Dalam Liku RASA Kutemukan Gerak Indah Kehidupan

09:13 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Ini bukan perkara sekadar menghabiskan waktu, ini tentang lantunan musik khas yang mengalun merdu dari pertemuan alat musik tradisional dengan tubuh yang ingin terus bergerak gemulai mendampinginya, yang menjadi alasan utama aku mencintai tari tradisional.

Namun, jalan ini bukan yang Ayah inginkan. Sementara berdiri di seberangnya jelas tidak akan pernah menjadi pilihanku. Ayah satu-satunya orang, yang menjalani hidupnya untukku. Lalu, inikah perpisahan dengan duniaku atau ada jalan lain untukku?

***



Judul buku: Rasa
Penulis: Namira Daufina
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: 2013
GWI: 703.13.1.065 
Jumlah halaman: 154

***

Review novel Rasa

Sebelum berpanjang lebar tentang novel ini, saya lebih dulu ingin mengatakan bahwa novel ini BAGUUUSS!

Mengapa saya bisa bilang novel ini bagus?

Jadi sebetulnya kemarin saya sedang libur, mau ngerjain tugas rasanya masih agak malas. Ehh :x Lalu mau tidur siang tapi rasa mengantuk sudah hilang. Ya sudahlah.. akhirnya saya memutuskan untuk nyecroll iJak. Yup, aplikasi perpustakaan digital itu loh... dimana kita bisa meminjam buku secara online dan membacanya di hp kita. Tentu saja namanya perpustakaan memakai sistem peminjaman. Nah, pas nyecroll koleksi buku-buku iJak, saya berhenti pada judul ini. Lebih tepatnya saya berhenti karena melihat covernya. Entahlah, cover buku bagi saya turut menjadi salah satu sebab saya ingin membaca atau membeli suatu buku.

Membaca keterangan buku, ternyata novel ini sudah diterbitkan sejak 2013. Cukup lama memang. Jumlah halaman pun lumayan tipis. Baiklah untuk mengisi waktu, saya memilih buku ini.

Novel berisi 10 bab ini dibuka dengan sebuah prolog lalu diikuti dimulailah bab 1 yang mengenalkan tokoh bernama Raby. Raby yang sejak kecil sudah menyukai tari tradisional dan kemudian belajar di sebuah sanggar dekat rumah. Di antara kesibukannya sekarang sebagai siswa SMA, Raby tetap sibuk belajar menari karena kecintaannya pada tarian. Hingga pada suatu hari, Ayahnya melarangnya untuk menari lagi.
"Namun layaknya dua jurang yang terpisah, aku akan mengerahkan berbagai cara agar dapat membuat jembatan yang paling pas hingga keduanya dapat terhubung, meski tidak pernah menyatu." - hal 11
It broke my heart. Emosi tokoh dalam novel ini ditulis dengan begitu hidup. Saya hampir-hampir bisa merasakan bagaimana sedihnya dilarang untuk melakukan hal yang sangat kita sukai, hal yang sangat berarti dalam hidup kita. Saya begitu terlarut dalam kesedihan Raby bagaimana ia melewati hari-hari dengan datar, tanpa semangat. Ah, kasihan sekali.. 

Novel ini dituliskan dengan bagus, dan cukup rapi kalau saya bilang. Saya suka bagaimana penulis memaparkan suatu hal. Walaupun ketika sampai pada dialog antara Raby dengan teman-teman SMA-nya, saya pikir cukup lebay juga. Yah, cocok sih sebetulnya, namanya juga anak SMA. Penulisan kalimat yang lengkap dengan huruf-huruf dobel dan tanda seru untuk menyatakan antusiasme. Bisa lah untuk dinikmati, membuat saya merasa sedang membaca novel orang dewasa namun disaat bersamaan seperti membaca teenlit. Do you know what i mean? πŸ˜ƒπŸ˜ƒ


"Ketika hidupmu berjalan tidak seperti yang selalu kamu bayangkan, berdoalah, bersabarlah, karena waktu akan memberimu segala jawaban." - hal 75
Beruntungnya Raby memiliki sahabat seperti Ano dan Rasha. Ketika ia merasa begitu terpuruk dalam hidupnya setelah terpaksa meninggalkan dunia yang sangat dicintainya, Ano dengan setia menemani dan menghiburnya. Tidak hanya Raby, saya juga merasa Ano ini sosok yang sangat baik. Pasti akan menyenangkan memiliki teman seperti Ano. Anehnya, entah mengapa dengan kebaikan Ano ini saya merasakan firasat buruk. Seperti akan terjadi sesuatu padanya. Ahaha kok bisa ya πŸ˜…
"Bagiku setiap detik kita adalah seribu cerita yang tak bisa dilukiskan oleh berjuta kata pengganti." - hal 41
Dan... ternyata benar firasat buruk yang sebelumnya saya rasakan. Terjadi sesuatu pada Ano yang semakin meghancurkan hati Raby, semakin membuat hidupnya terpuruk. Ah.. sedih sekali saya membaca bagian ini 😭😭😭😭 *tissu mana tissu? Saya betul-betul terkejut dengan adanya plot twist yang seperti ini. Saya kira ini hanya novel tentang kecintaan pada tari yang harus dikubur dalam-dalam.

Unsur tari dalam novel Rasa sebetulnya cukup kental. Bagaimana penulis menceritakan tarian-tarian tradisional dengan asal-usulnya. Bagaimana penulis bisa menggambarkan suasana pagelaran, suasana persiapan pertunjukan di belakang panggung. Tidak heran sih, karena ternyata penulis novel ini adalah seorang penari juga. Tentu sangat mengenal dunia tari dengan baik.

Penceritaan latar dalam novel ini sebetulnya bagus. Penulis bisa mendeskripsikan suatu hal dengan baik. Seperti ketika mendeskripsikan latar cerita ketika berada di Belanda dan di Paris. Cukup membantu pembaca untuk membayangkan lokasi cerita berlangsung. 

Pembentukan karakter Raby ini juga kuat sekali. Dengan banyaknya kesedihan dalam hidupnya, ia terus tegar menjalani hidupnya. Tentu saja hidup yang "direstui" oleh ayahnya. Dalam perjalanan hidup yang masih berbalut pertanyaan tentang larangan ayahnya, Raby terus menjalani hidup bersama Rasha dan teman-teman lainnya. Hingga suatu hari, terungkap lagi sebuah rahasia yang cukup mengagetkan, menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
"Sampai kapan pun Ibu tetaplah Ibuku. Aku selalu mencintai Ibuku, dulu maupun saat ini." - hal 140
Banyak sekali kejadian-kejadian tak terduga yang muncul dalam novel ini. Membuat novel ini semakin menarik. Apalagi mampu melibatkan emosi para pembaca seperti saya ini. Berkali-kali saya harus ikut kembali bersedih ketika Rasha teringat akan sahabatnya Ano. Ah, sungguh bagaimana novel ini bisa membuat saya merasakan kesedihan Raby?
"Aku tahu ada malam-malam dingin yang akan meringkukku dalam pelukan kenangan." - hal 92
"Aku kembali merindukannya." - hal 92
Novel 150-an halaman ini sebetulnya sangat bagus. Sarat makna, sarat emosi. Sayangnya alur dalam novel ini diceritakan terlalu cepat. Terkesan terburu-buru dengan banyaknya kejadian yang ingin disampaikan. Padahal, seandainya bisa di-explore lagi lebih jauh, novel ini akan semakin bagus. Dengan tebal segini saja sudah bisa membuat saya menangis diam-diam, apalagi bila bisa membuat alur ceritanya agak selow.

Banyak juga nasehat yang bisa dipetik dari novel ini. Bahwa kita harus berjuang untuk menggapai mimpi kita. Dan orangtua, meskipun tidak setuju dengan pilihan yang kita ambil, namun tentunya memiliki tujuan yang baik demi kita. Berusaha mencari jalan untuk menyinkronkan mimpi kita dengan mimpi orangtua. Semoga itulah yang terbaik.
"Sesuatu yang baru akan selalu datang, tapi bukan berarti yang lama akan tertinggal lalu terlupakan bukan?" - hal 144

Well, buat saya, semakin sebuah buku bisa membuat saya tenggelam di dalamnya, dan membuat saya semakin baper, maka semakin bagus buku itu πŸ˜€ Seperti buku ini! Maka saya pikir, untuk mampu menyajikan berbagai rasa dalam novel RASA, mulai kecintaan dengan suatu hal, hangatnya  persahabatan, keluarga, kekuatan hidup, bahkan secuil rasa cinta, saya beri πŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸ untuk novel ini.

Just like what Heni Mujaa said: 
"For a good book, to me, is the more it breaks my heart, the more I love it."

0 komentar:

More Than Words

11:56 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Marvel Wongso punya segalanya. Muda, cerdas, anak orang kaya.

Rania Stella Handoyo kebalikan dari semua itu. Murid beasiswa, sederhana, berusaha bertahan hidup di Singapura dengan tiap lembar dolar yang dimilikinya.

Mereka menyimpan rasa untuk satu sama lain, namun tak berani mengungkapkannya. Ketika berhasil terucap pun, yang satu selalu menganggap yang lainnya tak bersungguh-sungguh.

Dikejar keterbatasan waktu, mampukah Marvel dan Rania memaknai cinta itu lebih dari sekedar kata-kata?

***


Judul buku: More Than Words
Penulis: Stephanie Zen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978-602-03-1355-9
Jumlah halaman: 224

***

Review novel More Than Words

Ini merupakan novel pertama karya penulis yang saya baca. Awalnya saya melihat judulnya menarik. "More Than Words", kisah apa yang ingin diceritakan? Saya juga suka dengan sampul buku ini, hitam dan kuning, rasanya pas. Sangat menonjolkan judul ini. 

Begitu membaca bab pertama, saya sangat suka gaya penceritaan yang digunakan penulis. Memang mix dengan Bahasa Inggris.. tapi rasanya semuanya mengalir secara natural dan pas. Bahasanya sangat komunikatif sehingga betul-betul bisa dinikmati. Pengetikan pun sangat rapi. Saya hanya menemukan satu kesalahan ketik, dimana terdapat kata "keci" yang seharusnya adalah "kecil".

Novel ini ditulis dengan dua sudut pandang. Penggunaan dua sudut pandang, Marvel dan Rania secara bergantian sangat membantu dalam memahami cerita yang disampaikan. Kejadian demi kejadian disampaikan dengan runut meski dari sudut pandang yang berganti-ganti. Bahkan penggunaan P.O.V keduanya, mampu membuat saya masuk dalam cerita.

Saking asyiknya menikmati novel ini, bahkan baru membaca tiga bab saya sudah dibuat terharu. Padahal itu hanya hal sederhana, yaitu saling berbagi kepada teman! Belum tentang kisah cinta Rania dengan Marvel.. Hmm..! Baiklah, saya sudah jatuh cinta dengan novel ini! ♡

Semakin ke belakang, sayang sekali konflik dalam novel ini terlalu dangkal. Bagi saya sendiri, feel yang saya peroleh di awal-awal novel mulai menghilang. Antusiasme membaca mulai menurun, apalagi saya sudah menebak bagaimana ending cerita ini. Meskipun ternyata ending tidak tercipta dengan begitu mudahnya.

Sebetulnya pada awal membaca novel ini, saya agak kaget ketika tokoh menceritakan usianya yang masih 20 tahun dan 19 tahun. Well, untuk  ukuran novel metropop, saya pikir tokoh dalam novel ini terlalu muda. Meskipun novel ini menceritakan tentang keseriusan cinta, manis sebetulnya, tapi feel metropopnya terasa masih kurang. Apalagi dengan permasalahan yang tidak terlalu kompleks. Jadi saya rasa, remaja pun bisa membaca novel ini.
Tapi justru mungkin karena itu juga novel ini masuk kategori metropop. 

Nah, banyak sekali nasehat yang bisa dipetik dari novel. Terutama dalam hal pacaran bukan untuk main-main, tapi harus dengan tujuan serius untuk menikah.
"Jadi, tidak perlu ada acara menggaruk-garuk tanah karena patah hati akibat pacaran 'just for fun'." - hal 9
"When you've found the right person, you just know. I don't have to be thirty five to know that I've found 'the one', right?" - hal 168 
Tokoh Marvel sebagai anak orang kaya, dapat mengajarkan kita bahwa jangan menilai seseorang hanya dari harta yang dimilikinya. Kita tidak tahu, bagaimana seseorang itu berusaha keras untuk mencapai kesuksesan *meskipun dalam hal ini, orang tua Marvel sih yang berjuang dari 0 sebelum jadi kaya seperti sekarang. 
Dan tentu saja, untuk menjadi percaya diri, tidak melulu dengan mengenakan barang bermerek.
"You can buy Louis Vuitton, but trust me, you can't buy style." - hal 25
Sungguh, kita tidak perlu mengkhawatirkan apa yang orang lain katakan dan menjadi rendah diri karenanya.
 "Jangan nilai diri lo berdasarkan apa kata dunia atau kata orang lain." - hal 87
Saya juga suka dengan tokoh Celine, teman sekamar Rania yang bisa memberikan nasehat untuk Rania, teman yang sangat peka dan pengertian. Salah satu kalimatnya yang saya suka adalah
"When you spend time worrying, you're simply using your imagination to create things you don't want. Choose faith over worry." - hal 197
Yah, memang betul. Kadang kita terlalu banyak membayangkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Bahkan karena hal itu kita menjadi takut untuk bertindak, kemudian menyesal karena tidak pernah melakukannya.
"The worst regret we can have in life isn't about the wrong things we did, but for the right things we could have done but never did." - hal 192
Keseriusan tokoh Marvel dengan cintanya juga layak kita tiru. Meskipun banyak orang yang sekitarnya yang meragukan cintanya pada Rania, namun ia tetap yakin akan perasaannya. Kalimat Marvel yang sering sekali saya temukan dalam novel ini dan betul-betul bisa jadi contoh untuk kita, agar tidak sembarangan bicara.
"I always meant what I say"
Ah, ya. Satu lagi kalimat yang saya suka dari novel ini.
"Indeed, holding on is loving, but sometimes letting go is loving more." - hal 184
Cerita yang ringan dan sederhana ini, cocok untuk teman bersantai. Menceritakan kisah pertemanan yang hangat, cinta yang manis, dan ketaatan pada agama dalam kehidupan sehari-hari. Kalau saya bilang, membaca novel ini bisa sekali duduk langsung habis. Cukup singkat waktu saya dalam membaca novel More Than Words.

Overall, saya suka bagian awal dan akhir novel ini. Bagian awal terasa hangat dan menyenangkan, dan bagian akhir terasa sangat manis :) Dan juga untuk banyak hal-hal yang bisa dipetik pelajaran, buat saya novel ini πŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸ

0 komentar:

The Rising Star

13:26 Fasiha Fatmawati 2 Comments


Blurb

Sebagai artis junior, Alexa diminta terlibat dalam rekayasa untuk menaikkan pamor Juna, artis menyebalkan dan sok ganteng yang sama-sama bernaung di RR Production. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan menciptakan skandal. Rumornya Alexa ketahuan hamil dengan Juna padahal dia sudah bertunangan dengan Bara, caleg yang juga butuh pemberitaan sensasional agar semakin dikenal masyarakat. Jika ini berhasil bukan hanya pamor Juna dan Bara yang akan melambung, tapi nama Alexa juga akan bersinar. Mereka bertiga akan menjadi The Rising Star.

Skenario yang dijalankan nyaris sempurna, hingga sandungan kecil mengacaukan semuanya. Setelah hangout sampai teler berat di pub dan terbangun di kamar hotel, Alexa mengalami gejala yang dialami oleh perempuan yang sungguhan hamil! Sialnya, Alexa tidak tahu dengan siapa ia tidur malam itu.


Adegan demi adegan yang mereka jalani ternyata malah membuat Juna dan Bara menyukai Alexa. Mereka sama-sama memberi perhatian pada Alexa dan berusaha memperebutkan ciinta gadis itu. Namun, ternyata diam-diam sebenarnya hati Alexa sudah ditambatkan pada pria yang terlarang untuk ia cintai ....


***


Judul buku: The Rising Star
Penulis: Angelique Puspadewi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978 - 602 - 03 - 1385 - 6
Jumlah halaman: 232

***

Review novel The Rising Star

Novel berjudul The Rising Star ini adalah novel ketiga karya Angelique Puspadewi. Saya lihat buku-buku karya penulis ini, covernya didominasi warna pink. Termasuk novel ini dengan sampul pink-nya yang terasa cukup pinky, tapi cantik bagi penyuka warna pink. Dan benar saja, ternyata Mba Angel ini suka warna pink! πŸ˜€ 

Pertama kali saya pegang buku ini, saya suka. Mengapa? Sampulnya emboss hehe. Kebanyakan sampul biasanya kan hanya rata. Sebelum membaca saya juga sempat membuka novel ini secara sekilas. Pada tiap bab baru, ada ilustrasi bintang-bintang yang mempercantik novel ini. Kalau saya sih suka πŸ‘


Cover novel ini, seperti gambar yang sudah saya lampirkan di atas, bergambar bintang pada puncak tangga dengan siluet gedung-gedung perkotaan. Sebetulnya cukup menggambarkan judul "The Rising Star", bagaimana perjalanan menjadi seorang bintang terkenal. Cuma dari pandangan saya sendiri, ilustrasi cover dengan lini Amore ini terlalu Teenlit πŸ˜‚ gimana itu maksudnya yah? Jadi awalnya saya tidak menduga kalau novel ini menceritakan kehidupan Alexa dan pemeran lain yang cukup dewasa.


Latar dunia keartisan yang diceritakan dalam novel ini sedikit banyak memberi gambaran kehidupan artis yang suka punya skandal. Dan mungkin sekalian menjawab mengapa artis-artis kita itu banyak terlibat skandal πŸ˜€ Kan banyak tuh sering liat di acara infotainment ada artis X pacaran sama artis Y. Eh taunya cuma untuk mencari popularitas. Ups. kok malah jadi membicarakan artis :x


Kembali ke novel .....

Novel ini dibuka dengan menceritakan kehidupan Alexa, bagaimana ia bisa berakhir menjadi seorang artis. Menjadi artis junior yang belum tenar, maka Alexa mau nggak mau harus mematuhi keputusan manajemen. Termasuk dalam menciptakan skandal artis.

Di awal novel, saya merasa kasihan sekali dengan Alexa. Ia sangat terpaksa menjalani skenario, bukan demi ketenarannya, tapi malah demi ketenaran artis lain yang ia benci. Ia juga melakukannya demi keluarganya, agar ia tidak kehilangan pekerjaan sebagai seorang artis karena harus merawat Papanya. 


Membaca blurb novel ini cukup bisa memberi gambaran bagaimana alur cerita dalam novel ini... Meskipun bagian "cinta terlarang" membuat penasaran, tapi sayang sekali sudah langsung terjawab di bagian cukup awal novel ini. Membaca sampai 5 bab, saya tahu siapa yang disukai Alexa, walaupun saya belum bisa menebak bagaimana ending novel ini. Siapa sih yang bakal dipilih Alexa?


Penokohan dan juga kisah cintanya dibuat luar biasa oleh penulis. Alexa yang dalam bayangan saya setiap kali menghadapi orang bawaannya tensi melulu, (yah kecuali sama Papanya dan kakak tirinya), disukai oleh tiga orang pria. Well, kebanyakan novel biasanya hanya melibatkan 2 pria di seputar tokoh utama. Tapi ini 3! Ngurus satu aja susah, gimana ngurus 3? Ehh πŸ™Š

Yah, walaupun untuk satu pria terlarang ini, bagi saya dia dan Alexa cukup baperan. 

Rasanya pada permulaan novel ini sudah banyak hal-hal yang cukup menegangkan. Setelah terpaksa mengikuti keputusan manajemen, ia juga harus kesal dengan seseorang. Keberanian Alexa menghadapi orang ini ternyata malah membuat orang tersebut suka. Actually, buat saya terlalu awal untuk menceritakan bahwa orang ini "suka" dengan perlakuan Alexa yang sangat berani menantangnya. Membuat orang ini terkesan aneh.


Dan... mmm... emosi Alexa ini membuatnya menjadi gadis yang sangat berani terutama dalam menantang pria-pria ini. Luar biasa karena hal ini malah membuat mereka suka dengan Alexa! Satunya terpukau, satunya lagi dibuat bertalu-talu jantungnya. Kok bisa gitu ya..? Padahal kalau pas baca bagian Alexa marah-marah itu saya jadi ikutan tegang πŸ˜…

Ah, mungkin itu kelebihannya Alexa 😜 atau kelemahan pria-pria tadi? πŸ˜…
Tapi dengan kesamaan sebab bagaimana mereka suka dengan Alexa, buat saya malah membuat cerita ini agak monoton dan menganggap pria-pria ini aneh. Yah walaupun si pria ini juga menganggap Alexa aneh karena hobi banget nantangin orang.

Lalu, bagaimana dengan kehamilan Alexa? Twist dalam novel ini cukup mengagetkan.. Saya tidak menyangka akan menjadi seperti ini alur cerita. Dan justru ini yang membuat novel The Rising Star semakin menarik. Padahal, pada permulaan novel banyak adegan marah-marah dan saling tantang membuat saya menilai tokoh novel ini menyebalkan dan ilfeel dengan munculnya cinta terlarang.


Yang cukup membuat saya jadi mulai berpikir positif tentang Juna adalah ketika dia bilang

"Gue tahu dan sudah siap dengan konsekuensi itu. Gue yakin akan terkenal suatu hari nanti. Tenang saja." - hal 147
Semakin membaca novel ini, kesan saya pada Alexa juga semakin baik. Saya menilai Alexa sebagai gadis yang kuat dengan segala cobaan yang menimpa dirinya. Dan keegoisan tokoh-tokohnya pun semakin menyurut. Bagaimana tokoh-tokoh ini bisa saling mengesampingkan ego demi keluarga, demi orang yang dicintainya.


"Tetapi biarkan aku berdoa agar Tuhan mempersatukan kita di akhirat kelak. Mengizinkanmu menjadi bidadari surgaku. Seperti Tuhan menyatukan Adam dan Hawa beratus tahun kemudian. Kuharap waktu itu datang untuk kita" - hal 159
"Teruslah seperti ini, Lex. Meski elo benci setengah mati sama gue. Gue mohon, naiklah ke atas bersama gue. Jadi rising star kebanggaan RR." - hal 178

Secara keseluruhan, novel ini diketik dengan cukup rapi. Namun, beberapa kali saya menemui kurangnya tanda titik pada akhir kalimat. Selain itu, penulisan nama tokoh Jamal pada halaman 79 yang seharusnya diawali huruf kapital tertulis "jamal". Pada halaman 151, terdapat kata "menangkan" yang saya rasa harusnya "menenangkan". Halaman 161, kata "in" seharusnya "ini".

Untuk penyajian plot twist yang tak terduga serta menutup cerita dengan manis dengan kelapangan dan keterbukaan hati para tokoh, juga novel ini menyimpan hal-hal menarik tentang cara pandang hidup yang fiksi dan realistis, saya beri πŸŒŸ πŸŒŸ πŸŒŸ

Ada  beberapa potongan percakapan yang saya suka.


"Seorang anak tidak dapat membayar kebaikan orangtua" - hal 156
"Arya. Haruskah ada alasan, ketika aku bahkan sudah merendahkan diri mengejarmu? Tidak peduli dunia mencemooh. Perisaiku, hanya cintamu." - hal 176
"Cinta yang dewasa adalah yang memikirkan segala aspek." - hal 197
"Jika kita berniat membahagiakan orangtua dengan pilihannya, maka Tuhan juga akan membahagiakan kita." - hal 201

Oya, kemarin saya sempat membuka instagram Mba Angel, dan nemu postingan tentang tokoh imajinasi dari novel ini dan novel "No One But You", kelanjutan cerita Arya - Alexa- Juna. Bagi penggemar drama Korea pasti tahu siapa mereka. Kalau gue sih YES buat Arya πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ



Ah jadi nggak sabar pengen ketemu dengan Oppa Kang Ji Hwan.. ehh Arya di novel "No One But You". Tunggu reviewnya yaaak... πŸ‘‹πŸ˜

2 komentar:

My FiancΓ©e Is A Secret Agent

18:04 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Radisti Putri Mahesa, seorang desainer muda yang berbakat, cantik, menarik, dan juga cerdas. Ia adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga Mahesa, sebuah keluarga yang berpegaruh di Indonesia. Tak heran jika sikapnya terkadang manja dan sangat jail.
Tetapi di balik kehidupan keluarganya yang bahagia dan karir desainernya yang cemerlang, ia mempunyai kehidupan lain yang tidak diketahui siapa pun termasuk keluarganya. Kehidupan yang tak pernah disangka-sangka....
Paundra Pratama Danubrata adalah putra kedua dari keluarga terpandang, keluarga Danubrata. Dia memiliki wajah yang tampan, pintar, dan berwibawa. Sikapnya yang sangat mandiri membuat dirinya tidak suka terhadap semua perempuan manja.
Ketika keduanya dipertemukan melalui pertemuan yang tidak disengaja, apakah mereka akan saling cocok satu sama lain? Atau mungkin lebih dari itu?

***


Judul buku: My FiancΓ©e Is A Secret Agent
Penulis: Mayya Adnan
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
ISBN: 9786020265155
Jumlah halaman: 324

***

Review novel My FiancΓ©e Is A Secret Agent

My FiancΓ©e Is A Secret Agent adalah novel jebolan Wattpad yang pertama kali saya baca. Novel karya Mayya Adnan ini mendapat ribuan pembaca di Wattpad, terakhir saya lihat kemarin adalah 2,1 juta pembaca. Wow! Hal ini menjadi salah satu alasan saya membaca novel ini dengan asumsi "Wah, sudah banyak sekali yang baca. Pasti keren ini novelnya". Sebenarnya judul asli novel ini di Wattpad adalah "Lie to Me", tapi sebelum diterbitkan kemudian diganti judul menjadi "My FiancΓ©e Is A Secret Agent". Bisa baca sebagian ceritanya disini, tapi beberapa bagian memang sudah dihapus penulis dari Wattpad. Mayya Adnan sendiri sudah menghasilkan beberapa karya yang sudah diterbitkan, seperti "The Proposal of Love" dan "Sweet Disaster". Maaf sekali kakak, saya belum sempat membacanya ^^v

Sayang sekali pengetikan novel ini kurang bagus alias banyak typo. Baru membaca sepuluh halaman pertama, sudah terdapat empat halaman yang di dalamnya terdapat kesalahan ketik. Dan bahkan dalam satu halaman, saya bisa menemukan dua kesalahan ketik! Ini betul-betul mengganggu kesyahduan membaca saya. Halah.. Tapi memang begitu adanya. Meskipun mayoritas penyebab kesalahan ini hanya karena kurang spasi, dan saya tetap bisa membacanya, tapi tetap terasa mengganjal. untung saja semakin ke belakang, kesalahan ketiknya semakin sedikit.
Nah, harapannya, seandainya nanti ada proses cetak ulang, novel ini harus dicek lagi pengetikannya. Penting ini.. hehe..biar pembaca nyaman gitu.. Secara cerita ini sudah diterbitkan, oleh penerbit besar pula, jadi bukan lagi sembarang tulisan yang cuma dipublish di aplikasi Wattpad.

Meskipun begitu, alur cerita yang menarik bisa membuat saya memaafkan banyaknya typo. Penceritaan tokoh Radisti dan Pratama membuat saya bisa membayangkan dan tersenyum-senyum ketika mereka pertama, eh kedua kalinya juga bertemu dengan cara yang sama lagi: bertabrakan. Penulis ini bisa banget membuat Radisti dan saya jatuh cinta juga dengan Pratama gara-gara sosok dan sikap Pratama yang gentleman bangeet.. Menarik sekali menyimak cerita keduanya. Apalagi dengan sosok Radisti yang menjadi seorang agen sehingga apa yang dilakukan harus serba rahasia. Lanjutan ceritanya seperti menjadi makin misterius. Dan mungkin, ternyata nggak  cuma Radisti yang memainkan sebuah rahasia?

Penulisan cerita dalam novel ini menggunakan tiga sudut pandang: Author, Radisti, dan Paundra a.k.a Pratama. Sebetulnya saya lebih suka kalau novel ini ditulis dengan sudut pandang Radisti dan Paundra saja, atau malah sekalian orang ketiga serba tahu, alias sudut pandang penulis. It's kinda weird membaca cerita yang ditulis sudut pandang "Author". Well.. baru pertama kalinya memang saya baca novel dengan P.O.V yang begini. Oya dan saya sebetulnya bertanya-tanya.. mengapa ketika akan menceritakan sudut pandang Pratama, harus pake judul "Paundra a.k.a Pratama".. Nggak Paundra aja gitu.. meskipun Paundra ini ngakunya sebagai Pratama, tapi dia menyebut dirinya sendiri sebagai Paundra. Kan ini sudut pandangnya Paundra πŸ˜†πŸ˜†

"Hal apa yang bisa membuat kita lebih bahagia selain menikmati hari bersama orang-orang tercinta?" (hal 51)
Yup. Saya suka sekali kalimat pembuka subbab 6 ini. Saya juga orang yang sangat menghargai saat-saat bersama dengan keluarga. Menyenangkan sekali melihat suasana ketika anggota keluarga saling bercengkrama, saling menggoda. Dalam novel ini, Radisti dan saudara-saudaranya terlihat sangat akrab dan hangat. Meski kadang saling mengejek, menggoda, yaa biasa lah kakak adik, tapi mereka saling menyayangi. Cerita Radisti dan saudara-saudaranya ini membuat novel ini lebih seru untuk dibaca.. pas sekali. Tidak berlebihan sampai mengganggu alur cerita namun tetap pas untuk diceritakan.

Pada awal membaca novel ini, memang Mama Radisti sudah memaksa Radisti untuk segera menikah karena kedua kakaknya sudah. Dan ternyata, Radisti pun tidak lepas dari sebuah acara perjodohan keluarga. Yaah.. nggak seperti kisah Siti Nurbaya juga sih.. dan perjodohan yang terjadi pun bukan karena adanya urusan politik maupun perusahaan. Radisti dari awal menolak, bahkan betul-betul tidak mau tahu siapa yang akan dijodohkan dengan dia. Walaupun pada akhirnya ia menerima  perjodohan hanya demi kedua orangtuanya.

"Aku meraih handphone-nya dan jantungku kembali melompat-lompat. Foto itu ... foto Radisti yang aku kenal. Oh my God ..."
Oh my God..! Begitu kata Pratama ketika melihat foto Radisti, gadis yang ingin dijodohkan dengannya oleh orangtuanya. Disini saya ikutan ber-Oh my God! πŸ˜„πŸ˜„ ternyata.. Pratama yang tadinya ogah-ogahan karena mau dijodohkan.. mungkin jadi mau? Ah sayangnya Disti belum tau kalau yang mau dijodohkan adalah Pratama yang udah dikenalnya.. Coba kalau tahu, pasti langsung mau.. etapi nanti novelnya langsung tamat. Hihihi.

Well.. Kembali ke kisah cinta Radisti dan Paundra. Kalau saya bilang sih penulis "cukup" berani menuliskan adegan dewasa. (Perasaanku aja atau memang di novel-novel sekarang memang gitu?) Tidak banyak memang, karena kisah cinta mereka yang tarik ulur. Selain itu kisah mereka juga menggemaskan. Disti yang keras kepala, cuek, namun mandiri, bisa tidak berkutik ketika menghadapi Paundra. Dengan Paundra yang sabar dan penuh perhatian pada Disti, dan pandai menggoda! bagaimana Radisti tidak meleleh hatinya? :D Pasti cewek-cewek lain juga sih kalau ada cowok keren memberikan senyuman yang selalu menawan. Nah yang menggemaskan adalah sering adanya kesalahpahaman di antara mereka berdua ini. Gimana nggak gemasss... kalau ada apa-apa mah langsung ditanyakan saja ke yang bersangkutan gitu loh.. malah pada diem-dieman tapi kangen. wkwk. Sering banget ini dua orang salah paham gara-gara komunikasi yang nggak beres.

Novel yang saya kira berakhir setelah sepertinya Radisti dan Pratama bisa menerima satu sama lain, ternyata tidak. Justru ketika mereka sudah berbaikan, masalah baru kembali muncul. Belum diselesaikan, Disti harus segera pergi untuk urusan pelatihan agen-agen rahasia. Hingga akhirnya terkuak suatu rahasia yang sangat mengagetkan mereka berdua, terutama Radisti. Terbukanya rahasia tersebut ternyata malah semakin menjauhkan mereka berdua.

"Ia tahu semua tak akan mudah. Namun ia yakin akan bisa menjalani semuanya. Cinta sejati bukan mencari kesempurnaan tetapi mengubah yang ada menjadi sempurna." (hal 304)

Cerita bertema cinta dan perjodohan dari dua keluarga kaya dan terkenal mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Yang membuat novel ini sedikit berbeda adalah penulis memasukkan bumbu politik di dalam alur cerita. Memang sangat terkait dengan pekerjaan tokoh sebagai agen untuk menyelidiki beberapa kasus. Beberapa peristiwa politik  yang terjadi di Indonesia, seperti pencalonan presiden dan penyadapan, juga sempat disebutkan dalam novel ini. Meskipun aroma politik yang dituliskan cukup sederhana, tapi mampu membuat novel ini menjadi menarik. Bahkan direktur yang membawahi agen-agen ini adalah orang yang sebelumnya tidak saya duga.

Overall, cerita dalam novel ini cukup menarik untuk dibaca, cuma masih banyak typo-nya aja yang mengganggu. Untuk menghadirkan tokoh Pratama yang saya suka, menggambarkan kehangatan keluarga dan juga memberikan cerita yang menarik, bagi saya novel ini πŸŒŸ πŸŒŸ πŸŒŸ πŸŒŸ 

Dan saya akhiri tulisan saya dengan kalimat penutup novel My FiancΓ©e Is A Secret Agent:
"Mungkin benar bahwa kita tak akan tahu apabila jodoh kita sudah tiba. Jodoh adalah ketentuan Tuhan. Kita sebagai manusia hanya berusaha, namun kepastiannya hanya Ia yang tahu. Jodoh pasti bertemu ... dan waktulah yang akan menjawah apakah ia adalah orang yang benar tercipta untukmu?"

0 komentar:

Unmellow Yellow

09:43 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Rifki berprinsip ia harus menjaga cinta hanya untuk jodohnya. Namun, Bunda justru mengajaknya bertaruh soal jodoh dan cinta. Hidupnya jadi rumit ketika ia kalah taruhan. Ia terlanjur jatuh hati pada Raiha - gadis cuek bermata bola - tetapi terpaksa menerima Aludra, calon istri pilihan Bunda.

Aludra memang cantik, tetapi gadis itu terlalu berani mengekspresikan perasaannya terhadap Rifki yang konvensional. Hingga setelah bertunangan, Rifki tetap tak mampu menghalau Raiha dari hatinya; terlebih karena pertemuan-pertemuan mereka yang tak terduga di Johor dan cerita masa lalu yang seolah menguatkan takdir mereka.

Tanpa sadar, ia sudah membuah Raiha dan Aludra terluka. Ketika akhirnya Rifki berniat memperbaiki keadaan, sebuah kenyataan pahit terungkap. Berhasilkah Rifki mempertahankan prinsipnya? Ataukah ia harus mengalah pada Bunda demi bakti dan pertaruhan cinta?
***


Judul Buku: Unmellow Yellow
Penulis: Aryna Halim
ISBN: 978-602-249-611-3
Tahun Terbit: 2014
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
Jumlah halaman: 275

***

Review novel Unmellow Yellow

Don't judge the book by its cover.

Cover novel ini sebetulnya cukup menggambarkan isi novel.. Seorang cowo yang digandeng seorang cewe yang keliatannya suka banget sama itu cowo. Tapi si cowo sebetulnya suka sama cewe lain.
Cuma menurut saya sendiri, karena mungkin covernya gambar model kartun, jadi terkesan seperti novel teenlit. Jadi saya pikir awalnya ini novel teenlit, ternyata bukan.

Prolog dibuka dengan sebuah kutipan:
"A successful marriage requires falling in love many times, Always with the same person — Mignon Mclaughlin"
Saya kira ini novel tentang sebuah pernikahan, tapi ternyata mungkin penekanan quotenya pada "always with the same person".

Jadi dari awal saya salah kira terus yaπŸ˜…

Anyway, topik cinta memang selalu menarik, apalagi tentang jodoh. Rifki, tokoh utama novel ini, lelaki berusia 26. Ia memiliki problema hampir sama dengan ribuan pemilik usia 26 lainnya, yaitu menjawab pertanyaan: "kapan nikah?"
Memang usia-usia kritis. Yang sudah atau sedang mengalami pasti tahu banget rasanya, kan? :p

Kalo di imajinasi saya, Rifki ini seorang lelaki yang auranya terpancar.. *hasseek πŸ˜… ... ganteng.. pinter.. ramah.. enggak playboy.. nurut sama bundanya lagi.. nikahable banget gitu... ehh πŸ™ŠπŸ™Š
Yang bikin gemes adalah, saking nurutnya sama Bunda sampai-sampai mau dijodohkan meskipun terpaksa..πŸ˜₯

"Naif sekali jika itu terjadi, Rif! Naif dan labil! Kalau mau main-main soal hati, harusnya jangan sejauh ini. Kamu pikir anggukanmu di depan orangtua Aludra waktu itu hanya sebuah permainan dan akan selesai dengan sendirinya? Atau kamu anggap semua ini hanya uji coba? Jika begitu, kamu pantas dipersalahkan atas semua kekacauan ini!"

Novel ini ditulis dengan kalem, tenang, mengalir. Entahlah bagaimana saya bisa menyebutnya kalem ya.. enggak yang menggebu-nggebu gitu lah ya.. tapi tetap penyampaian isinya sederhana dan menyenangkan..
Alurnya pun nggak terlalu cepat atau terlalu lambat.. Bagian-bagiannya mengalir.. Jadi betul-betul bisa dinikmati..
Hanya kemunculan tokoh baru sering tiba-tiba, jadi ketika nama baru muncul langsung tiba-tiba mikir "eh ini siapa lagi?" Nggak terlalu masalah sih.. penjelasannya ada di paragraf berikutnya..

Cuma, saya nggak ngerti hubungan skandal manager Raiha dengan inti cerita ini. Maksud saya adalah, hal itu tidak terlalu penting untuk diceritakan.. Ini adalah plot yang paling menyimpang menurut saya.. Jadi saya terlalu memikirkan tokoh Bu X dan Pak Y, yang ternyata bukan siapa-siapa.. cuma berperan dalam pengangkatan Raiha sebagai manager baru. Udah gitu aja..

Dengan latar Kota Malang, Jawa Timur sebagai lokasi, novel ini menyisipkan beberapa bahasa yang biasa digunakan disana.. Ada "ajrek", "ayak", dll. Saya nggak ngerti banyak sih, tapi ada footnote penjelasannya juga, jadi tetap bisa dipahami.. *iyalah itu kan bacanya cuma dengan dibalikπŸ˜…

Untuk alur ceritanya, sayang sekali novel ini sangat mudah ditebak. Dari awal saya sudah bisa menebak, ini pasti yang jahat adalah si dia.. Sebenarnya bisa lebih membuat pembaca penasaran ketika di awal cerita tidak terlalu banyak bocoran. Coba tebak "dia" itu siapaaa? 😁
Meskipun begitu, penuturan cerita yang cukup menyenangkan membuat saya melanjutkan membaca. Betul, novel ini semacam bacaan ringan yang tidak terlalu menguras emosi πŸ˜† bisa untuk teman bersantai..

Bagian novel yang bikin gemes adalah, ketika Raiha tahu bahwa Rifki ternyata sudah bertunangan dengan Aludra. Padahal Raiha sudah mulai in love sama Rifki. Kan kasihaaan 😒 serasa ter-PHP gitu.
Dan sedih sekali waktu Rifki bilang ke ibunya:
"Sudah tidak penting untuk dijawab saat ini kan, Bun? Satu bulan lagi pernikahan kami akan digelar. Biarlah itu menjadi rahasia Rifki, Tuhan, dan Raiha. Kelak, kami berdua akan bisa memetik hikmah dari semua proses hidup kami."
Kan sedih ya, cinta yang tidak bisa bersatu, harus disimpan dalam hati..

Pesan yang saya tangkap dari novel ini adalah:
Jadi lelaki yang tegas doong ! Kalau suka bilang suka kalau enggak bilang enggak.. apalagi ini menyangkut urusan jodoh, dengan siapa bakalan hidup menua bersama.. πŸ˜†
Dan si Ibu, kalau menjodohkan anak ya perlu mempertimbangkan perasaan anak juga, niatnya memang untuk kebaikan biar cepet nikah.. tapi kan..

Dan tentu saja novel ini juga menyampaikan pesan "kalau jodoh nggak kemana". Ketika jodoh dipertaruhkan, tetap, pada akhirnya jika jodoh ya pasti dipertemukan.

Saya suka sekali kalimat Rifki dalam penutup novel ini:
"Waktu sering kali membantu seseorang untuk menemukan cinta. Bukan cinta biasa, melainkan cinta sejati. Cinta putih yang terjaga hanya untuk orang yang sudah dijodohkan bagi kita. And it works on me, Honey."
Untuk novel yang cukup manis dan ringan ini, bisa membuat saya tersenyum meskipun nggak sampai tertawa, bisa membuat saya terharu meskipun nggak sampai membuat saya menangis berurai air mata, saya beri 🌟🌟🌟

0 komentar: