Istana di Atas Pasir - Bey Tobing

08:44 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Mahar seratus juta telah meruntuhkan fondasi cinta Ivan dan Amara yang telah mereka coba bangun selama tiga tahun terakhir. Mereka berpisah, meninggalkan semua kenangan manis dan menutupnya menjadi lembaran masa lalu.

Amara mengikuti keinginan sang ibu untuk menikahi Adrik, lelaki sempurna berjabatan tinggi yang bergelimang harta. Semua berjalan sesuai yang diimpikan sang ibu, pada awalnya. Hingga Amara mulai menyadari betapa rapuh rumah tangganya.

Bertahun-tahun lewat, Amara tak sengaja bertemu kembali dengan Ivan. Semua telah berubah, kecuali rasa yang masih mewarnai hati keduanya.

Namun, apakah rasa itu cukup untuk membuat cinta menemukan jalannya?

Atau mereka harus mempertahankan istana masing-masing, yang dibangun dari pasir?

***
Judul buku: Istana di Atas Pasir
Penulis: Bey Tobing
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978 - 602 - 03 - 1653 - 6
***

Review Istana di Atas Pasir

Sebab, cinta melewati batas kata-kata.

Yup. Semacam tagline dari buku ini. Ketika sepasang manusia dipertemukan kembali setelah ribuan hari hidup dalam cerita masing-masing. Tapi, ternyata rasa cinta mereka tetap utuh terkubur dalam hati masing-masing hingga waktu menyatukan mereka.

Buku ini saya baca kurang lebih sekitar 2 jam. Waktu yang cukup singkat untuk membaca sebuah novel. Hanya 190an halaman memang. Pas sebetulnya karena otaknya lagi penat terus rasanya pengin baca buku ringan. Akhirnya menemukan buku ini.

Alur cerita dalam novel setebal ini, tentu disampaikan dengan cepat. Kehidupan tokoh tidak diceritakan semua, hanya pada bagian-bagian penting yang berhubungan. It's ok karena memang saya sedang tidak ingin berlama-lama membaca novel. *inget TA langsung pening dan mikir masih sempat gitu baca novel πŸ˜…

Di awal, buku ini seperti langsung menyajikan sebuah konflik. Perkara mahar 100 juta. Memang terkesan mengada-ada, tapi di kehidupan high class hal seperti itu memang ada. Tapi yasudahlah, lanjut saja membaca. Why? Saya penasaran dengan nasib tokoh Ivan. Tentu saya menaruh simpati pada tokoh ini karena ia menjadi korban mahar 100 juta.

Ah, yang saya kaget sendiri, entah apakah terlalu baper bacanya, tapi saya sangat terharu pada bagian: perekonomian keluarga Ivan sedang sulit, tapi pembantu di rumah Ivan tetap setia ingin bekerja meskipun tidak dibayar karena merasa diperlakukan tidak seperti pelayan di rumah Ivan.
Baiklah dari sini saya mulai betul-betul menyimak.

Oya, tokoh yang saya kagumi dari novel ini adalah Kia. Dia diceritakan sebagai gadis cerdas dan mandiri. Tegas tapi tidak otoriter. Dewasa dan tahu cara mengekspresikan rasa cinta tapi tidak tampak murahan. Bonusnya, cantik! Bahkan dengan gambaran yang sempurna seperti itu, kisah cintanya di buku ini tidak beruntung. Tapi... dia bisa menerima kekalahan dengan hati yang lapang. Well... mbak-nya setrong 😁😁

Kalau tokoh yang tidak favorit tentu mamanya Amara. Begitu memaksakan kehendak pada anaknya dan mendewakan status sosial alias gengsinya tuinggi macam kaum-kaum borjuis. Korbannya siapa? Ya anaknya.. Tapi syukurlah si mama ini mau bertobat, ya setelah melihat kehidupan anaknya yang hancur gara-garanya.

Ada beberapa bagian yang ... pantas lah buat pembelajaran hidup. Seperti jangan menikah hanya karena materi, tuntutan sosial, apalagi "pandangan normal" tentang "umur segini belum menikah". Lalu tentang pentingnya komunikasi dalam rumah tangga dan menghargai apa yang sudah kita miliki. Seperti banyak quote yang mengatakan bahwa kita akan menyadari pentingnya seseorang setelah kehilangan.

Yang terakhir, tetep quote favorit dari buku ini adalah:
"Sebab, cinta melewati batas kata-kata" ❤❤❤

0 komentar:

Everything, Everything

10:15 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Penyakitku langka, dan terkenal. Pada dasarnya, aku alergi terhadap seluruh dunia. Aku tidak meninggalkan rumahku, dan belum pernah keluar dari rumah selama tujuh belas tahun. Orang yang aku temui hanyalah ibuku dan Carla, perawatku. Tapi suatu hari, sebuah truk pindahan tiba di rumah sebelah. Aku melongok keluar dari jendela dan aku melihat cowok itu. Dia tinggi, kurus, dan mengenakan baju serba hitam. Dia memergokiku sedang menatapnya dan dia balik memelototiku. Namanya Olly. Mungkin kita tidak bisa memperkirakan masa depan, tapi kita bisa memperkirakan satu atau dua hal. Seperti misalnya, aku yakin aku akan jatuh cinta pada Olly. Tapi, hal itu hanya akan menjadi bencana.
***
Judul buku: Everything, Everything
Penulis: Nicola Yoon
***
Review Novel Everything, Everything

Well, pada awal membaca buku ini, saya agak kurang tertarik. Mengapa? Karena saya langsung teringat novel "The Fault in Our Star". Agak mirip-mirip sebetulnya jalan ceritanya, walaupun memang sakit yang diderita tokohnya berbeda.

Masih membuat saya berpikir, betapa mudahnya seseorang jatuh cinta, dengan tetangga baru! Dari pihak Carla (tokoh utama wanita yang sakit) tentu kedatangan tetangga baru memberikan hal yang baru dalam hidupnya. Manusia memang diciptakan untuk selalu penasaran dengan hal-hal yang baru.
Tapi kalau dipikir dari pihak Olly, begitu mudah dia jatuh cinta dengan Carla. Terlalu cepat. Seakan di dunia ini hanya ada mereka berdua :D

Sampai disitu, novel ini sudah bisa ditebak jalan ceritanya.

Agak tidak masuk akal sebetulnya cerita ini. Dengan pengawasan yang begitu ketat dari ibunya, Carla ini bisa dengan mudah melarikan diri dari rumah.

Ah tapi sudahlah... tetap lanjut membaca...

Dan baiklah, yang membuat terkejut adalah antiklimaksnya. Cukup tidak terduga, Kupikir semuanya akan berjalan dengan baik seperti novel-novel pada umumnya. Memiliki happy ending si tokoh sembuh atau sad ending malah si tokoh meninggal karena sakitnya. Ternyata tidak keduanya.
Di samping alur cerita di akhir novel yang tidak terduga, hal lain yang bagus dari novel ini adalah, banyak hal tentang hidup yang bisa dipelajari.

0 komentar:

Lampion Senja

19:55 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb
Apakah aku adalah keengganan yang kaupaksakan? Pertanyaan itu terus kutanyakan pada diriku sendiri setiap hari. Perihal rindu tak berbalas dan hanya kepergian yang kutatapi selama ini. Dan untuk itu, aku harus belajar mengikhlaskan berkali-kali. Serupa bintang di kala malam, aku selalu berharap bintang itu menggantung abadi di atas langit bumi. Di atas langit kamar-kamar kenangan. Di atas langit perasaanku yang sunyi dan hampa.

Ada denting rasa yang pelan-pelan mengalun di dalam kesunyian itu. Perlahan waktu akhirnya menunjukkan jika kepergian yang kutatapi itu tidak berakhir dengan kekosongan. Ternyata, tak selamanya kepergiam berujung pada kegelapan.

Mungkin kita adalah sepasang manusia yang tak saling mengetahui, tapi selalu ada penasaran menghantui. Lalu, kita mulai saling mencari, jika memungkinkan sesuatu yang pasti. Namun pada akhirnya kita saling menemukan saat mulai menyadari.

Jika kehilanganlah yang menyatukan kita.

***

Lampion Senja

Judul: Lampion Senja
Penulis: Ariqy Raihan
Penerbit: Lampu Djalan
Tahun terbit: 2016

***
Review Lampion Senja
Well. Bukunya cantik. Desain cover, warna cover, font judul. Suka banget. Pajangable dan instagramable :p
Dan buku-buku seperti ini selalu membuat ingatanku melayang pada: tumblr.

Kesan pertama membaca buku ini adalah: ini buku tentang patah hati, kehilangan, dan mengikhlaskan.
Agak enggan rasanya membaca buku patah hati ini ketika di awal halaman sudah membaca kalimat pembuka:
"Karena kehilanganmu adalah derita yang harus kuhadapi"
Mengapa enggan? Karena kondisi hati ini tidak sedang patah hati, tidak sedang menghadapi kehilangan :p
Namun, halaman berikutnya diisi dengan larik-larik kalimat yang kembali memunculkan keinginan untuk membaca buku ini.
Baiklah, sekali lagi, tulisan ini serasa tulisan yang tumblr banget.

Buku ini ternyata bukan sebuah novel perjalanan, namun berisi fragmen-fragmen kehidupan terutama pada saat kehilangan, mengikhlaskan, dan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Nampak begitu sendu kan?
Apalagi dalam tiap cerita, selalu membawa "hujan" yang selalu mewakili kesenduan dan kesepian.
Dan yang begitu kuat dalam cerita ini adalah tentang takdir :) Bagaimana kehidupan sesungguhnya bermuara pada takdir yang telah ditentukan.

Mungkin, karena memang sedang dalam kondisi good mood, kesenduan yang ditawarkan buku kurang mengena di hati. Tapi, tak mengurangi cantiknya rangkaian kata yang digunakan oleh penulis. Saking cantiknya, kadang terasa begitu abstrak namun tetap indah. Hihi gimana itu yah.. ya sebagai orang awam yang tidak pandai bermetafora, mungkin kalimat-kalimat dalam buku ini tidak melulu bisa dipahami. Mungkin memang buku ini bisa diresapi dengan hati yang sedang ingin sembuh. Tapi yang pasti, kesenduan melalui kata-kata tersampaikan dengan indah.

Yang paling tertandai adalah, hampir di setiap judul selalu membawa "gerimis", gerimis di wajah. Selalu. Kayak brand-nya penulis ada di kata ini πŸ˜…
Sebetulnya cukup mengherankan membaca biografi penulis di belakang. Ternyata penulis adalah lulusan Ekonomi Syariah. Hmmm.. bagaimana bisa membuat kata-kata mendayu mengharu biru yang sama sekali nggak nampak unsur "keuangan"nya πŸ˜…

Mbaperin alias bikin baper memang ini buku. Sudah gitu kata-katanya yang puitis memang berpotensi membuat pembaca yang gampang baper menjadi mudah terjatuh dalam kebaperan. Wkwkwk.
Dari beberapa cerita dalam buku ini, mungkin yang paling mengesan adalah yang menceritakan Wanita Bergaun Merah. 
Hmm.. lalu, Secangkir Kopi dan Pesan Untukmu.
Dan, Serendipity. 

Satu paragraf dari bagian berjudul Serendipity yang saya suka:
"Kita bisa memilih untuk jatuh ke dalam dekapan perasaan kepada siapa pun. Berapa kali pun. Namun hanya kita sendirilah yang paling tahu, siapa yang paling tepat untuk menjadi teman hingga akhir hayat nanti. Bukan berbicara selama apa kita jatuh dalam perasaan kepada seseorang, tetapi seberapa dalam memahami perasaan masing-masing untuk melihat; apakah kita memang tercipta untuk bersama atau tidak." - hal 75.
Hmm... saya suka buku ini... Namun, bagi saya cerita-cerita dalam buku ini setipe hanya berbeda bentuk. 3 bintang, sepertinya lebih.. namun untuk 4 bintang, buku ini belum mampu membuat saya terhanyut dalam cerita. Baiklah, mungkin ★★★ setengah.. hehehe..

0 komentar:

I Am Yours

15:29 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb
Alex : Loe milik gue & selamanya akan menjadi milik gue.
David: Aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu.
Daniel: Dia cantik. Dia berbeda. Dia sungguh istimewa.
Amelia: Seandainya aku bebas menentukan pilihan hidupku...

Kisah tentang cinta yang terkhianati.
Kisah tentang hati yang patah.
Kisah tentang harapan yang tak kunjung padam.
Kisah tentang ketidakpastian dan janji yang harus ditepati.
Haruskah Amelia menentukan pilihannya sendiri?
Atau justru takdir yang mengambil alih?

***

Judul: I Am Yours
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Tahun terbit: 2014
Penerbit: Bhuana Sastra
ISBN 13: 978-602-249-580-2

***

Review Novel I Am Yours
Novel Kak Kezia Evi yang pertama saya baca. Novel ini bersetting mahasiswa kuliahan. Tapi entah mengapa terasa seperti anak SMA dengan kehidupan cintanya yang menggebu dan tanpa pikir panjang.

Itu kesan di awal waktu membaca novel ini.

Untuk alur ceritanya sendiri sebetulnya mudah ditebak. Tapi memang ada plot twist yang cukup mengejutkan. Semacam, alurnya terbaca akan ke arah situ, tapi ternyata dibuat lebih mengejutkan caranya.. Wkwk ya gitu deh.

Semakin ke belakang, banyak hal-hal tak terduga yang masuk ke dalam cerita. Sungguh kalau ini sudah di luar dugaan. Walaupun membuatnya ceritanya begitu rumit, adanya kejutan-kejutan membuat novel ini tidak mau diletakkan.

Gaya bahasa yang digunakan sebetulnya biasa. Bukan bahasa dengan permainan kata yang menyiratkan akan suatu hal. Jadi novel ini pure untuk sekedar hiburan dan membaca di waktu luang. Bisa dengan cepat diselesaikan, apalagi ketika membaca kadang ada skimming dan skipping.

Pesona fisik seseorang tentunya berpengaruh terhadap ketertarikan seseorang. Sayangnya yang nampak dari novel ini adalah tokoh-tokoh novel ini begitu terpesona dengan tampilan fisik. Tidak salah memang. Hanya terlalu cetek.. mm.. dangkal maksudnya. Sepertinya tokoh novel ini digambarkan begitu menggoda dan ingin menikmati sentuhan fisik dari orang yang disukainya. Maksudnya adalah, tidak selalu kan ketika seseorang melihat orang yang disukainya, lalu pengen dipegang, dicium? Menaklukkan hati seseorang bukan cuma untuk menciumnya kan?
Ah, mungkin penggambarannya kurang smooth aja sih... supaya nggak keliatan mafsu banget gitu :D

Paling favorit dari novel ini adalah ... endingnya. Soo sweet...
Apalagi yang lebih sweet kalo ternyata orang yang kita cintai adalah orang yang sejak awal meskipun kita tidak mengingatnya, pernah ada dalam kehidupan kita.
Agak-agak impossible.. namanya juga novel fiksi..
But nothing's impossible, right?

Jadi inti yang dapat ditangkap dari novel ini adalah: "kalo jodoh nggak kemana!" 😁

0 komentar:

Update Post IRRC 2017 (Januari - April)

10:55 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Selamat pagi...
Eh udah akhir Mei aja yah.. Ini beberapa buku genre romance yang sudah saya baca dari awal tahun...

  1. Love, Lemon, and The Last Kiss karya Ida Ernawati
  2. Unmellow Yellow karya Aryna Halim
  3. My FiancΓ©e is A Secret Agent karya Mayya Adnan
  4. The Rising Star karya Angelique Puspadewi
  5. More Than Words karya Stephanie Zen
  6. No One But You karya Angelique Puspadewi
  7. 3 (Tiga) karya Alicia Lidwina
  8. Wedding with Converse karya Inggrid Sonya
  9. Revered Back karya Inggrid Sonya
  10. Roma (seri Love in The City) karya Pia Devina
Wow, ternyata suda sepuluh. Lumayan juga πŸ˜„ Sebetulnya ada lagi buku romance yang sudah saya baca.. buku Leona-nya Bang Jep.. tapi belum sempat bikin reviewnya.. Besok deh ehehe.

0 komentar:

Update Post WNRC 2017 (Januari - April)

10:34 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Wow, nggak terasa sudah bulan Mei..
Selama 4 bulan di tahun 2017 ini sepertinya saya sudah baca beberapa novel Wattpad..
Masih banyak list novel Wattpad yang mau dibaca, tapi apalah daya beberapa minggu terakhir harus mengejar deadline tugas akhir.. hahaha.
Mari kita cek dulu novel Wattpad yang sudah saya baca..

My Fiancee is A Secret Agent karya Mayya Adnan

Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang karya Gina Gabrielle

Wedding with Converse karyaInggrid Sonya

Revered Back karya Inggrid Sonya

Eh, baru empat ya ternyata.. hahaha.
Semoga tugasku segera selesaaaiii..
Ah, kangen banget baca novel-novel yang sudah numpuuk minta dibaca :')

0 komentar:

ROMA (Seri Love in The City)

08:57 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb:

Chalinda Noemi.
Sejak awal, aku tidak yakin  bisa merestui pernikahan Mama dengan Terezio Lambardi, seorang pria berkebangsaan Italia. Tapi, demi kebahagiaan Mama, haruskah aku tetap bersikap egois? Aku ingin Mama bahagia. Mengiyakan rencana pernikahan yang akan berlangsung di Roma -- dan mau tidak mau membawaku serta ke Kota Abadi itu.

Maurizio Folliero.
Sejak awal, gadis itu tidak menyenangkan. Dingin dan menjaga jarak. Sialnya, aku memerlukan bantuannya untuk membebaskanku dari hukuman yang diberikan orangtuakku. Yang benar saja, aku kan bukan anak kecil lagi. Bersama dengannya ke Ostia Lido, memulai segalanya. Ternyata gadis itu memerlukan pertolongan.

Ryan Watkins.
Sejak awal, gadis itu terlihat murung. Kakinya terluka karena menubruk tubuhku. Aku ingin menolongnya. Bukan hanya karena kakinya yang terkilir, tapi karena mendung yang membayangi wajahnya.

***


Judul: Roma (Seri Love in The City)
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: 2016
ISBN: 978-602-375-653-7

***

Roma, siapa yang tak tahu kota terkenal di negara Italia ini?
Roma menjadi latar tempat dalam salah satu serial novel Love in The City, sekaligus menjadi judul buku ini. Dari beberapa buku lainnya, saya kemarin memilih membaca novel ini sebetulnya karena tipis. Sekitar 200 halaman. Jadi, saya pikir cocok lah buat mengisi waktu luang.

Membaca buku ini membuatku ingin makan pizza, ingin ke pantai menikmati birunya laut dan langit.
Buku ini juga membuatku membayangkan Italia dengan semua tempatnya yang Roma banget!
Kafe-kafe dengan makanan khas Italia-nya.. tempat-tempat bersejarahnya duh.. Selain itu, ada banyak deskripsi tempat di Roma yang digambarkan dalam buku ini. Banyak juga disebutkan tokoh-tokoh terkenal dari tempat-tempat bersejarah di Roma. Cuma memang, pendeskripsiannya hanya singkat. Kita tidak akan bisa membayangkan tempat dalam novel itu secara detail.

Sayang sekali novel berjudul "Roma" yang saya pikir bakalan bercerita tentang kisah cinta yang sweet tidak saya temukan dalam buku ini. Di blurb belakang novel ada tiga tokoh yang diceritakan. Saya pikir bakalan jadi cinta segitiga atau apaaa gitu. Ternyata kisah cinta di novel ini tipis sekali.

Mengapa tipis?

Saya malah merasa ini seperti petualangan Chal di Roma. Bukan kisah cintanya. Lagi pula, kisah cintanya lebih menonjol ke kisah cinta mamanya dengan pria Italia yang tidak direstui Chal. Padahal sebetulnya kisah Chal dan Maurizio bisa dieksplor lebih jauh.

Lalu, buat apa nama Ryan Watkins muncul di blurb? Saya pikir dia bakal ikut dalam tokoh utama atau setidaknya punya banyak peran dalam kisah Chal. Ternyata tidak. Ryan Watkins bahkan hanya muncul tiga kali.. malah lebih banyak muncul calon yang akan dinikahi Mamanya Chal. Kasihan Ryan Watkins :( sepertinya dia pria baik.

Saya juga merasa banyak yang ter-skip dari cerita. Seperti ketika ____ (ah saya lupa siapa namanya saking Italianya. wkwk) mengatakan suatu hal kepada Maurizio tentang teman ayahnya. Pertanyaan saya adalah, bagaimana orang itu bisa tau tentang hal itu? Tidak ada keterangan mengenai hal itu.
Cerita dalam novel ini memang terasa melompat-lompat.

Hmm...Apakah cuma saya yang merasa cerita ini agak terburu-buru dan dipaksakan? Seperti banyak sekali bagian cerita ini yang menggantung, belum selesai, tapi kemudian sudah berganti ke cerita lain. Sebetulnya saya pengen liat Maurizio jalan-jalan sama Chal di Roma,ke tempat-tempat yang Roma banget. Biar kesan Roma-nya itu lebih kuat gitu. Setidaknya sebelum Chal pulang ke Indonesia, dia sempat dibuatkan scene jalan-jalan bareng jadi "kisah cinta"-nya tuh dapet. Sayang nggak ada :(

Lalu, ada beberapa typo yang saya temukan.. tapi, yah.. tidak terlalu mengganggu sih.
Selain itu ada bagian yang tidak sinkron juga. Di halaman 17, disebutkan bahwa adik Maurizio yang bernama Magdalena adalah calon arsitektur. Namun, di halaman 70, dijelaskan kalau Magdalena kuliah keperawatan. Nggak sinkron kan?
Meskipun bukan tokoh penting, tapi menurut saya hal kecil seperti itu juga perlu diperhatikan.

Untuk novel ini, saya cuma bisa kasih ★★ :( hanya karena menggunakan Roma sebagai setting-nya dan memberikan sedikit gambaran mengenai kota ini,yang sekarang membuat saya pengen gelato :p


0 komentar:

A Thousand Miles in Broken Slippers

22:31 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb:

Aku dilahirkan di Bolinao, Filipina, di tengah keluarga miskin. Ayah hanya pekerja serabutan, sedangkan Ibu tukang cuci dan pedagang asongan. Sementara sejak berumur delapan tahun, aku sudah jadi pemulung dan tukang bersih bus antarkota. 

Masa kecilku getir dan sulit. Bukan hanya disebabkan kemiskinan yang melilit, namun karena kebencian dan penolakan yang dilontarkan dunia padaku. Termasuk oleh kakak-kakakku, yang membenciku karena ayah mereka sangat menyayangiku. Ya, "ayah mereka", kataku, karena aku ini anak dari hubungan di luar pernikahan. 

Tapi justru ayah tiriku itulah yang menjadi penyelamatku. Ia obat bagi setiap lukaku. Ia membentukku dengan nasihatnya, mencintaiku sepenuh jiwanya. Dialah yang membuatku terus berjuang menjadi murid terpandai di sekolah, merebut medali demi medali, meski ke mana pun aku pergi, kakiku hanya beralas sandal jepit yang menipis digerus langkah. 

Tapi seperti kata Ayah, "Jangan biarkan sandal jepitmu menjadi jati dirimu." 

Maka aku percaya, tak ada satu pun yang tak dapat kucapai, meski kakiku hanya beralaskan sandal jepit usang.

***


Judul: A Thousand Miles in Broken Slippers
Leo Consul's Life Story
Diceritakan oleh: Rosi L. Simamora
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Januari 2016
ISBN: 9786020319780

***

Review Novel Biografi Leo Consul: A Thousand Miles in Broken Slippers
Judul dan sampul ini begitu menggoda dan seperti melambai-lambai minta dibaca. Sejak pertama membaca judul novel ini, "A Thousand Miles in Broken Slippers", entah mengapa saya teringat novel "The Kite Runner"-nya Khalid Hossaeni. Novel sebuah perjalanan hidup yang mengharukan dan penuh perjuangan. Maka seperti itu pula saya membayangkan novel ini.

Jujur, ini adalah kali pertama saya membaca nama "Leo Consul". Jadi, melihat tulisan "Leo Consul's Life Story" di sampul, sebetulnya saya nggak ngerti dia ini siapa. Saya cuma berpikir, jika kisah hidupnya sampai diceritakan, dibukukan, pasti ada suatu hal yang luar biasa dalam hidupnya. Saya sengaja tidak mencari tahu siapa itu Leo Consul. Saya lebih tertarik untuk membaca kisah hidupnya.

Buku ini menceritakan setiap potong kehidupan seorang anak bernama Leo Consul, yang berjuang mati-matian untuk bisa terus bersekolah dan melanjutkan mimpinya meskipun pahitnya hidup harus berkali-kali ia hadapi. Jatuh bangun demi menggapai apa yang telah ada di benaknya sejak kecil. Bersama dengan pesan-pesan dan kasih sayang ayah, ia terus bangkit hingga akhirnya pun ia kini berhasil.
"Karena... orang-orang seperti aku, yang harus berjuang sekuat tenaga demi memenangkan secuil kesempatan, demi didengar dan dilihat, adalah justru para pemburu setia ketidakmungkinan?" - hal 8
Ditulis dengan sudut pandang Leo Consul, dalam buku ini terdapat potongan-potongan kisah hidupnya yang menurut saya paling berkesan, paling ia ingat. Apa yang ia rasakan, apa yang ia lakukan. Cerita memang tidak dituliskan secara urut, namun meloncat-loncat. Meskipun terkadang membuat saya kehilangan arah kira-kira pada usia berapa Leo Consul saat itu, tapi tidak masalah. Saya tetap bisa memahami cerita.

Perjuangan hidup Leo, yang demi mimpinya ia berusaha melewati batas-batasnya, layak menjadi contoh bagi anak muda jaman sekarang. Pantang menyerah dan tekun. Saya salut sekali dengan perjuangannya. Kisah hidup yang penuh perjuangan selalu saja menyentuh hati dengan mudah.

Kasih sayang ayah Leo juga membuat saya begitu terharu. Selalu memberikan semangat yang memnciptakan harapan bagi Leo. Membaca kisah ini, saya lihat ayah Leo sangat berperan dalam kesuksesan hidupnya. Betapa Leo terlihat meletakkan Ayah sebagai figur yang penting dalam hidupnya. Banyak sekali pesan-pesan ayah Leo yang diceritakan dalam kisah ini. Bahkan, pesan-pesan ini mengawali tiap bab baru yang disandingkan dengan sebuah ilustrasi.

Ini salah satu kutipan pesan ayah Leo:
Secara keseluruhan, kisah ini diceritakan dengan sangat bagus. Salah ketik sepertinya tidak ada, secara penutur kisah ini dulu adalah seorang editor :D Hanya saja ada beberapa bagian cerita yang hampir seperti diulang, dengan kalimat yang persis sepertinya. Entah ini sebuah kesengajaan atau tidak, tapi saya lebih menyukai bila tidak ada pengulangan bagian cerita.

Sarat emosi dan inspiratif, dari saya ★★★★ untuk buku ini.

Oya, jadi setelah saya selesai baca buku ini, baru saya googling siapa sih Leo Consul ini. Ternyata oh ternyata, dia ini yang sering muncul di tv. Memang sih dalam kisahnya ada bagian tentang perjuangannya masuk dunia entertain. Tapi saya bener nggak nyangka Leo Consul dalam buku ini adalah orang yang sama. Saya tau orangnya tapi saya baru tau ini kalau namanya Leo Consul. Maafkan saya, bang :p

Last, doa saya untukmu Bang, semoga sukses selalu :)


"Tidak ada yang namanya pilihan salah ataupun benar. 
Setiap pilihan membawa kita ke sesuatu yang akan menggugah atau mematahkan kita. Yang terpenting adalah, kita tahu cara untuk bangkit kembali setiap kali kita terjatuh."
(Leo Consul)

0 komentar:

Stories for Rainy Days (vol I)

21:19 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

It was a rainy day,
with a hot darjeeling tea,
warm striped blanket
and polka dot socks.
One perfect moment
to read stories
for cats.

***

Judul buku: Stories for Rainy Days
Penulis: Naela Ali
Penerbit: POP (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun terbit: 2016
ISBN: 978-602-424-059-2
Jumlah halaman: 198

***
Review buku Stories for Rainy Days

Hai, pas banget nih lagi hujan... 
Saya pengen cerita tentang sebuah buku berjudul "Stories for Rainy Days". Sounds like a mellow book.. 

Sebelum ke isi buku ini, saya mau kasih tau dulu, mengapa saya tertarik baca buku ini. Well, awalnya saya liat temen posting salah satu halaman buku ini di instagramnya... Saya lupa sih bagian apa, tapi saya pikir kata-katanya yaa.. sweet gitu deh. Itu alasan pertama. Alasan kedua, bukunya ada gambarnya.

Daaan.. akhirnya, kemarin ketemu temenku yang punya dan aku pinjem buku ini. Waktu pertama pegang buku ini, impresiku adalah: "Waah ternyata bukunya mungil". Jadi buku ini nggak seukuran novel-novel biasanya itu.. ukurannya 11 x 15.5 cm. Dengan hard cover, buku ini pajangable banget. Wkwk. Ya cantik imut gitu deeh.. Saya suka!

Kelebihan lain dari buku ini adalah: ILUSTRASI. Yup.. hampir di setiap halaman ada gambar yang mengilustrasikan cerita yang disampaikan penulis. Sederhana tapi... ilustrasinya baguuus... asli bikin bukunya tambah cute ❤

Bagian yang paling menonjol dan bernilai plus-plus dari buku ini saya rasa memang pada gambar ilustrasinya. Karena... menurut saya, isinya sih sebetulnya biasa...
Cerita keseharian yang mungkin banyak dialami seseorang, terutama yang cewe-cewe.
Jadi, buku ini berpeluang besar bikin baper.. (tapi bukan saya ;p karena entah kenapa saya nggak dapet feel-nya meskipun saya sampe niatin baca bukunya pas lagi hujan. wkwk)

Mungkin juga, yang membuatnya agak sedikit berbeda dari buku harian biasa adalah karena ditulis dengan Bahasa Inggris... jadi berasa lebih keren aja gitu.. yaa, waalaupun bahasanya simpel.. gampang banget dipahami. 

Dan, isinya random.

Tentang kisah cinta. Tentang ayah. Tentang kucing. Tentang musik.

Mungkin, ada beberapa bagian yang menjadi sebuah alur cerita, tapi di bagian lain keluar dari alur cerita. Yaa... nggak masalah sih, namanya juga buku  diary. Kan suka-suka yang bikin :D

Ini cuplikan salah satu halaman yang saya suka:



Cute, isn't it?

Seperti yang bisa dilihat, kata-kata dalam buku itu tidak banyak. Mungkin tiap bab hanya berisi beberapa paragraf, atau bahkan kalimat.
Jadi, meskipun 198 halaman, buku ini ringan banget buat bacaan sambil menikmati rintik hujan, and a cup of coffee? Hmm.... 
Nggak akan terasa, hanya duduk sebentar buku ini habis dibaca..
Yah, kecuali kalau bacanya pake diresapi satu per satu kalimatnya. Hehe.

Dari beberapa bab dalam buku ini (mm.. berapa ya.. nggak ngitung), saya paling suka bagian berjudul "Lucky". Bagaimana penulis mendefinisikan "lucky" dalam berbagai bentuk yang sederhana.
Sesederhana "Lucky is to have you" - hal 60.
Yah, walaupun, to have you is not as simple as that :D :D

Nah, bagi yang suka hal-hal cute, suka kucing, suka kaktus, suka kata-kata mellow penerbit baper :p I think that you'll like this cute book :)

Dan terakhir, untuk saya buku ini ★★★

0 komentar:

Revered Back

11:20 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Jana dan Dimi adalah bayangan dan benda. Tidak pernah terpisah, juga tak pernah bisa bersama. Dimi tak pernah mau menganggap Jana ada. Selalu menolak hingga Jana menjadi gelap mata.

Jana lalu rela melakukan segalanya agar selalu terlihat di mata Dimi. Termasuk menyingkirkan Gwen -- perempuan yang disukai Dimi.

Ketika akhirnya Jana tahu Dimi tak akan pernah memilihnya, Cakra hadir.

Hidup yang sama kelam, luka yang sama dalam, membuat Cakra menjadi orang yang paling mengerti Jana.

Dan Cakra juga yang membuat Jana sadar ... sebenarnya, siapakah dia selama ini?

***

Judul buku: Revered Back
Penulis: Inggrid Sonya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 428
***

Review Novel Revered Back

Setelah kemarin sempat dibuat jatuh cinta oleh Inggrid Sonya dengan novelnya yang berjudul Wedding with Converse, saya pun semangat untuk membaca Revered Back. Sebelumnya saya sudah sempat tertarik dengan buku ini, tapi.. itu baru dilihat dari covernya yang cantik dan filosofis, seorang gadis di dalam sangkar.

Seperti novel WWC, novel Revered Back juga sempat publish di Wattpad yang akhirnya diterbitkan. Membaca komentar para pembaca novel di Wattpad, katanya ada penggantian nama tokoh dan sedikit alur. Kalau saya sih nggak tau.. hihi..

Novel RB diterbitkan lebih dulu oleh Elex Media Komputindo, tapi sebetulnya ini adalah novel kedua Inggrid Sonya.

Saya pikir karena ini novel kedua, ekspektasi saya terhadap novel ini tinggi. Secara novel WWC yang sebelumnya saya nilai sangat bagus.

Di awal, saya masih bisa menikmati alur cerita. Yaa.. timeline penulisan cerita masih nggak urut, sama seperti WWC. Dengan alur meloncat-loncat, kadang mundur. Saya tidak terganggu dengan penulisan alur. Membuat novel lebih menarik menurut saya.

Entah kenapa saya pikir, penulis suka membuat karakter cowok yang ugal-ugalan, dan selalu ada hubungannya dengan narkoba. Tapi cowok seperti ini, selalu shine like a star. Ganteng dan otak cerdas. Entah Raskal di novel WWC atau Cakra di novel RB ini. Dan keduanya pun punya cita-cita yang nggak jauh-jauh dari angkasa. Raskal ingin membuat pesawat, Cakra ingin jadi astronot.

Well, saya suka tokoh Cakra disini. Meskipun demikian, saya sangat berharap Inggrid mampu menghadirkan karakter tokoh yang berbeda untuk novel berikutnya. 

Rangkaian kata dan kalimat yang digunakan Inggrid dalam novel ini, sayangnya beda sekali dengan WWC. Saya rasa ini novel teenlit banget. Mungkin kalau dibaca teenagers sih masih bagus yaa.. Tapi untuk saya.. hmmm.. semakin membaca, semakin kehilangan selera membaca. 

Sorry to say, tapi memang seperti itu. Seperti kehilangan semangat membaca. Apalagi novel ini lumayan tebal sekitar 400an halaman. Banyak sekali bagian yang saya baca dengan skimming, dan juga skipping sih. Hehe.

Tapi mulai akhir-akhir novel, saya mulai membaca lagi. Baiklah, ending novel ini sungguh tak terduga :( makanya saya mulai nyimak lagi. Closingnya pun bagus :')
"... selama apa pun waktu memisahkan, takdir membuat mereka dibersamakan." - hal 405
Jadi, jangan khawatir rekan-rekan jombloers.. takdir akan membersamakanmu dengannya suatu saat dengan ia yang sudah ditakdirkan untukmu.. asseeek.. :p :D

Nah, kalau ditanya, bagian mana yang saya suka dari novel ini, cuma dua. Awal dan akhir. 

Karena itu, maafkan saya cuma bisa memberi ★★ :(

0 komentar:

Wedding with Converse

08:16 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Raskal dan Joana, dua orang siswa SMA yang kini sedang dijerat putus asa akan kenyataan hidup.

Mereka bersahabat dari kecil, namun persahabatan itu harus putus karena terjadinya sebuah peristiwa; Joana hamil dan Raskal terjebak lingkup  narkoba.

Cita-cita, harapan, dan juga angan-angan musnah sudah untuk keduanya. Raskal, yang tidak lain tidak bukan adalah laki-laki yang bertanggung jawab atas kehamilan Joana, terpaksa harus menikahi gadis itu. Namun, sekali lagi ditegaskan, walau Raskal adalah sahabat kecilnya, kini Joana menganggap Raskal hanya sebagai laki-laki brengsek yang harus mempertanggungjawabkan semuanya.

Raskal pikir, pernikahan adalah ujian terberatnya. Tapi, saat waktu terus bergulir dan dia menyadari orang-orang yang dicintainya mulai pergi meninggalkannya, Raskal baru mengerti kalau dirinya memang tidak bisa tertolong lagi.

***


Judul buku: Wedding with Converse
Penulis: Inggrid Sonya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2017
ISBN: 978 - 602 - 04 - 0095 - 2
Jumlah halaman: 436

***

Review novel Wedding with Converse

Sebuah novel karya Inggrid Sonya, sekaligus novel dengan lini Le Mariage yang pertama kali saya baca. Dari judulnya saja kita sudah bisa menebak bahwa novel ini berisi tentang pernikahan.

Mengapa novel ini berjudul Wedding with Converse? Salah satu alasan yang saya baca dari akun instagram penulis yaitu karena novel ini bercerita tentang pernikahan di usia sekolah. Yaa.. usia-usia remaja pake converse sebagai andalan buat ke sekolah dan ke manapun.. :D :D Nah penulis ini ternyata juga converse lovers..

Terkait sampul buku yang berwarna hitam, Inggrid yang menyukai fotografi ini adalah seorang penyuka warna hitam. Ooo.. pantes aja sih, sampul novel keduanya "Revered Back" juga berwarna hitam.

Berasal dari akun penulis tersebut saya juga jadi tahu bahwa ternyata novel Wedding with Converse sebelumnya pernah diterbitkan. Namun, karena terjadi satu masalah dengan penerbit tersebut, novel WWC yang diterbitkan pada tahun 2015 itu ditarik lagi dari peredaran. Nah baru lah pada Maret 2017 ini diterbitkan lagi oleh penerbit yang berbeda: PT Elex Media Komputindo.

Well, kembali ke novel..

Pertama membuka novel ini, saya disuguhi rangkaian kalimat tentang bab yang akan diceritakan. Yang ternyata ada halaman seperti itu di setiap pergantian bab. Diksi yang digunakan, boleh juga lah.. Makanya baru membaca beberapa kalimat tersebut, saya ada feeling "Sepertinya saya bakalan suka novel ini".

Cukup nggak menyangka kalau ternyata novel ini bercerita tentang kehidupan SMA. Maklum, saya belum baca blurb di sampul belakang. Hehe. Maksud saya adalah, lini Le Mariage  kok ceritanya anak SMA sih.. seperti teenlit. Tapi wait, gaya penulisannya bukan gaya teenlit. Itulah mengapa saya tetap membaca novel ini. Ada sesuatu dengan cara penyampaian cerita yang membuat saya tertarik untuk terus membaca.

Novel ditulis dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Menceritakan kehidupan akhir tahun Raskal dan Joana di SMA di SMA dengan segala manis dan pahitnya. Mmm.. pahit untuk mereka berdua sebetulnya. Kepahitan akibat satu kesalahan fatal yang bisa merusak masa depan mereka. Dari yang semula sahabat baik sedari kecil berubah menjadi benci.

Cukup kompleks sebetulnya permasalahan dalam novel ini. Kalau saya bilang, blurb di atas terlalu sederhana untuk menggambarkan kompleksnya cerita. Mulai dari permasalahan keluarga, perselisihan dengan teman sekolah, ditambah permasalahan hidup tokoh itu sendiri. Namun, kisah persahabatan yang manis selalu mengiringi cerita dalam novel. Persahabatan Raskal dan teman-temannya, juga Joana dan teman-temannya. Model persahabatan yang patut untuk dicontoh ini. Sahabat yang saling mendukung, saling menguatkan, sahabat dalam suka maupun duka. Bukan cuma teman yang ada buat hengot, nge-mall, dan sejenisnya tapi nggak ada kalau sedang dibutuhkan untuk menyemangati...

Entahlah, saya selalu suka dengan kisah persahabatan sejak kecil yang berlanjut sampai pernikahan, kan jadi sahabat sejati beneran itu. Sooo sweeet.... hehe :D  Tapi bukan dengan cara yang pahit gini juga sih...

Permasalahan paling pelik dalam novel ini adalah permasalahan yang dialami Raskal. Saya pikir, sebagian besar novel ini lebih banyak bercerita dari sudut pandang Raskal. Jadi, peran Joana agak sedikit kurang kalau mengingat merekalah tokoh utama novel ini. Intinya, karakter Raskal lebih kuat daripada karakter Joana.

Saya salut dengan tokoh Raskal yang mau bertanggungjawab dan bertekad kuat untuk berubah demi bisa memperbaiki hubungan dan masa depannya. Begitu pula dengan Joana, akhirnya ia mau membuka hatinya kembali untuk Raskal setelah mengetahui bahwa Raskal mencoba berubah. Tentunya tidak mudah.. mengingat mereka masih usia SMA. Terutama Raskal, dengan latar belakang keluarga yang broken home, tinggal sendiri, tanpa ada orang tua yang mau memperhatikannya.

Selain suka tentang kisah persahabatan tokoh-tokoh, yang saya suka tentang novel ini adalah cara tokoh dalam menyikapi hidup mereka. Ini nih juga wajib dicontoh. Tokoh Raskal dan Joana telah mengalami hal yang bisa dikatakan pahit, salah satu kepahitan hidup yang tidak ingin dirasakan oleh semua remaja, terutama remaja perempuan. Namun, kegigihan mereka untuk terus melanjutkan mimpi adalah sebuah nilai plus. Ditambah, sebagai pasangan, yang meskipun awalnya terpaksa, namun akhirnya mereka bisa saling mendukung.
"Kita sama-sama tahu kalau perjalanan kita untuk sampai di sini nggak mudah. Banyak lika-liku, banyak masalah, dan banyak hal-hal yang bikin kita nyerah terus putus asa. Tapi, di sisi lain, sehancur-hancurnya kita, seenggaknya kita masih bisa saling menguatkan satu sama lain. Kalau gue jatoh, lo bangunin. Dan begitu pun sebaliknya." - hal 328

Novel setebal 400 halaman lebih ini diceritakan dengan alur maju mundur. Mungkin inilah rahasia yang membuat novel ini selalu menarik. Cerita-cerita masa lalu yang menambah kompleks permasalahan, sekaligus memberikan banyak informasi kepada pembaca tentang masa lalu tokoh, sekaligus menambah manis kisah persahabatan antara Raskal dan Joana.

Alur cerita dalam novel ini juga mengalir meskipun dikemas dengan maju mundur. Tidak lambat, tidak juga terlalu cepat. Semuanya bisa dinikmati. Awalnya begitu. Namun alur menjadi sangat cepat ketika tokoh Raskal lulus SMA. Ia harus kuliah dan meraih cita-citanya. Lalu... tarraaaa... wedding with converse! ketemulah jawabannya :D

Saya tuliskan bagian lagu yang paling saya suka: Reff-nya Lebih Indah dari Adera.

Dan kau hadir mengubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh 'tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku


Hiks, entah saya yang baperan atau mudah terharu, tapi novel yang panjang ini berhasil membuat saya menangis di beberapa bagian. Upps :x  Habisnya, meskipun pahit, racikan novel ini maniiiis! Saya suka! Apalagi ditambah dengan potongan lagu di beberapa bagian yang sweet. Bikin tambah bapeer XD


Daan... novel ini berhasil juga membuat saya KSBB alias Kelingan Sing Biyen-Biyen alias keinget yang dulu-dulu :D :D keinget jaman putih abu-abu.. Jadi kangen :')

Oya, di bagian akhir setelah kisah Raskal dan Joana berakhir, ternyata masih ada cerita. Yaitu tentang Gavin dan Shinta, teman Raskal dan Joana. Cerita tentang cinta terpendam mereka berdua semasa SMA. Mungkin sebagai bonus penjelasan sikap antara Gavin dan Shinta yang nggak pernah akur selama SMA :D

Saya suka novel ini, dan saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca teman-teman.
★★★★ dari saya :)

Sedikit kalimat yang saya cuplik dari pengantar epilog novel Wedding with Converse..


Kebahagiaan terbesar kedua setelah pertemuan kita
adalah aku yang bisa memilikimu sampai waktu
yang tidak bisa dihitung lamanya.
Sampai kita tiada dan bertemu di kehidupan selanjutnya.

See you in the next review ;)

0 komentar:

Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang

08:05 Fasiha Fatmawati 0 Comments




Judul buku: Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis: Gina Gabrielle
Penerbit: Nulisbuku
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 229
ISBN: 978 - 602 - 744 - 343 - 3

***


Review novel Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang

"Bintang memancarkan kehangatan,
sinarnya lebih terang dalam kegelapan.
Cinta memancarkan kehangatan,
kuatnya lebih besar dari kegelapan."

Unique, imaginative, meaningful.

Yup, 3 kata untuk novel karya Kak Gina Gabrielle ini.

Unique...

Mengapa saya bilang unik?
Ini novel dengan "format dongeng" yang pertama kali saya baca (di usia segini yang sudah bukan anak-anak lagi). Kalau dongeng untuk anak kan sudah biasa ya.. 
Saya rasa, jaraaaang banget penulis novel bagi pembaca bukan anak-anak yang menyajikan cerita dengan bentuk seperti ini.

Nah, novel ini semacam oase di tengah hamparan gurun pasir, halah, dimana kebanyakan novel sekarang lebih menyajikan hal-hal realistis. Dengan novel ini pembaca diajak untuk beristirahat dari hiruk pikuk kepenatan dunia dan  menikmati keajaiban cerita melalui sebuah dongeng, memetik hikmah dari perjalanan tersebut.

Imaginative

Saya bertanya-tanya, darimana ya penulis bisa mendapat inspirasi tentang tokoh-tokoh, latar, dan juga alur cerita?

Ketika membaca novel GPM, otak saya kok terus-terusan membayangkan adegan-adegan di dalamnya.. 

Ada tokoh yang sekilas membuat saya teringat film animasi "Brave", ada tempat yang membuat saya teringat film "Harry Potter", bahkan "Alice in Wonderland".. kisah perjalanan yang mengingatkan saya pada "The Lord of The Ring"..
Tapi... tentu saja itu hanya sekilas, karena cerita memang berbeda.
Nah, saya sih nggak yakin bisa membayangkan tokoh-tokoh dan latar cerita dengan tepat πŸ˜‚πŸ˜‚  tapi seandainya saya pandai membuat ilustrasi, rasanya pengen banget bikin gambar dari cerita dalam novel ini.
Mmm... bagus juga kali ya kalau novel ini dibuat yang illustrated version. 😁

Meaningful...

Novel ini fantasi, jelas. Tapi, tentang makna yang disampaikan, dua jempol dari saya. Banyak pesan-pesan yang diselipkan dalam cerita.


Tentang Hati, mimpi, dan cinta.
"Tidak ada yang bisa memilih, hendak lahir sebagai raja atau pelayan.Tidak ada yang bisa memilih, hendak jatuh Hati kepada siapa."- hal 145 
Tentang keyakinan, keberanian, dan memaafkan. 
"Karena apa lagi, pikirnya, yang harus dilakukan oleh dua manusia yang tak tahu bagaimana cara memperlakukan Hati dan satu sama lain, selain saling meminta maaf?" -  hal 200
Tentang mengubah dunia...
"Saat kau mengubah dirimu, kau juga mengubah dunia. Hanya sebagian kecil dari dunia, tentu saja, tapi terkadang itu sudah lebih dari cukup." - hal 204
Ah ya, satu lagi tentang novel ini: Interesting...

Kisah perjalanan para tokoh benar-benar menarik untuk disimak. Cerita kehidupan yang dituliskan secara tersirat dalam bentuk dongeng dengan bahasa yang sederhana tapi mengena. Menarik!
Apalagi, dalam novel ini juga ada sajak-sajak yang diselipkan di antara cerita.
Dan ... saya suka ❣
Seperti salah satu potongan bait yang saya tuliskan di awal 😊


Nah, ini adalah novel Gadis Penenun Mimpi-ku. Sebetulnya novel ini adalah hadiah Giveaway (sudah kuceritakan di blog cukacukaku )
Waktu itu saya ikut GA ini karena :
1.Cover!
Yup. Saya suka sekali desain cover novel ini. Cantik dan ... beda aja gitu auranya. Bikin penasaran buat dibaca lah. 

2. Judul.
Mmm.. baiklah.. ini judul novel terpanjang yang pernah saya baca. Tapi, keunikan judul ini mampu membuat saya semakin tertarik untuk membacanya.

Lalu akhirnya setelah beberapa kali ikut GA untuk mendapatkan novel ini :p
Dan yang membuat saya lebih bahagia adalah BONUS pernak-perniknya itu loh. 
Sungguh saya suka benda "pritil-pritil" yang lucu dan unik begitu. wkwk

"Pritil-pritil" itu adalah music note paperplane dan personalised wax-sealed letter yang berisi sajak. 
Amplopnya yang wax-sealed dan bertuliskan nama saya membuat saya berasa dapet surat dari Hogswart :D :D Awalnya nggak tega mau buka seal-nya, tapi saya penasaran dengan isinya. Jadi... dengan sangat hati-hati, saya buka amplop itu.

Saya potongkan sebait sajak dalam surat:

"Saat dunia terlampau gelap,
tutup matamu dalam lelap.
Bermimpilah sedikit, 
walau Hati terasa pahit."

Ada banyak sekali kisah yang dituliskan dalam novel ini. Semuanya sambung-menyambung menjadi satu. Memilih bagian mana yang menjadi favorit? Hmmm... saya bingung.
Teringat ketika ikut salah satu GA yang syaratnya adalah membuat pertanyaan untuk penulis. Kebetulan waktu itu pertanyaanku jadi salah satu pertanyaan terpilih owner blog untuk ditanyakan ke Kak Gina.

Pertanyaan saya adalah: 
"Bagian cerita mana yang paling Kak Gina sukai?"

Jawaban Kak Gina:
"Pesta Dansa Tengah Malam. Pengin deh ke sana.
Lalu, bagian tentang mengubah dunia.
Ujung Pelangi juga. Hmmm.. (banyak ya πŸ˜…) "

Haaa... baiklah.. sepertinya saya tau rasanya bingung memilih bagian novel mana yang paling saya sukai, karena tiap kisah memiliki keistimewaannya sendiri ❤
Tapi mungkin satu tokoh dalam imajinasiku yang paling membekas dan paling  indah dengan segala syair dan kebaikan hatinya adalah tokoh Noorannee.
"Selama kita bersama, tidak ada takdir yang terlampau berat, Anggra." - hal 118
Membicarakan nama-nama tokoh dalam novel ini, saya pikir semuanya sangat sederhana dan khas dengan karakternya. Ada Gadis Penenun Mimpi, Kol. Ibri, Kura-kura Pengelana, Putri Boneka, Noorannee, dan tokoh lain. Dengan banyaknya tokoh dan kisah dalam novel ini, nama tokoh yang mudah, nggak aneh-aneh, membantu banget buat pembaca untuk mengingatnya.

Saya menikmati membaca novel Gadis Penenun Mimpi, baik dari segi cerita maupun penulisan novel. Well, ketikannya rapi, jadi saya nggak kesandung-sandung waktu baca. Mengingat ini novel kedua saya yang diterbitkan Nulisbuku, di novel sebelumnya cukup banyak typo. Tapi untuk novel ini ternyata... very good πŸ‘πŸ‘

Dan, oh.. ternyata dongeng ini sebelumnya dipost di Wattpad. Saya baru sadar ketika nggak sengaja menemukannya *maklum nggak pernah buka wattpad. Bagi yang ingin membaca cuplikan bab pertamanya, bisa deh intip di wattpad Kak Gina: MsGinaGabrielle.

Saya kira hanya ada satu bagian yang membuat saya harus menengok kembali ke halaman depan. Yaitu bagian ketika Kura-kura Pengelana dan Kol. Ibri akan menuju Negeri Bawah Danau. Pada kunjungan kedua, Kura-kura Pengelana nampak sangat takut untuk masuk ke dalam air. Nah, disini saya nggak ingat kalau sebelumnya dia sangat takut masuk ke dalam air. 

Setelah saya baca ulang cerita kunjungan pertama, sepertinya penggambaran "rasa takut" pada kunjungan pertama kurang kuat sehingga saya nggak ngeh. Kalau biasanya kan, pengalaman pertama selalu lebih menakutkan dari pengalaman kedua.

Untuk penyajian kisah yang luar biasa, rating saya untuk buku ini adalah:
★★★★

Naah. selesai membaca novel ini saya kepikiran:
Mungkin dengan berbagai kenyataan hidup yang dialami manusia, terutama kenyataan pahit, manusia tidak akan mampu bertahan jika ia membiarkan dirinya berhenti bermimpi.
Mimpi, meskipun tidak nyata, akan bisa menumbuhkan harapan kebahagian dalam kehidupan nyata.

:D :D :D

Dan biarkan nyanyian Kol. Ibri ini menjadi penutup dari tulisan saya.

"Biarkan Hati jatuh
Biarkan Hati terbang
S'karang cinta t'lah datang,
dan yang dulu dua, ,kini jadi satu."

0 komentar:

[Master Post] Receh untuk Buku 2017

06:42 Fasiha Fatmawati 0 Comments



Selamat hari Minggu pagi.. 😁

Hujan gerimis sejak kemarin sore bikin pagi ini jadi dingiiiin...
Pas libur, nggak ada kerjaan.. alhasil masih goler-goler di kasur mainan hp.

Tiba-tiba inget kemarin nemu postingan challenge yang judulnya "Receh untuk Buku".
Tantangan ini dibuat oleh Kak Maya, bisa baca sendiri di postingannya ya πŸ‘‰ myfloya: Receh untuk Buku.

Jadi inti tantangan ini adalah:
Mengumpulkan segala receh yang kita punya selama satu tahun penuh, nanti dibuka pada akhir tahun dan uangnya untuk beli buku.

Yah, mengingat ini adalah tanggal 19 Maret 2017, sudah jelas saya nih udah ketinggalan selama hampir 3 bulan πŸ˜…πŸ˜…. Tapi nggak papa.. masih ada 9 bulan sebelum melahirkan eh tutup tahun πŸ˜„

Sebetulnya kalau tentang ngumpulin receh sudah bukan hal baru lagi buat saya. Cuma biasanya ya sesukanya aja.. nggak ada target nanti mau buat beli apa.. itu pun kalo ada receh malah lebih sering saya kumpulin di anak dompet buat bayar parkir. Wkwk.

Kumpulan recehan saya terakhir saya buka awal Februari kemarin kalau nggak salah.
Jadi, itu terjadi ketika jatah beli buku sudah habis, tapi malah ada promo buku baru yang sampulnya baguus.. terus baca cuplikan isi buku, sepertinya bukunya baperable.. wkwk. Plus, pas ada bonus tanda tangan, pembatas buku lucu, kartu pos, dan tatakan cangkir.

Alaaaa.. semakin ngiler saya..

Akhirnya saya gresek-gresek *bahasa apa ini πŸ˜‚ di meja belajar nemu sekaleng receh..
Langsung saya buka lapak buat menghitung recehan.
Daan.... setelah dihitung-hitung... lumayan juga.. uang yang terkumpul Rp140.000,00.
Masih sisa lah ya buat beli buku yang saya pengenin.
*eh tapi dipotong ongkos minta tolong adek nuker receh jadi uang kertas di kantin sekolahnya 20ribu.. jadi tinggal 120ribu πŸ˜‚πŸ˜‚

Rasanya, pas banget nemu tantangan ini. Saya jadi semangat memasukkan receh-receh saya ke dalam kaleng 😁😁 Bisa buat beli di akhir tahun nanti. Nambah koleksi buku perpus pribadi. Hehe.

Yuk, ikutan "Receh untuk Buku" juga 😊

0 komentar:

3 (Tiga) - Persahabatan, Mimpi, dan Cinta (?)

15:55 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

"Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan."

Kalimat Hashimoto Chihiro membekas di kepala Nakamura Chidori, bahkan setelah Hashimoto bunuh diri. Apa sebenarnya yang mengubah pandangan hidup Hashimoto sampai dia mengakhiri hidupnya? Mungkinkah karena Nakamura tidak pernah menepati janjinya? Mungkinkah karena Nakamura menyimpan perasaannya kepada Sakamoto, yang seharusnya merupakan sahabat mereka?

Setelah tujuh tahun tidak bertemu, Nakamura harus kembali berhadapan dengan masa lalunya. Di antara memori akan persahabatan, janji yang diingkari, impian, dan cinta yang tak berbalas, tersembunyi alasan kepergian Hashimoto yang sebenarnya.

***


Judul buku: Tiga
Penulis: Alicia Lidwina
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978-602-03-1677-2
Jumlah halaman: 320

***

Review Novel 3 (Tiga)


"Ketika kau jatuh cinta... kau bisa melarangnya, tapi kau tidak bisa menolaknya"

Satu kalimat dalam cover yang membuat saya tertarik, sekaligus ragu. Mengapa? Sampul novel ini cukup misterius bagi saya.. Dengan burung-burung yang membentuk angka 3, novel ini terasa agak mencekam. Tapi mungkin justru itu yang membuat saya memilih buku ini ketika saya scrolling koleksi buku-buku yang ada di iJak.

Se-misterius cover bukunya, kesan awal saya membaca novel bergenre metropop ini adalah seperti saya sedang membaca novel misteri. Beneran :p Well, tapi memang saya rasa ini bisa masuk kategori agak-agak misteri deh. 

Novel ini menggunakan tiga orang sebagai tokoh utama, yaitu Nakamura, Sakamoto, dan Hashimoto. Yes, dari namanya sudah kelihatan kan bahwa ketiganya adalah orang Jepang?
Selain tokohnya yang orang Jepang, latar dalam novel juga bertempat di Tokyo, Jepang.

Penulis mampu membangkitkan suasana Jepang dalam novel Tiga ini melalui pendeskripsian tempat dan budaya sebagai latar. Ditambah dengan menggunakan beberapa istilah asli bahasa Jepang (dan tetu saja bagai yang tidak bisa bahasa Jepang, ada footnote-nya) saya rasa cukup menguatkan aroma Jepang dalam novel ini. Entah bagaimana saya merasa membaca novel terjemahan Jepang :D

Tentang persahabatan...

tentang mimpi...

tentang meninggalkan...

dan tentang cinta.

Membaca novel ini, kita diajak untuk masuk ke dalam kehidupan salah satu tokoh, yaitu Nakamura. Dengan menggunakan P.O.V dari Nakamura, tentu saja kita hanya bisa menyimpulkan jalan cerita dan misteri dalam novel hanya dari sudut pandang Nakamura. 

Dia bukan tokoh yang mencengangkan, tidak digambarkan sebagai tokoh yang populer, maupun cantik. Namun, hanya sebagai orang yang biasa-biasa saja di antara kedua temannya, Sakamoto dan Hashimoto. Di sinilah uniknya, kita melihat orang lain dari sudut pandang orang yang tidak yakin, tidak percaya diri dalam menilai dirinya.

Pokoknya gemes banget mengikuti pemikiran Nakamura ini.. bacalah sendiri, maka kau akan tahu.

Dari sudut pandang Nakamura, kita akan diajak untuk kembali mengenang masa lalunya yang sangat berkaitan dengan apa yang terjadi di masa kini. Alur maju mundur pun dipakai oleh penulis untuk membawa kita mengikuti Nakamura. Jadi, cukup penting untuk memperhatikan keterangan waktu di awal bab.

Novel ini cukup berat sebetulnya. Maksud saya, novel yang mengajak pembacanya untuk memikirkan makna hidup menurut saya selalu ... yaa.. bisa dikatakan berat lah. 
Dan membutuhkan otak untuk bekerja merangkai dan memahami cerita serta makna... :D
"Apa kau tahu, Nakamura? Orang dewasa yang tidak memiliki impian itu sama saja dengan anak kecil." - hal 161
Sudah saya bilang, novel ini misterius...

dan berat...

menyampaikan makna yang dalam...
"Di dunia ini, menyukai sesuatu bukan berarti kau berbakat melakukannya." - hal 131
Sungguh, membaca novel Tiga membuat saya mengingat masa-masa yang pernah saya lewati selama ini, pilihan-pilihan hidup, juga memikirkan makna persahabatan saya dan teman-teman.
"Kau sudah tahu bagaimana menyelesaikan desain ini, Nakamura. Kau hanya memilih untuk tidak melakukannya." - hal 134
Rasanya banyak sekali yang bisa saya petik pelajaran dari novel ini, yaitu bahwa kita harus mensyukuri apa yang ada dalam hidup kita saat ini. Jangan sampai kita mengambil keputusan yang akan kita sesali nantinya, apalagi dengan cara meninggalkan orang yang kita sayang.
"Jangan menanggalkan hal-hal yang baik, Nakamura. Jangan sekalipun melakukannya. Kalau kau melakukannya, bukan saja kau kau akan kehilangan hal-hal tersebut, tapi lebih buruk lagi, mereka akan menjadi kenangan." - hal 136
Entahlah..

Saya suka..

Itu saja..

★★★★

Worth to read, even re-read, also worth to have

0 komentar: