggak ngerti hubungan skandal manager Raiha dengan inti cerita ini. Maksud saya adalah, hal itu tidak terlalu penting untuk diceritakan.. Ini adalah plot yang paling menyimpang menurut saya.. Jadi saya terlalu memikirkan tokoh Bu X dan Pak Y, yang ternyata bukan siapa-siapa.. cuma berperan dalam pengangkatan Raiha sebagai manager baru. Udah gitu aja..

Dengan latar Kota Malang, Jawa Timur sebagai lokasi, novel ini menyisipkan beberapa bahasa yang biasa digunakan disana.. Ada "ajrek", "ayak", dll. Saya nggak ngerti banyak sih, tapi ada footnote penjelasannya juga, jadi tetap bisa dipahami.. *iyalah itu kan bacanya cuma dengan dibalikπŸ˜…

Untuk alur ceritanya, sayang sekali novel ini sangat mudah ditebak. Dari awal saya sudah bisa menebak, ini pasti yang jahat adalah si dia.. Sebenarnya bisa lebih membuat pembaca penasaran ketika di awal cerita tidak terlalu banyak bocoran. Coba tebak "dia" itu siapaaa? 😁
Meskipun begitu, penuturan cerita yang cukup menyenangkan membuat saya melanjutkan membaca. Betul, novel ini semacam bacaan ringan yang tidak terlalu menguras emosi πŸ˜† bisa untuk teman bersantai..

Bagian novel yang bikin gemes adalah, ketika Raiha tahu bahwa Rifki ternyata sudah bertunangan dengan Aludra. Padahal Raiha sudah mulai in love sama Rifki. Kan kasihaaan 😒 serasa ter-PHP gitu.
Dan sedih sekali waktu Rifki bilang ke ibunya:
"Sudah tidak penting untuk dijawab saat ini kan, Bun? Satu bulan lagi pernikahan kami akan digelar. Biarlah itu menjadi rahasia Rifki, Tuhan, dan Raiha. Kelak, kami berdua akan bisa memetik hikmah dari semua proses hidup kami."
Kan sedih ya, cinta yang tidak bisa bersatu, harus disimpan dalam hati..

Pesan yang saya tangkap dari novel ini adalah:
Jadi lelaki yang tegas doong ! Kalau suka bilang suka kalau enggak bilang enggak.. apalagi ini menyangkut urusan jodoh, dengan siapa bakalan hidup menua bersama.. πŸ˜†
Dan si Ibu, kalau menjodohkan anak ya perlu mempertimbangkan perasaan anak juga, niatnya memang untuk kebaikan biar cepet nikah.. tapi kan..

Dan tentu saja novel ini juga menyampaikan pesan "kalau jodoh nggak kemana". Ketika jodoh dipertaruhkan, tetap, pada akhirnya jika jodoh ya pasti dipertemukan.

Saya suka sekali kalimat Rifki dalam penutup novel ini:
"Waktu sering kali membantu seseorang untuk menemukan cinta. Bukan cinta biasa, melainkan cinta sejati. Cinta putih yang terjaga hanya untuk orang yang sudah dijodohkan bagi kita. And it works on me, Honey."
Untuk novel yang cukup manis dan ringan ini, bisa membuat saya tersenyum meskipun nggak sampai tertawa, bisa membuat saya terharu meskipun nggak sampai membuat saya menangis berurai air mata, saya beri 🌟🌟🌟

You Might Also Like

0 komentar: