Istana di Atas Pasir - Bey Tobing


Blurb

Mahar seratus juta telah meruntuhkan fondasi cinta Ivan dan Amara yang telah mereka coba bangun selama tiga tahun terakhir. Mereka berpisah, meninggalkan semua kenangan manis dan menutupnya menjadi lembaran masa lalu.

Amara mengikuti keinginan sang ibu untuk menikahi Adrik, lelaki sempurna berjabatan tinggi yang bergelimang harta. Semua berjalan sesuai yang diimpikan sang ibu, pada awalnya. Hingga Amara mulai menyadari betapa rapuh rumah tangganya.

Bertahun-tahun lewat, Amara tak sengaja bertemu kembali dengan Ivan. Semua telah berubah, kecuali rasa yang masih mewarnai hati keduanya.

Namun, apakah rasa itu cukup untuk membuat cinta menemukan jalannya?

Atau mereka harus mempertahankan istana masing-masing, yang dibangun dari pasir?

***
Judul buku: Istana di Atas Pasir
Penulis: Bey Tobing
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978 - 602 - 03 - 1653 - 6
***

Review Istana di Atas Pasir

Sebab, cinta melewati batas kata-kata.

Yup. Semacam tagline dari buku ini. Ketika sepasang manusia dipertemukan kembali setelah ribuan hari hidup dalam cerita masing-masing. Tapi, ternyata rasa cinta mereka tetap utuh terkubur dalam hati masing-masing hingga waktu menyatukan mereka.

Buku ini saya baca kurang lebih sekitar 2 jam. Waktu yang cukup singkat untuk membaca sebuah novel. Hanya 190an halaman memang. Pas sebetulnya karena otaknya lagi penat terus rasanya pengin baca buku ringan. Akhirnya menemukan buku ini.

Alur cerita dalam novel setebal ini, tentu disampaikan dengan cepat. Kehidupan tokoh tidak diceritakan semua, hanya pada bagian-bagian penting yang berhubungan. It's ok karena memang saya sedang tidak ingin berlama-lama membaca novel. *inget TA langsung pening dan mikir masih sempat gitu baca novel πŸ˜…

Di awal, buku ini seperti langsung menyajikan sebuah konflik. Perkara mahar 100 juta. Memang terkesan mengada-ada, tapi di kehidupan high class hal seperti itu memang ada. Tapi yasudahlah, lanjut saja membaca. Why? Saya penasaran dengan nasib tokoh Ivan. Tentu saya menaruh simpati pada tokoh ini karena ia menjadi korban mahar 100 juta.

Ah, yang saya kaget sendiri, entah apakah terlalu baper bacanya, tapi saya sangat terharu pada bagian: perekonomian keluarga Ivan sedang sulit, tapi pembantu di rumah Ivan tetap setia ingin bekerja meskipun tidak dibayar karena merasa diperlakukan tidak seperti pelayan di rumah Ivan.
Baiklah dari sini saya mulai betul-betul menyimak.

Oya, tokoh yang saya kagumi dari novel ini adalah Kia. Dia diceritakan sebagai gadis cerdas dan mandiri. Tegas tapi tidak otoriter. Dewasa dan tahu cara mengekspresikan rasa cinta tapi tidak tampak murahan. Bonusnya, cantik! Bahkan dengan gambaran yang sempurna seperti itu, kisah cintanya di buku ini tidak beruntung. Tapi... dia bisa menerima kekalahan dengan hati yang lapang. Well... mbak-nya setrong 😁😁

Kalau tokoh yang tidak favorit tentu mamanya Amara. Begitu memaksakan kehendak pada anaknya dan mendewakan status sosial alias gengsinya tuinggi macam kaum-kaum borjuis. Korbannya siapa? Ya anaknya.. Tapi syukurlah si mama ini mau bertobat, ya setelah melihat kehidupan anaknya yang hancur gara-garanya.

Ada beberapa bagian yang ... pantas lah buat pembelajaran hidup. Seperti jangan menikah hanya karena materi, tuntutan sosial, apalagi "pandangan normal" tentang "umur segini belum menikah". Lalu tentang pentingnya komunikasi dalam rumah tangga dan menghargai apa yang sudah kita miliki. Seperti banyak quote yang mengatakan bahwa kita akan menyadari pentingnya seseorang setelah kehilangan.

Yang terakhir, tetep quote favorit dari buku ini adalah:
"Sebab, cinta melewati batas kata-kata" ❤❤❤

Everything, Everything


Blurb

Penyakitku langka, dan terkenal. Pada dasarnya, aku alergi terhadap seluruh dunia. Aku tidak meninggalkan rumahku, dan belum pernah keluar dari rumah selama tujuh belas tahun. Orang yang aku temui hanyalah ibuku dan Carla, perawatku. Tapi suatu hari, sebuah truk pindahan tiba di rumah sebelah. Aku melongok keluar dari jendela dan aku melihat cowok itu. Dia tinggi, kurus, dan mengenakan baju serba hitam. Dia memergokiku sedang menatapnya dan dia balik memelototiku. Namanya Olly. Mungkin kita tidak bisa memperkirakan masa depan, tapi kita bisa memperkirakan satu atau dua hal. Seperti misalnya, aku yakin aku akan jatuh cinta pada Olly. Tapi, hal itu hanya akan menjadi bencana.
***
Judul buku: Everything, Everything
Penulis: Nicola Yoon
***
Review Novel Everything, Everything

Well, pada awal membaca buku ini, saya agak kurang tertarik. Mengapa? Karena saya langsung teringat novel "The Fault in Our Star". Agak mirip-mirip sebetulnya jalan ceritanya, walaupun memang sakit yang diderita tokohnya berbeda.

Masih membuat saya berpikir, betapa mudahnya seseorang jatuh cinta, dengan tetangga baru! Dari pihak Carla (tokoh utama wanita yang sakit) tentu kedatangan tetangga baru memberikan hal yang baru dalam hidupnya. Manusia memang diciptakan untuk selalu penasaran dengan hal-hal yang baru.
Tapi kalau dipikir dari pihak Olly, begitu mudah dia jatuh cinta dengan Carla. Terlalu cepat. Seakan di dunia ini hanya ada mereka berdua :D

Sampai disitu, novel ini sudah bisa ditebak jalan ceritanya.

Agak tidak masuk akal sebetulnya cerita ini. Dengan pengawasan yang begitu ketat dari ibunya, Carla ini bisa dengan mudah melarikan diri dari rumah.

Ah tapi sudahlah... tetap lanjut membaca...

Dan baiklah, yang membuat terkejut adalah antiklimaksnya. Cukup tidak terduga, Kupikir semuanya akan berjalan dengan baik seperti novel-novel pada umumnya. Memiliki happy ending si tokoh sembuh atau sad ending malah si tokoh meninggal karena sakitnya. Ternyata tidak keduanya.
Di samping alur cerita di akhir novel yang tidak terduga, hal lain yang bagus dari novel ini adalah, banyak hal tentang hidup yang bisa dipelajari.

Lampion Senja


Blurb
Apakah aku adalah keengganan yang kaupaksakan? Pertanyaan itu terus kutanyakan pada diriku sendiri setiap hari. Perihal rindu tak berbalas dan hanya kepergian yang kutatapi selama ini. Dan untuk itu, aku harus belajar mengikhlaskan berkali-kali. Serupa bintang di kala malam, aku selalu berharap bintang itu menggantung abadi di atas langit bumi. Di atas langit kamar-kamar kenangan. Di atas langit perasaanku yang sunyi dan hampa.

Ada denting rasa yang pelan-pelan mengalun di dalam kesunyian itu. Perlahan waktu akhirnya menunjukkan jika kepergian yang kutatapi itu tidak berakhir dengan kekosongan. Ternyata, tak selamanya kepergiam berujung pada kegelapan.

Mungkin kita adalah sepasang manusia yang tak saling mengetahui, tapi selalu ada penasaran menghantui. Lalu, kita mulai saling mencari, jika memungkinkan sesuatu yang pasti. Namun pada akhirnya kita saling menemukan saat mulai menyadari.

Jika kehilanganlah yang menyatukan kita.

***

Lampion Senja

Judul: Lampion Senja
Penulis: Ariqy Raihan
Penerbit: Lampu Djalan
Tahun terbit: 2016

***
Review Lampion Senja
Well. Bukunya cantik. Desain cover, warna cover, font judul. Suka banget. Pajangable dan instagramable :p
Dan buku-buku seperti ini selalu membuat ingatanku melayang pada: tumblr.

Kesan pertama membaca buku ini adalah: ini buku tentang patah hati, kehilangan, dan mengikhlaskan.
Agak enggan rasanya membaca buku patah hati ini ketika di awal halaman sudah membaca kalimat pembuka:
"Karena kehilanganmu adalah derita yang harus kuhadapi"
Mengapa enggan? Karena kondisi hati ini tidak sedang patah hati, tidak sedang menghadapi kehilangan :p
Namun, halaman berikutnya diisi dengan larik-larik kalimat yang kembali memunculkan keinginan untuk membaca buku ini.
Baiklah, sekali lagi, tulisan ini serasa tulisan yang tumblr banget.

Buku ini ternyata bukan sebuah novel perjalanan, namun berisi fragmen-fragmen kehidupan terutama pada saat kehilangan, mengikhlaskan, dan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Nampak begitu sendu kan?
Apalagi dalam tiap cerita, selalu membawa "hujan" yang selalu mewakili kesenduan dan kesepian.
Dan yang begitu kuat dalam cerita ini adalah tentang takdir :) Bagaimana kehidupan sesungguhnya bermuara pada takdir yang telah ditentukan.

Mungkin, karena memang sedang dalam kondisi good mood, kesenduan yang ditawarkan buku kurang mengena di hati. Tapi, tak mengurangi cantiknya rangkaian kata yang digunakan oleh penulis. Saking cantiknya, kadang terasa begitu abstrak namun tetap indah. Hihi gimana itu yah.. ya sebagai orang awam yang tidak pandai bermetafora, mungkin kalimat-kalimat dalam buku ini tidak melulu bisa dipahami. Mungkin memang buku ini bisa diresapi dengan hati yang sedang ingin sembuh. Tapi yang pasti, kesenduan melalui kata-kata tersampaikan dengan indah.

Yang paling tertandai adalah, hampir di setiap judul selalu membawa "gerimis", gerimis di wajah. Selalu. Kayak brand-nya penulis ada di kata ini πŸ˜…
Sebetulnya cukup mengherankan membaca biografi penulis di belakang. Ternyata penulis adalah lulusan Ekonomi Syariah. Hmmm.. bagaimana bisa membuat kata-kata mendayu mengharu biru yang sama sekali nggak nampak unsur "keuangan"nya πŸ˜…

Mbaperin alias bikin baper memang ini buku. Sudah gitu kata-katanya yang puitis memang berpotensi membuat pembaca yang gampang baper menjadi mudah terjatuh dalam kebaperan. Wkwkwk.
Dari beberapa cerita dalam buku ini, mungkin yang paling mengesan adalah yang menceritakan Wanita Bergaun Merah. 
Hmm.. lalu, Secangkir Kopi dan Pesan Untukmu.
Dan, Serendipity. 

Satu paragraf dari bagian berjudul Serendipity yang saya suka:
"Kita bisa memilih untuk jatuh ke dalam dekapan perasaan kepada siapa pun. Berapa kali pun. Namun hanya kita sendirilah yang paling tahu, siapa yang paling tepat untuk menjadi teman hingga akhir hayat nanti. Bukan berbicara selama apa kita jatuh dalam perasaan kepada seseorang, tetapi seberapa dalam memahami perasaan masing-masing untuk melihat; apakah kita memang tercipta untuk bersama atau tidak." - hal 75.
Hmm... saya suka buku ini... Namun, bagi saya cerita-cerita dalam buku ini setipe hanya berbeda bentuk. 3 bintang, sepertinya lebih.. namun untuk 4 bintang, buku ini belum mampu membuat saya terhanyut dalam cerita. Baiklah, mungkin ★★★ setengah.. hehehe..

I Am Yours


Blurb
Alex : Loe milik gue & selamanya akan menjadi milik gue.
David: Aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu.
Daniel: Dia cantik. Dia berbeda. Dia sungguh istimewa.
Amelia: Seandainya aku bebas menentukan pilihan hidupku...

Kisah tentang cinta yang terkhianati.
Kisah tentang hati yang patah.
Kisah tentang harapan yang tak kunjung padam.
Kisah tentang ketidakpastian dan janji yang harus ditepati.
Haruskah Amelia menentukan pilihannya sendiri?
Atau justru takdir yang mengambil alih?

***

Judul: I Am Yours
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Tahun terbit: 2014
Penerbit: Bhuana Sastra
ISBN 13: 978-602-249-580-2

***

Review Novel I Am Yours
Novel Kak Kezia Evi yang pertama saya baca. Novel ini bersetting mahasiswa kuliahan. Tapi entah mengapa terasa seperti anak SMA dengan kehidupan cintanya yang menggebu dan tanpa pikir panjang.

Itu kesan di awal waktu membaca novel ini.

Untuk alur ceritanya sendiri sebetulnya mudah ditebak. Tapi memang ada plot twist yang cukup mengejutkan. Semacam, alurnya terbaca akan ke arah situ, tapi ternyata dibuat lebih mengejutkan caranya.. Wkwk ya gitu deh.

Semakin ke belakang, banyak hal-hal tak terduga yang masuk ke dalam cerita. Sungguh kalau ini sudah di luar dugaan. Walaupun membuatnya ceritanya begitu rumit, adanya kejutan-kejutan membuat novel ini tidak mau diletakkan.

Gaya bahasa yang digunakan sebetulnya biasa. Bukan bahasa dengan permainan kata yang menyiratkan akan suatu hal. Jadi novel ini pure untuk sekedar hiburan dan membaca di waktu luang. Bisa dengan cepat diselesaikan, apalagi ketika membaca kadang ada skimming dan skipping.

Pesona fisik seseorang tentunya berpengaruh terhadap ketertarikan seseorang. Sayangnya yang nampak dari novel ini adalah tokoh-tokoh novel ini begitu terpesona dengan tampilan fisik. Tidak salah memang. Hanya terlalu cetek.. mm.. dangkal maksudnya. Sepertinya tokoh novel ini digambarkan begitu menggoda dan ingin menikmati sentuhan fisik dari orang yang disukainya. Maksudnya adalah, tidak selalu kan ketika seseorang melihat orang yang disukainya, lalu pengen dipegang, dicium? Menaklukkan hati seseorang bukan cuma untuk menciumnya kan?
Ah, mungkin penggambarannya kurang smooth aja sih... supaya nggak keliatan mafsu banget gitu :D

Paling favorit dari novel ini adalah ... endingnya. Soo sweet...
Apalagi yang lebih sweet kalo ternyata orang yang kita cintai adalah orang yang sejak awal meskipun kita tidak mengingatnya, pernah ada dalam kehidupan kita.
Agak-agak impossible.. namanya juga novel fiksi..
But nothing's impossible, right?

Jadi inti yang dapat ditangkap dari novel ini adalah: "kalo jodoh nggak kemana!" 😁

Update Post IRRC 2017 (Januari - April)


Selamat pagi...
Eh udah akhir Mei aja yah.. Ini beberapa buku genre romance yang sudah saya baca dari awal tahun...

  1. Love, Lemon, and The Last Kiss karya Ida Ernawati
  2. Unmellow Yellow karya Aryna Halim
  3. My FiancΓ©e is A Secret Agent karya Mayya Adnan
  4. The Rising Star karya Angelique Puspadewi
  5. More Than Words karya Stephanie Zen
  6. No One But You karya Angelique Puspadewi
  7. 3 (Tiga) karya Alicia Lidwina
  8. Wedding with Converse karya Inggrid Sonya
  9. Revered Back karya Inggrid Sonya
  10. Roma (seri Love in The City) karya Pia Devina
Wow, ternyata suda sepuluh. Lumayan juga πŸ˜„ Sebetulnya ada lagi buku romance yang sudah saya baca.. buku Leona-nya Bang Jep.. tapi belum sempat bikin reviewnya.. Besok deh ehehe.

Update Post WNRC 2017 (Januari - April)


Wow, nggak terasa sudah bulan Mei..
Selama 4 bulan di tahun 2017 ini sepertinya saya sudah baca beberapa novel Wattpad..
Masih banyak list novel Wattpad yang mau dibaca, tapi apalah daya beberapa minggu terakhir harus mengejar deadline tugas akhir.. hahaha.
Mari kita cek dulu novel Wattpad yang sudah saya baca..

My Fiancee is A Secret Agent karya Mayya Adnan

Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang karya Gina Gabrielle

Wedding with Converse karyaInggrid Sonya

Revered Back karya Inggrid Sonya

Eh, baru empat ya ternyata.. hahaha.
Semoga tugasku segera selesaaaiii..
Ah, kangen banget baca novel-novel yang sudah numpuuk minta dibaca :')