Cinder (The Lunar Chronicle #1)

12:43 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Identitas buku



Judul buku: Cinder (The Lunar Chronicle #1)
Pengarang: Marissa Meyer
Tahun terbit: 2012
Jumlah halaman: 395 
ISBN : 978-1-4668-0011-3
Genre: Fantasi, science fiction, remaja

***

Review novel Cinder, The Lunar Chronicles #1

Aaaah... akhirnya selesai juga baca novel ini.. :3

Baiklah, ini adalah postingan pertama saya yang membahas tentang sebuah buku. Kayaknya boleh juga kalau aku bikin review buku-buku yang kubaca. At least, bisa buat catatan buat diri sendiri.

Oke, jadi buku yang saya baca ini berjudul "Cinder". Sudah terbitan beberapa tahun lalu hehe. Dan sudah tahu novel ini dari lumayan lama juga sebenarnya. Cuma, memang saya nih yang telat bacanya karena baru merasa tiba-tiba merasa pengen baca buku ini. Banyak yang bilang bagus. Hihi. Kebetulan genre novel ini adalah science fiction, genre yang memang aku suka dari jaman kecil dulu jamannya film Spy Kids 😁

Saya mau komen dari cover bukunya dulu. Cover buku ini oke menurutku, simple, dengan warna black and red. Paduan warna yang saya suka. Tak jauh-jauh dari Cinderella yang identik dengan sepatu kacanya, cover buku ini menggambarkan kaki Cinder dalam heels merah, dengan sedikit transparansi yang menanmpakkan tulang-tulang logam dari kaki Cinder. Awalnya saya sendiri kurang ngeh, baru ketika membaca bagian "Cinder melepas kaki", hah? melepas kaki? Lalu saya melihat cover buku ini. Ooooh jadi ini "kaki" Cinder yang menjelaskan bahwa dia seorang cyborg.

Cinder ini lah tokoh utama dalam novel ini. Cinder seorang gadis yang pekerjaannya menjadi seorang mekanik robot, di New Beijing. "Ayah" yang mengadopsinya sudah meninggal, jadi ia ditinggalkan bersama ibu tiri juga dua saudara tiri. Cinder ini lah yang mesti bekerja cari uit. Judulnya aja "Cinder", jadi nggak heran kalau yang kepikiran pertama kali adalah tokoh Cinderella. Ada tokoh Pangeran, Pangeran Kai namanya. Ada pesta dansa juga yang gosipnya ajang Pangeran untuk mencari jodoh πŸ˜„

Jadi, garis besar cerita di Cinder mirip-mirip dikit lah sama cerita Cinderella.


“Even in the future the story begins with once upon a time.” 

Bedanya, kalau Cinderella itu manusia, Cinder ini adalah cyborg.

Selain itu, cerita ini jelas lebih kompleks. Dengan latar cerita dunia modern, dimana manusia hidup bersama cyborg dan android, tapi masih melibatkan makhluk mitos. Setting kehidupan sebagai cyborg ini juga kali ya yang bikin penasaran, pengen baca selanjutnya, dan selanjutnya..

Baru halaman awal-awal, sudah senyum-senyum bayangin ketika Cinder dan Pangeran bertemu pertama kali.. Apalagi waktu Cinder dikira seorang laki-laki sama Pangeran πŸ˜‚πŸ˜‚ Secara, kerjanya jadi seorang mekanik...
By the way, mulai dari awal baca buku ini, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala. Cinder kan cyborg, emang bisa nanti nikah sama Pangeran Kai? Pangeran Kai tau nggak yah kalo Cinder itu cyborg ? Hubungannya sama Lunar apa? Apa Lunar ini yang perannya sebagai "ibu peri" buat Cinder?

“Do your kind even know what love is? Can you feel anything at all, or is it just... programmed?”

Pokoknya meskipun ketika awal-awal baca novel ini bakalan kebayang sama tokoh Cinderella, tapi eksekusi konflik sampai endingnya bener-bener bagus. Asli bikin tegang ketika sudah masuk konflik. Cuma mungkin di bagian pesta dansanya ada hal-hal yang standar lah.. Saya pikir kedatangan Cinder ke pesta bakalan lebih mengagetkan dan mencengangkan. Memang nggak ada sih bagian Pangeran Kai jadi so sweet sama Cinder, apalagi bikin melting. Padahal itu bagian yang kutunggu-tunggu.. dan sampai sekarang pun aku masih bertanya-tanya bagaimana perasaan Pangeran Kai buat Cinder yang sebenarnya.

Dan yang bikin sedih itu waktu Pangeran Kai bilang ke Cinder:
“You’re even more painful to look at than she is.”
*she ini maksudnya si Ratu jahat. 😒😒 
Hiks, You don't know Prince, you don't know the truth..

Overall, novel ini bagusss... indikatornya adalah, saya bisa baca novel ini cover to cover. This book keeps me interested. Dan endingnya.... sesuatuk banget. Lagi seru-serunya baca dan halamannya habis, bikin nggak sabar pengen baca novel berikutnya...

Wkwk penasaran kan yah.. πŸ˜„πŸ˜„ Baca sendiri aja lebih seru πŸ˜€ Pokoknya ini novel menguji imajinasi dan membuat bertanya-tanya bagaimana cerita selanjutnya.

Jadi dari 5 bintang, saya beri 🌟🌟🌟🌟🌟 deh. Recommended buat dibaca 😊

Last quote from this book:
“We have the ability to love each other, no matter our differences. To help each other, no matter our weaknesses.” 

Btw, ini sebenarnya postingan dari blog-saya yang Sweet Smile to The World tapi saya repost buat nyobain blog baru ini. hihi.

Oya, novel seri Lunar Chronicle ini deleted scene-nya loh.. isinya tentang beberapa bagian yang nggak ada di buku terbitan. Nah, Marissa Meyer, penulis novel ini, beberapa waktu lalu mempublish scene ini dan saya udah post juga di blog saya. Bisa cek sini yak πŸ‘‰πŸ‘‰ Lunar Chronicles Deleted Scene #1

You Might Also Like

0 komentar: