Everything, Everything


Blurb

Penyakitku langka, dan terkenal. Pada dasarnya, aku alergi terhadap seluruh dunia. Aku tidak meninggalkan rumahku, dan belum pernah keluar dari rumah selama tujuh belas tahun. Orang yang aku temui hanyalah ibuku dan Carla, perawatku. Tapi suatu hari, sebuah truk pindahan tiba di rumah sebelah. Aku melongok keluar dari jendela dan aku melihat cowok itu. Dia tinggi, kurus, dan mengenakan baju serba hitam. Dia memergokiku sedang menatapnya dan dia balik memelototiku. Namanya Olly. Mungkin kita tidak bisa memperkirakan masa depan, tapi kita bisa memperkirakan satu atau dua hal. Seperti misalnya, aku yakin aku akan jatuh cinta pada Olly. Tapi, hal itu hanya akan menjadi bencana.
***
Judul buku: Everything, Everything
Penulis: Nicola Yoon
***
Review Novel Everything, Everything

Well, pada awal membaca buku ini, saya agak kurang tertarik. Mengapa? Karena saya langsung teringat novel "The Fault in Our Star". Agak mirip-mirip sebetulnya jalan ceritanya, walaupun memang sakit yang diderita tokohnya berbeda.

Masih membuat saya berpikir, betapa mudahnya seseorang jatuh cinta, dengan tetangga baru! Dari pihak Carla (tokoh utama wanita yang sakit) tentu kedatangan tetangga baru memberikan hal yang baru dalam hidupnya. Manusia memang diciptakan untuk selalu penasaran dengan hal-hal yang baru.
Tapi kalau dipikir dari pihak Olly, begitu mudah dia jatuh cinta dengan Carla. Terlalu cepat. Seakan di dunia ini hanya ada mereka berdua :D

Sampai disitu, novel ini sudah bisa ditebak jalan ceritanya.

Agak tidak masuk akal sebetulnya cerita ini. Dengan pengawasan yang begitu ketat dari ibunya, Carla ini bisa dengan mudah melarikan diri dari rumah.

Ah tapi sudahlah... tetap lanjut membaca...

Dan baiklah, yang membuat terkejut adalah antiklimaksnya. Cukup tidak terduga, Kupikir semuanya akan berjalan dengan baik seperti novel-novel pada umumnya. Memiliki happy ending si tokoh sembuh atau sad ending malah si tokoh meninggal karena sakitnya. Ternyata tidak keduanya.
Di samping alur cerita di akhir novel yang tidak terduga, hal lain yang bagus dari novel ini adalah, banyak hal tentang hidup yang bisa dipelajari.

Lampion Senja


Blurb
Apakah aku adalah keengganan yang kaupaksakan? Pertanyaan itu terus kutanyakan pada diriku sendiri setiap hari. Perihal rindu tak berbalas dan hanya kepergian yang kutatapi selama ini. Dan untuk itu, aku harus belajar mengikhlaskan berkali-kali. Serupa bintang di kala malam, aku selalu berharap bintang itu menggantung abadi di atas langit bumi. Di atas langit kamar-kamar kenangan. Di atas langit perasaanku yang sunyi dan hampa.

Ada denting rasa yang pelan-pelan mengalun di dalam kesunyian itu. Perlahan waktu akhirnya menunjukkan jika kepergian yang kutatapi itu tidak berakhir dengan kekosongan. Ternyata, tak selamanya kepergiam berujung pada kegelapan.

Mungkin kita adalah sepasang manusia yang tak saling mengetahui, tapi selalu ada penasaran menghantui. Lalu, kita mulai saling mencari, jika memungkinkan sesuatu yang pasti. Namun pada akhirnya kita saling menemukan saat mulai menyadari.

Jika kehilanganlah yang menyatukan kita.

***

Lampion Senja

Judul: Lampion Senja
Penulis: Ariqy Raihan
Penerbit: Lampu Djalan
Tahun terbit: 2016

***
Review Lampion Senja
Well. Bukunya cantik. Desain cover, warna cover, font judul. Suka banget. Pajangable dan instagramable :p
Dan buku-buku seperti ini selalu membuat ingatanku melayang pada: tumblr.

Kesan pertama membaca buku ini adalah: ini buku tentang patah hati, kehilangan, dan mengikhlaskan.
Agak enggan rasanya membaca buku patah hati ini ketika di awal halaman sudah membaca kalimat pembuka:
"Karena kehilanganmu adalah derita yang harus kuhadapi"
Mengapa enggan? Karena kondisi hati ini tidak sedang patah hati, tidak sedang menghadapi kehilangan :p
Namun, halaman berikutnya diisi dengan larik-larik kalimat yang kembali memunculkan keinginan untuk membaca buku ini.
Baiklah, sekali lagi, tulisan ini serasa tulisan yang tumblr banget.

Buku ini ternyata bukan sebuah novel perjalanan, namun berisi fragmen-fragmen kehidupan terutama pada saat kehilangan, mengikhlaskan, dan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Nampak begitu sendu kan?
Apalagi dalam tiap cerita, selalu membawa "hujan" yang selalu mewakili kesenduan dan kesepian.
Dan yang begitu kuat dalam cerita ini adalah tentang takdir :) Bagaimana kehidupan sesungguhnya bermuara pada takdir yang telah ditentukan.

Mungkin, karena memang sedang dalam kondisi good mood, kesenduan yang ditawarkan buku kurang mengena di hati. Tapi, tak mengurangi cantiknya rangkaian kata yang digunakan oleh penulis. Saking cantiknya, kadang terasa begitu abstrak namun tetap indah. Hihi gimana itu yah.. ya sebagai orang awam yang tidak pandai bermetafora, mungkin kalimat-kalimat dalam buku ini tidak melulu bisa dipahami. Mungkin memang buku ini bisa diresapi dengan hati yang sedang ingin sembuh. Tapi yang pasti, kesenduan melalui kata-kata tersampaikan dengan indah.

Yang paling tertandai adalah, hampir di setiap judul selalu membawa "gerimis", gerimis di wajah. Selalu. Kayak brand-nya penulis ada di kata ini πŸ˜…
Sebetulnya cukup mengherankan membaca biografi penulis di belakang. Ternyata penulis adalah lulusan Ekonomi Syariah. Hmmm.. bagaimana bisa membuat kata-kata mendayu mengharu biru yang sama sekali nggak nampak unsur "keuangan"nya πŸ˜…

Mbaperin alias bikin baper memang ini buku. Sudah gitu kata-katanya yang puitis memang berpotensi membuat pembaca yang gampang baper menjadi mudah terjatuh dalam kebaperan. Wkwkwk.
Dari beberapa cerita dalam buku ini, mungkin yang paling mengesan adalah yang menceritakan Wanita Bergaun Merah. 
Hmm.. lalu, Secangkir Kopi dan Pesan Untukmu.
Dan, Serendipity. 

Satu paragraf dari bagian berjudul Serendipity yang saya suka:
"Kita bisa memilih untuk jatuh ke dalam dekapan perasaan kepada siapa pun. Berapa kali pun. Namun hanya kita sendirilah yang paling tahu, siapa yang paling tepat untuk menjadi teman hingga akhir hayat nanti. Bukan berbicara selama apa kita jatuh dalam perasaan kepada seseorang, tetapi seberapa dalam memahami perasaan masing-masing untuk melihat; apakah kita memang tercipta untuk bersama atau tidak." - hal 75.
Hmm... saya suka buku ini... Namun, bagi saya cerita-cerita dalam buku ini setipe hanya berbeda bentuk. 3 bintang, sepertinya lebih.. namun untuk 4 bintang, buku ini belum mampu membuat saya terhanyut dalam cerita. Baiklah, mungkin ★★★ setengah.. hehehe..

I Am Yours


Blurb
Alex : Loe milik gue & selamanya akan menjadi milik gue.
David: Aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu.
Daniel: Dia cantik. Dia berbeda. Dia sungguh istimewa.
Amelia: Seandainya aku bebas menentukan pilihan hidupku...

Kisah tentang cinta yang terkhianati.
Kisah tentang hati yang patah.
Kisah tentang harapan yang tak kunjung padam.
Kisah tentang ketidakpastian dan janji yang harus ditepati.
Haruskah Amelia menentukan pilihannya sendiri?
Atau justru takdir yang mengambil alih?

***

Judul: I Am Yours
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Tahun terbit: 2014
Penerbit: Bhuana Sastra
ISBN 13: 978-602-249-580-2

***

Review Novel I Am Yours
Novel Kak Kezia Evi yang pertama saya baca. Novel ini bersetting mahasiswa kuliahan. Tapi entah mengapa terasa seperti anak SMA dengan kehidupan cintanya yang menggebu dan tanpa pikir panjang.

Itu kesan di awal waktu membaca novel ini.

Untuk alur ceritanya sendiri sebetulnya mudah ditebak. Tapi memang ada plot twist yang cukup mengejutkan. Semacam, alurnya terbaca akan ke arah situ, tapi ternyata dibuat lebih mengejutkan caranya.. Wkwk ya gitu deh.

Semakin ke belakang, banyak hal-hal tak terduga yang masuk ke dalam cerita. Sungguh kalau ini sudah di luar dugaan. Walaupun membuatnya ceritanya begitu rumit, adanya kejutan-kejutan membuat novel ini tidak mau diletakkan.

Gaya bahasa yang digunakan sebetulnya biasa. Bukan bahasa dengan permainan kata yang menyiratkan akan suatu hal. Jadi novel ini pure untuk sekedar hiburan dan membaca di waktu luang. Bisa dengan cepat diselesaikan, apalagi ketika membaca kadang ada skimming dan skipping.

Pesona fisik seseorang tentunya berpengaruh terhadap ketertarikan seseorang. Sayangnya yang nampak dari novel ini adalah tokoh-tokoh novel ini begitu terpesona dengan tampilan fisik. Tidak salah memang. Hanya terlalu cetek.. mm.. dangkal maksudnya. Sepertinya tokoh novel ini digambarkan begitu menggoda dan ingin menikmati sentuhan fisik dari orang yang disukainya. Maksudnya adalah, tidak selalu kan ketika seseorang melihat orang yang disukainya, lalu pengen dipegang, dicium? Menaklukkan hati seseorang bukan cuma untuk menciumnya kan?
Ah, mungkin penggambarannya kurang smooth aja sih... supaya nggak keliatan mafsu banget gitu :D

Paling favorit dari novel ini adalah ... endingnya. Soo sweet...
Apalagi yang lebih sweet kalo ternyata orang yang kita cintai adalah orang yang sejak awal meskipun kita tidak mengingatnya, pernah ada dalam kehidupan kita.
Agak-agak impossible.. namanya juga novel fiksi..
But nothing's impossible, right?

Jadi inti yang dapat ditangkap dari novel ini adalah: "kalo jodoh nggak kemana!" 😁

Update Post IRRC 2017 (Januari - April)


Selamat pagi...
Eh udah akhir Mei aja yah.. Ini beberapa buku genre romance yang sudah saya baca dari awal tahun...

  1. Love, Lemon, and The Last Kiss karya Ida Ernawati
  2. Unmellow Yellow karya Aryna Halim
  3. My FiancΓ©e is A Secret Agent karya Mayya Adnan
  4. The Rising Star karya Angelique Puspadewi
  5. More Than Words karya Stephanie Zen
  6. No One But You karya Angelique Puspadewi
  7. 3 (Tiga) karya Alicia Lidwina
  8. Wedding with Converse karya Inggrid Sonya
  9. Revered Back karya Inggrid Sonya
  10. Roma (seri Love in The City) karya Pia Devina
Wow, ternyata suda sepuluh. Lumayan juga πŸ˜„ Sebetulnya ada lagi buku romance yang sudah saya baca.. buku Leona-nya Bang Jep.. tapi belum sempat bikin reviewnya.. Besok deh ehehe.

Update Post WNRC 2017 (Januari - April)


Wow, nggak terasa sudah bulan Mei..
Selama 4 bulan di tahun 2017 ini sepertinya saya sudah baca beberapa novel Wattpad..
Masih banyak list novel Wattpad yang mau dibaca, tapi apalah daya beberapa minggu terakhir harus mengejar deadline tugas akhir.. hahaha.
Mari kita cek dulu novel Wattpad yang sudah saya baca..

My Fiancee is A Secret Agent karya Mayya Adnan

Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang karya Gina Gabrielle

Wedding with Converse karyaInggrid Sonya

Revered Back karya Inggrid Sonya

Eh, baru empat ya ternyata.. hahaha.
Semoga tugasku segera selesaaaiii..
Ah, kangen banget baca novel-novel yang sudah numpuuk minta dibaca :')

ROMA (Seri Love in The City)


Blurb:

Chalinda Noemi.
Sejak awal, aku tidak yakin  bisa merestui pernikahan Mama dengan Terezio Lambardi, seorang pria berkebangsaan Italia. Tapi, demi kebahagiaan Mama, haruskah aku tetap bersikap egois? Aku ingin Mama bahagia. Mengiyakan rencana pernikahan yang akan berlangsung di Roma -- dan mau tidak mau membawaku serta ke Kota Abadi itu.

Maurizio Folliero.
Sejak awal, gadis itu tidak menyenangkan. Dingin dan menjaga jarak. Sialnya, aku memerlukan bantuannya untuk membebaskanku dari hukuman yang diberikan orangtuakku. Yang benar saja, aku kan bukan anak kecil lagi. Bersama dengannya ke Ostia Lido, memulai segalanya. Ternyata gadis itu memerlukan pertolongan.

Ryan Watkins.
Sejak awal, gadis itu terlihat murung. Kakinya terluka karena menubruk tubuhku. Aku ingin menolongnya. Bukan hanya karena kakinya yang terkilir, tapi karena mendung yang membayangi wajahnya.

***


Judul: Roma (Seri Love in The City)
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: 2016
ISBN: 978-602-375-653-7

***

Roma, siapa yang tak tahu kota terkenal di negara Italia ini?
Roma menjadi latar tempat dalam salah satu serial novel Love in The City, sekaligus menjadi judul buku ini. Dari beberapa buku lainnya, saya kemarin memilih membaca novel ini sebetulnya karena tipis. Sekitar 200 halaman. Jadi, saya pikir cocok lah buat mengisi waktu luang.

Membaca buku ini membuatku ingin makan pizza, ingin ke pantai menikmati birunya laut dan langit.
Buku ini juga membuatku membayangkan Italia dengan semua tempatnya yang Roma banget!
Kafe-kafe dengan makanan khas Italia-nya.. tempat-tempat bersejarahnya duh.. Selain itu, ada banyak deskripsi tempat di Roma yang digambarkan dalam buku ini. Banyak juga disebutkan tokoh-tokoh terkenal dari tempat-tempat bersejarah di Roma. Cuma memang, pendeskripsiannya hanya singkat. Kita tidak akan bisa membayangkan tempat dalam novel itu secara detail.

Sayang sekali novel berjudul "Roma" yang saya pikir bakalan bercerita tentang kisah cinta yang sweet tidak saya temukan dalam buku ini. Di blurb belakang novel ada tiga tokoh yang diceritakan. Saya pikir bakalan jadi cinta segitiga atau apaaa gitu. Ternyata kisah cinta di novel ini tipis sekali.

Mengapa tipis?

Saya malah merasa ini seperti petualangan Chal di Roma. Bukan kisah cintanya. Lagi pula, kisah cintanya lebih menonjol ke kisah cinta mamanya dengan pria Italia yang tidak direstui Chal. Padahal sebetulnya kisah Chal dan Maurizio bisa dieksplor lebih jauh.

Lalu, buat apa nama Ryan Watkins muncul di blurb? Saya pikir dia bakal ikut dalam tokoh utama atau setidaknya punya banyak peran dalam kisah Chal. Ternyata tidak. Ryan Watkins bahkan hanya muncul tiga kali.. malah lebih banyak muncul calon yang akan dinikahi Mamanya Chal. Kasihan Ryan Watkins :( sepertinya dia pria baik.

Saya juga merasa banyak yang ter-skip dari cerita. Seperti ketika ____ (ah saya lupa siapa namanya saking Italianya. wkwk) mengatakan suatu hal kepada Maurizio tentang teman ayahnya. Pertanyaan saya adalah, bagaimana orang itu bisa tau tentang hal itu? Tidak ada keterangan mengenai hal itu.
Cerita dalam novel ini memang terasa melompat-lompat.

Hmm...Apakah cuma saya yang merasa cerita ini agak terburu-buru dan dipaksakan? Seperti banyak sekali bagian cerita ini yang menggantung, belum selesai, tapi kemudian sudah berganti ke cerita lain. Sebetulnya saya pengen liat Maurizio jalan-jalan sama Chal di Roma,ke tempat-tempat yang Roma banget. Biar kesan Roma-nya itu lebih kuat gitu. Setidaknya sebelum Chal pulang ke Indonesia, dia sempat dibuatkan scene jalan-jalan bareng jadi "kisah cinta"-nya tuh dapet. Sayang nggak ada :(

Lalu, ada beberapa typo yang saya temukan.. tapi, yah.. tidak terlalu mengganggu sih.
Selain itu ada bagian yang tidak sinkron juga. Di halaman 17, disebutkan bahwa adik Maurizio yang bernama Magdalena adalah calon arsitektur. Namun, di halaman 70, dijelaskan kalau Magdalena kuliah keperawatan. Nggak sinkron kan?
Meskipun bukan tokoh penting, tapi menurut saya hal kecil seperti itu juga perlu diperhatikan.

Untuk novel ini, saya cuma bisa kasih ★★ :( hanya karena menggunakan Roma sebagai setting-nya dan memberikan sedikit gambaran mengenai kota ini,yang sekarang membuat saya pengen gelato :p