Love, Lemon, and The Last Kiss

08:15 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb


Meski Delia tergila-gila lemon yang kecut, tapi urusan kisah cinta, ia penggemar kisah cinta supermanis. Buat Delia, cerita tentang kesetiaan dan ketulusan Ardan merawat dan mendampingi istrinya masuk ke kategori kisah supermanis.

Namun, ketika kekaguman terhadap kisab Ardan yang manis itu perlahan berubah menjadi cinta, Delia terjebak dalam dilema.

Delia menekan perasaannya dalam-dalam terhadap Ardan dan memutuskan menerima cinta Reza yang gigih memperjuangkannya. Delia belajar satu hal: kisah cinta sejati tak selalu berjalan mulus dan manis. Seperti lemon yang kecut tapi menyehatkan, ujian kesetiaan membuat nilai cinta menjadi lebih berharga.

***


Judul Buku: Love, Lemon, and The Last Kiss
Penulis: Ida Ernawati
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978-602-03-1608-6
Tebal buku: 192 halaman

***

Review novel Love, Lemon, and The Last Kiss

Pertama yang saya lihat adalah judul dari novel ini. Love, Lemon, and The Last Kiss. Yang terbayang adalah rasa asemnya lemon.. akan seperti apa cerita dalam novel ini.. Dan memang yaah... banyak hal yang berbau lemon di novel ini.

Membaca beberapa halaman awal, saya melihat bahwa penulis ini mampu mendeskripsikan suatu hal, dengan detail.. Entah mengenai tokohnya, atau latar tempat cerita berlangsung. Sangat detail, membantu pembaca dalam membayangkan cerita di novel. Hanya mungkin memang ada satu dua penulisan kata yang salah.

Pada awalnya, feeling saya ketika membaca novel ini adalah biasa-biasa aja. Datar... Kurang memainkan emosi alias nggak bikin baper πŸ˜‚ *ehh. Saya pikir ini alur ceritanya juga terlalu cepat. Menghabiskan banyak halaman untuk mendeskripsikan hal-hal yang bersifat komplemen. Tapi untuk peristiwa yang diceritakan memang lebih difokuskan pada ujian kesetiaan dan kebimbangan dari tokoh. Mungkin ini sebabnya, saya cenderung nggak suka sama tokoh utama cerita ini, yaitu Delia.

Ini si mbak, kagum sama lelaki bernama Ardan dari cerita orang, nggak pernah berinteraksi, tau-tau udah dianggap jatuh cinta gitu.. terus terjadilah hal yang tak terduga. Saya jadi penasaran, sebenernya apa sih yang dirasakan Ardan?

Untungnya ada tokoh Reza. Saya paling suka dengan Reza. Okelah.. dari awal kemunculannya itu baik, almost perfect lah. Reza ini so sweet, romantis, cinta banget dengan Delia. Dan ini juga yang bikin saya kasihan sama Reza karena seakan jadi pelariannya Delia dari Ardan.

Setelah kemunculan Reza, mulailah ada scene yang saya suka. Yaitu ketika Reza melamar Delia. Konsepnya itu loh, dengan memanfaatkan lemon kesukaan Delia.. Hmm.. jadi pengen... *ups. Hehe
Lalu saya juga suka bagian teman-teman Delia menyiapkan batu-batu untuk ditulisi ucapan selamat pernikahan lalu dibuat semacam akuarium.. Intinya sebagai pengingat di hari nanti.. Ini ide boleh juga sih πŸ‘πŸ‘ Kalau saya sih suka.. πŸ˜†

Saya juga suka dengan tokoh Iyar, teman Delia. Dia ini benar-benar sebagai tokoh yang bisa menunjukkan kalau apa yang Delia lakukan itu salah. Dia juga yang selalu menguatkan Delia. Nggak seperti Anya.. awalnya nampak baik, sebagai sahabat Delia.. tapi lama-lama ketahuan juga Anya ini tukang kepo πŸ˜…πŸ˜…

Ada pesan Iyar buat Delia yang bagus menurut saya:
"Seharusnya, cinta itu bisa mendewasakan seseorang. Itu kalau orang itu siap untuk jatuh cinta. Seharusnya cinta menjadi sesuatu yang bisa diperjuangkan. Itu pun kalau seseorang siap dan benar-benar siap untuk jatuh cinta. Makanya jangan meremehkan jatuh cinta."
By the way, saya agak nggak menyangka kalau ternyata ending dari buku ini bagus sekali.. Secara awalnya kurang greget gitu.. Really unpredictable.. Bagaimana Delia yang tadinya seakan menjadi wanita yang mudah tergoda, hingga menjadi Delia yang mampu mempertahankan kesetiaan cintanya. Endingnya so sweet.. mengharukan.. bagus.. sangat dianjurkan untuk ditiru..

Coba baca surat yang ditulis oleh Reza untuk Delia. Benar-benar membuat terharu 😒 Ini Reza jadi lelaki kok memahami banget, ikhlas, nerima apa adanya.. duh.. mbak Del, beruntung sekali punya suami seperti Reza.

Meskipun tadinya Ardan ini kucap sebagai lelaki yang goyah oleh Delia, ternyata dia tetap setia dengan cintanya untuk istrinya. Ardan bahkan bilang ke Delia:
"Berusahalah untuk setia. Setia ketika pasangan kita baik-baik saja, itu biasa. Tapi setia ketika ada hal khusus yang terjadi pada pasangan kita, itu hanya untuk orang-orang yang berkelas. Dan aku yakin, kamu adalah perempuan yang berkelas."
Well, novel ini memang banyak mengajarkan tentang kesetian. Ujian terhadap kesetian sepasang kekasih.. Bagaimana kita harus mampu menghadapi godaan dan menerima bagaimanapun kondisi pasangan kita.

Untuk ending dan pesan bagus yang disampaikan, mungkin dari skala 5 versi saya, novel ini skornya 🌟🌟🌟 deh.

Sebagai penutup, ada pesan dari Ibunya Delia:
"tidak akan berhasil kalau kamu mencari seseorang yang sempurna. Nggak akan ada. Cari laki-laki yang bisa memperlakukan kamu seolah kamu orang yang sempurna."
Hmmm... syappp Ibu... ini juga lagi proses... πŸ˜‚πŸ˜‚


You Might Also Like

0 komentar: