Update Post WNRC 2017 (Januari - April)


Wow, nggak terasa sudah bulan Mei..
Selama 4 bulan di tahun 2017 ini sepertinya saya sudah baca beberapa novel Wattpad..
Masih banyak list novel Wattpad yang mau dibaca, tapi apalah daya beberapa minggu terakhir harus mengejar deadline tugas akhir.. hahaha.
Mari kita cek dulu novel Wattpad yang sudah saya baca..

My Fiancee is A Secret Agent karya Mayya Adnan

Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang karya Gina Gabrielle

Wedding with Converse karyaInggrid Sonya

Revered Back karya Inggrid Sonya

Eh, baru empat ya ternyata.. hahaha.
Semoga tugasku segera selesaaaiii..
Ah, kangen banget baca novel-novel yang sudah numpuuk minta dibaca :')

ROMA (Seri Love in The City)


Blurb:

Chalinda Noemi.
Sejak awal, aku tidak yakin  bisa merestui pernikahan Mama dengan Terezio Lambardi, seorang pria berkebangsaan Italia. Tapi, demi kebahagiaan Mama, haruskah aku tetap bersikap egois? Aku ingin Mama bahagia. Mengiyakan rencana pernikahan yang akan berlangsung di Roma -- dan mau tidak mau membawaku serta ke Kota Abadi itu.

Maurizio Folliero.
Sejak awal, gadis itu tidak menyenangkan. Dingin dan menjaga jarak. Sialnya, aku memerlukan bantuannya untuk membebaskanku dari hukuman yang diberikan orangtuakku. Yang benar saja, aku kan bukan anak kecil lagi. Bersama dengannya ke Ostia Lido, memulai segalanya. Ternyata gadis itu memerlukan pertolongan.

Ryan Watkins.
Sejak awal, gadis itu terlihat murung. Kakinya terluka karena menubruk tubuhku. Aku ingin menolongnya. Bukan hanya karena kakinya yang terkilir, tapi karena mendung yang membayangi wajahnya.

***


Judul: Roma (Seri Love in The City)
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: 2016
ISBN: 978-602-375-653-7

***

Roma, siapa yang tak tahu kota terkenal di negara Italia ini?
Roma menjadi latar tempat dalam salah satu serial novel Love in The City, sekaligus menjadi judul buku ini. Dari beberapa buku lainnya, saya kemarin memilih membaca novel ini sebetulnya karena tipis. Sekitar 200 halaman. Jadi, saya pikir cocok lah buat mengisi waktu luang.

Membaca buku ini membuatku ingin makan pizza, ingin ke pantai menikmati birunya laut dan langit.
Buku ini juga membuatku membayangkan Italia dengan semua tempatnya yang Roma banget!
Kafe-kafe dengan makanan khas Italia-nya.. tempat-tempat bersejarahnya duh.. Selain itu, ada banyak deskripsi tempat di Roma yang digambarkan dalam buku ini. Banyak juga disebutkan tokoh-tokoh terkenal dari tempat-tempat bersejarah di Roma. Cuma memang, pendeskripsiannya hanya singkat. Kita tidak akan bisa membayangkan tempat dalam novel itu secara detail.

Sayang sekali novel berjudul "Roma" yang saya pikir bakalan bercerita tentang kisah cinta yang sweet tidak saya temukan dalam buku ini. Di blurb belakang novel ada tiga tokoh yang diceritakan. Saya pikir bakalan jadi cinta segitiga atau apaaa gitu. Ternyata kisah cinta di novel ini tipis sekali.

Mengapa tipis?

Saya malah merasa ini seperti petualangan Chal di Roma. Bukan kisah cintanya. Lagi pula, kisah cintanya lebih menonjol ke kisah cinta mamanya dengan pria Italia yang tidak direstui Chal. Padahal sebetulnya kisah Chal dan Maurizio bisa dieksplor lebih jauh.

Lalu, buat apa nama Ryan Watkins muncul di blurb? Saya pikir dia bakal ikut dalam tokoh utama atau setidaknya punya banyak peran dalam kisah Chal. Ternyata tidak. Ryan Watkins bahkan hanya muncul tiga kali.. malah lebih banyak muncul calon yang akan dinikahi Mamanya Chal. Kasihan Ryan Watkins :( sepertinya dia pria baik.

Saya juga merasa banyak yang ter-skip dari cerita. Seperti ketika ____ (ah saya lupa siapa namanya saking Italianya. wkwk) mengatakan suatu hal kepada Maurizio tentang teman ayahnya. Pertanyaan saya adalah, bagaimana orang itu bisa tau tentang hal itu? Tidak ada keterangan mengenai hal itu.
Cerita dalam novel ini memang terasa melompat-lompat.

Hmm...Apakah cuma saya yang merasa cerita ini agak terburu-buru dan dipaksakan? Seperti banyak sekali bagian cerita ini yang menggantung, belum selesai, tapi kemudian sudah berganti ke cerita lain. Sebetulnya saya pengen liat Maurizio jalan-jalan sama Chal di Roma,ke tempat-tempat yang Roma banget. Biar kesan Roma-nya itu lebih kuat gitu. Setidaknya sebelum Chal pulang ke Indonesia, dia sempat dibuatkan scene jalan-jalan bareng jadi "kisah cinta"-nya tuh dapet. Sayang nggak ada :(

Lalu, ada beberapa typo yang saya temukan.. tapi, yah.. tidak terlalu mengganggu sih.
Selain itu ada bagian yang tidak sinkron juga. Di halaman 17, disebutkan bahwa adik Maurizio yang bernama Magdalena adalah calon arsitektur. Namun, di halaman 70, dijelaskan kalau Magdalena kuliah keperawatan. Nggak sinkron kan?
Meskipun bukan tokoh penting, tapi menurut saya hal kecil seperti itu juga perlu diperhatikan.

Untuk novel ini, saya cuma bisa kasih ★★ :( hanya karena menggunakan Roma sebagai setting-nya dan memberikan sedikit gambaran mengenai kota ini,yang sekarang membuat saya pengen gelato :p


A Thousand Miles in Broken Slippers


Blurb:

Aku dilahirkan di Bolinao, Filipina, di tengah keluarga miskin. Ayah hanya pekerja serabutan, sedangkan Ibu tukang cuci dan pedagang asongan. Sementara sejak berumur delapan tahun, aku sudah jadi pemulung dan tukang bersih bus antarkota. 

Masa kecilku getir dan sulit. Bukan hanya disebabkan kemiskinan yang melilit, namun karena kebencian dan penolakan yang dilontarkan dunia padaku. Termasuk oleh kakak-kakakku, yang membenciku karena ayah mereka sangat menyayangiku. Ya, "ayah mereka", kataku, karena aku ini anak dari hubungan di luar pernikahan. 

Tapi justru ayah tiriku itulah yang menjadi penyelamatku. Ia obat bagi setiap lukaku. Ia membentukku dengan nasihatnya, mencintaiku sepenuh jiwanya. Dialah yang membuatku terus berjuang menjadi murid terpandai di sekolah, merebut medali demi medali, meski ke mana pun aku pergi, kakiku hanya beralas sandal jepit yang menipis digerus langkah. 

Tapi seperti kata Ayah, "Jangan biarkan sandal jepitmu menjadi jati dirimu." 

Maka aku percaya, tak ada satu pun yang tak dapat kucapai, meski kakiku hanya beralaskan sandal jepit usang.

***


Judul: A Thousand Miles in Broken Slippers
Leo Consul's Life Story
Diceritakan oleh: Rosi L. Simamora
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Januari 2016
ISBN: 9786020319780

***

Review Novel Biografi Leo Consul: A Thousand Miles in Broken Slippers
Judul dan sampul ini begitu menggoda dan seperti melambai-lambai minta dibaca. Sejak pertama membaca judul novel ini, "A Thousand Miles in Broken Slippers", entah mengapa saya teringat novel "The Kite Runner"-nya Khalid Hossaeni. Novel sebuah perjalanan hidup yang mengharukan dan penuh perjuangan. Maka seperti itu pula saya membayangkan novel ini.

Jujur, ini adalah kali pertama saya membaca nama "Leo Consul". Jadi, melihat tulisan "Leo Consul's Life Story" di sampul, sebetulnya saya nggak ngerti dia ini siapa. Saya cuma berpikir, jika kisah hidupnya sampai diceritakan, dibukukan, pasti ada suatu hal yang luar biasa dalam hidupnya. Saya sengaja tidak mencari tahu siapa itu Leo Consul. Saya lebih tertarik untuk membaca kisah hidupnya.

Buku ini menceritakan setiap potong kehidupan seorang anak bernama Leo Consul, yang berjuang mati-matian untuk bisa terus bersekolah dan melanjutkan mimpinya meskipun pahitnya hidup harus berkali-kali ia hadapi. Jatuh bangun demi menggapai apa yang telah ada di benaknya sejak kecil. Bersama dengan pesan-pesan dan kasih sayang ayah, ia terus bangkit hingga akhirnya pun ia kini berhasil.
"Karena... orang-orang seperti aku, yang harus berjuang sekuat tenaga demi memenangkan secuil kesempatan, demi didengar dan dilihat, adalah justru para pemburu setia ketidakmungkinan?" - hal 8
Ditulis dengan sudut pandang Leo Consul, dalam buku ini terdapat potongan-potongan kisah hidupnya yang menurut saya paling berkesan, paling ia ingat. Apa yang ia rasakan, apa yang ia lakukan. Cerita memang tidak dituliskan secara urut, namun meloncat-loncat. Meskipun terkadang membuat saya kehilangan arah kira-kira pada usia berapa Leo Consul saat itu, tapi tidak masalah. Saya tetap bisa memahami cerita.

Perjuangan hidup Leo, yang demi mimpinya ia berusaha melewati batas-batasnya, layak menjadi contoh bagi anak muda jaman sekarang. Pantang menyerah dan tekun. Saya salut sekali dengan perjuangannya. Kisah hidup yang penuh perjuangan selalu saja menyentuh hati dengan mudah.

Kasih sayang ayah Leo juga membuat saya begitu terharu. Selalu memberikan semangat yang memnciptakan harapan bagi Leo. Membaca kisah ini, saya lihat ayah Leo sangat berperan dalam kesuksesan hidupnya. Betapa Leo terlihat meletakkan Ayah sebagai figur yang penting dalam hidupnya. Banyak sekali pesan-pesan ayah Leo yang diceritakan dalam kisah ini. Bahkan, pesan-pesan ini mengawali tiap bab baru yang disandingkan dengan sebuah ilustrasi.

Ini salah satu kutipan pesan ayah Leo:
Secara keseluruhan, kisah ini diceritakan dengan sangat bagus. Salah ketik sepertinya tidak ada, secara penutur kisah ini dulu adalah seorang editor :D Hanya saja ada beberapa bagian cerita yang hampir seperti diulang, dengan kalimat yang persis sepertinya. Entah ini sebuah kesengajaan atau tidak, tapi saya lebih menyukai bila tidak ada pengulangan bagian cerita.

Sarat emosi dan inspiratif, dari saya ★★★★ untuk buku ini.

Oya, jadi setelah saya selesai baca buku ini, baru saya googling siapa sih Leo Consul ini. Ternyata oh ternyata, dia ini yang sering muncul di tv. Memang sih dalam kisahnya ada bagian tentang perjuangannya masuk dunia entertain. Tapi saya bener nggak nyangka Leo Consul dalam buku ini adalah orang yang sama. Saya tau orangnya tapi saya baru tau ini kalau namanya Leo Consul. Maafkan saya, bang :p

Last, doa saya untukmu Bang, semoga sukses selalu :)


"Tidak ada yang namanya pilihan salah ataupun benar. 
Setiap pilihan membawa kita ke sesuatu yang akan menggugah atau mematahkan kita. Yang terpenting adalah, kita tahu cara untuk bangkit kembali setiap kali kita terjatuh."
(Leo Consul)

Stories for Rainy Days (vol I)


Blurb

It was a rainy day,
with a hot darjeeling tea,
warm striped blanket
and polka dot socks.
One perfect moment
to read stories
for cats.

***

Judul buku: Stories for Rainy Days
Penulis: Naela Ali
Penerbit: POP (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun terbit: 2016
ISBN: 978-602-424-059-2
Jumlah halaman: 198

***
Review buku Stories for Rainy Days

Hai, pas banget nih lagi hujan... 
Saya pengen cerita tentang sebuah buku berjudul "Stories for Rainy Days". Sounds like a mellow book.. 

Sebelum ke isi buku ini, saya mau kasih tau dulu, mengapa saya tertarik baca buku ini. Well, awalnya saya liat temen posting salah satu halaman buku ini di instagramnya... Saya lupa sih bagian apa, tapi saya pikir kata-katanya yaa.. sweet gitu deh. Itu alasan pertama. Alasan kedua, bukunya ada gambarnya.

Daaan.. akhirnya, kemarin ketemu temenku yang punya dan aku pinjem buku ini. Waktu pertama pegang buku ini, impresiku adalah: "Waah ternyata bukunya mungil". Jadi buku ini nggak seukuran novel-novel biasanya itu.. ukurannya 11 x 15.5 cm. Dengan hard cover, buku ini pajangable banget. Wkwk. Ya cantik imut gitu deeh.. Saya suka!

Kelebihan lain dari buku ini adalah: ILUSTRASI. Yup.. hampir di setiap halaman ada gambar yang mengilustrasikan cerita yang disampaikan penulis. Sederhana tapi... ilustrasinya baguuus... asli bikin bukunya tambah cute ❤

Bagian yang paling menonjol dan bernilai plus-plus dari buku ini saya rasa memang pada gambar ilustrasinya. Karena... menurut saya, isinya sih sebetulnya biasa...
Cerita keseharian yang mungkin banyak dialami seseorang, terutama yang cewe-cewe.
Jadi, buku ini berpeluang besar bikin baper.. (tapi bukan saya ;p karena entah kenapa saya nggak dapet feel-nya meskipun saya sampe niatin baca bukunya pas lagi hujan. wkwk)

Mungkin juga, yang membuatnya agak sedikit berbeda dari buku harian biasa adalah karena ditulis dengan Bahasa Inggris... jadi berasa lebih keren aja gitu.. yaa, waalaupun bahasanya simpel.. gampang banget dipahami. 

Dan, isinya random.

Tentang kisah cinta. Tentang ayah. Tentang kucing. Tentang musik.

Mungkin, ada beberapa bagian yang menjadi sebuah alur cerita, tapi di bagian lain keluar dari alur cerita. Yaa... nggak masalah sih, namanya juga buku  diary. Kan suka-suka yang bikin :D

Ini cuplikan salah satu halaman yang saya suka:



Cute, isn't it?

Seperti yang bisa dilihat, kata-kata dalam buku itu tidak banyak. Mungkin tiap bab hanya berisi beberapa paragraf, atau bahkan kalimat.
Jadi, meskipun 198 halaman, buku ini ringan banget buat bacaan sambil menikmati rintik hujan, and a cup of coffee? Hmm.... 
Nggak akan terasa, hanya duduk sebentar buku ini habis dibaca..
Yah, kecuali kalau bacanya pake diresapi satu per satu kalimatnya. Hehe.

Dari beberapa bab dalam buku ini (mm.. berapa ya.. nggak ngitung), saya paling suka bagian berjudul "Lucky". Bagaimana penulis mendefinisikan "lucky" dalam berbagai bentuk yang sederhana.
Sesederhana "Lucky is to have you" - hal 60.
Yah, walaupun, to be having you is not as simple as that :D :D

Nah, bagi yang suka hal-hal cute, suka kucing, suka kaktus, suka kata-kata mellow penerbit baper :p I think that you'll like this cute book :)

Dan terakhir, untuk saya buku ini ★★★

Revered Back


Blurb

Jana dan Dimi adalah bayangan dan benda. Tidak pernah terpisah, juga tak pernah bisa bersama. Dimi tak pernah mau menganggap Jana ada. Selalu menolak hingga Jana menjadi gelap mata.

Jana lalu rela melakukan segalanya agar selalu terlihat di mata Dimi. Termasuk menyingkirkan Gwen -- perempuan yang disukai Dimi.

Ketika akhirnya Jana tahu Dimi tak akan pernah memilihnya, Cakra hadir.

Hidup yang sama kelam, luka yang sama dalam, membuat Cakra menjadi orang yang paling mengerti Jana.

Dan Cakra juga yang membuat Jana sadar ... sebenarnya, siapakah dia selama ini?

***

Judul buku: Revered Back
Penulis: Inggrid Sonya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 428
***

Review Novel Revered Back

Setelah kemarin sempat dibuat jatuh cinta oleh Inggrid Sonya dengan novelnya yang berjudul Wedding with Converse, saya pun semangat untuk membaca Revered Back. Sebelumnya saya sudah sempat tertarik dengan buku ini, tapi.. itu baru dilihat dari covernya yang cantik dan filosofis, seorang gadis di dalam sangkar.

Seperti novel WWC, novel Revered Back juga sempat publish di Wattpad yang akhirnya diterbitkan. Membaca komentar para pembaca novel di Wattpad, katanya ada penggantian nama tokoh dan sedikit alur. Kalau saya sih nggak tau.. hihi..

Novel RB diterbitkan lebih dulu oleh Elex Media Komputindo, tapi sebetulnya ini adalah novel kedua Inggrid Sonya.

Saya pikir karena ini novel kedua, ekspektasi saya terhadap novel ini tinggi. Secara novel WWC yang sebelumnya saya nilai sangat bagus.

Di awal, saya masih bisa menikmati alur cerita. Yaa.. timeline penulisan cerita masih nggak urut, sama seperti WWC. Dengan alur meloncat-loncat, kadang mundur. Saya tidak terganggu dengan penulisan alur. Membuat novel lebih menarik menurut saya.

Entah kenapa saya pikir, penulis suka membuat karakter cowok yang ugal-ugalan, dan selalu ada hubungannya dengan narkoba. Tapi cowok seperti ini, selalu shine like a star. Ganteng dan otak cerdas. Entah Raskal di novel WWC atau Cakra di novel RB ini. Dan keduanya pun punya cita-cita yang nggak jauh-jauh dari angkasa. Raskal ingin membuat pesawat, Cakra ingin jadi astronot.

Well, saya suka tokoh Cakra disini. Meskipun demikian, saya sangat berharap Inggrid mampu menghadirkan karakter tokoh yang berbeda untuk novel berikutnya. 

Rangkaian kata dan kalimat yang digunakan Inggrid dalam novel ini, sayangnya beda sekali dengan WWC. Saya rasa ini novel teenlit banget. Mungkin kalau dibaca teenagers sih masih bagus yaa.. Tapi untuk saya.. hmmm.. semakin membaca, semakin kehilangan selera membaca. 

Sorry to say, tapi memang seperti itu. Seperti kehilangan semangat membaca. Apalagi novel ini lumayan tebal sekitar 400an halaman. Banyak sekali bagian yang saya baca dengan skimming, dan juga skipping sih. Hehe.

Tapi mulai akhir-akhir novel, saya mulai membaca lagi. Baiklah, ending novel ini sungguh tak terduga :( makanya saya mulai nyimak lagi. Closingnya pun bagus :')
"... selama apa pun waktu memisahkan, takdir membuat mereka dibersamakan." - hal 405
Jadi, jangan khawatir rekan-rekan jombloers.. takdir akan membersamakanmu dengannya suatu saat dengan ia yang sudah ditakdirkan untukmu.. asseeek.. :p :D

Nah, kalau ditanya, bagian mana yang saya suka dari novel ini, cuma dua. Awal dan akhir. 

Karena itu, maafkan saya cuma bisa memberi ★★ :(

Wedding with Converse


Blurb

Raskal dan Joana, dua orang siswa SMA yang kini sedang dijerat putus asa akan kenyataan hidup.

Mereka bersahabat dari kecil, namun persahabatan itu harus putus karena terjadinya sebuah peristiwa; Joana hamil dan Raskal terjebak lingkup  narkoba.

Cita-cita, harapan, dan juga angan-angan musnah sudah untuk keduanya. Raskal, yang tidak lain tidak bukan adalah laki-laki yang bertanggung jawab atas kehamilan Joana, terpaksa harus menikahi gadis itu. Namun, sekali lagi ditegaskan, walau Raskal adalah sahabat kecilnya, kini Joana menganggap Raskal hanya sebagai laki-laki brengsek yang harus mempertanggungjawabkan semuanya.

Raskal pikir, pernikahan adalah ujian terberatnya. Tapi, saat waktu terus bergulir dan dia menyadari orang-orang yang dicintainya mulai pergi meninggalkannya, Raskal baru mengerti kalau dirinya memang tidak bisa tertolong lagi.

***


Judul buku: Wedding with Converse
Penulis: Inggrid Sonya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2017
ISBN: 978 - 602 - 04 - 0095 - 2
Jumlah halaman: 436

***

Review novel Wedding with Converse

Sebuah novel karya Inggrid Sonya, sekaligus novel dengan lini Le Mariage yang pertama kali saya baca. Dari judulnya saja kita sudah bisa menebak bahwa novel ini berisi tentang pernikahan.

Mengapa novel ini berjudul Wedding with Converse? Salah satu alasan yang saya baca dari akun instagram penulis yaitu karena novel ini bercerita tentang pernikahan di usia sekolah. Yaa.. usia-usia remaja pake converse sebagai andalan buat ke sekolah dan ke manapun.. :D :D Nah penulis ini ternyata juga converse lovers..

Terkait sampul buku yang berwarna hitam, Inggrid yang menyukai fotografi ini adalah seorang penyuka warna hitam. Ooo.. pantes aja sih, sampul novel keduanya "Revered Back" juga berwarna hitam.

Berasal dari akun penulis tersebut saya juga jadi tahu bahwa ternyata novel Wedding with Converse sebelumnya pernah diterbitkan. Namun, karena terjadi satu masalah dengan penerbit tersebut, novel WWC yang diterbitkan pada tahun 2015 itu ditarik lagi dari peredaran. Nah baru lah pada Maret 2017 ini diterbitkan lagi oleh penerbit yang berbeda: PT Elex Media Komputindo.

Well, kembali ke novel..

Pertama membuka novel ini, saya disuguhi rangkaian kalimat tentang bab yang akan diceritakan. Yang ternyata ada halaman seperti itu di setiap pergantian bab. Diksi yang digunakan, boleh juga lah.. Makanya baru membaca beberapa kalimat tersebut, saya ada feeling "Sepertinya saya bakalan suka novel ini".

Cukup nggak menyangka kalau ternyata novel ini bercerita tentang kehidupan SMA. Maklum, saya belum baca blurb di sampul belakang. Hehe. Maksud saya adalah, lini Le Mariage  kok ceritanya anak SMA sih.. seperti teenlit. Tapi wait, gaya penulisannya bukan gaya teenlit. Itulah mengapa saya tetap membaca novel ini. Ada sesuatu dengan cara penyampaian cerita yang membuat saya tertarik untuk terus membaca.

Novel ditulis dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Menceritakan kehidupan akhir tahun Raskal dan Joana di SMA di SMA dengan segala manis dan pahitnya. Mmm.. pahit untuk mereka berdua sebetulnya. Kepahitan akibat satu kesalahan fatal yang bisa merusak masa depan mereka. Dari yang semula sahabat baik sedari kecil berubah menjadi benci.

Cukup kompleks sebetulnya permasalahan dalam novel ini. Kalau saya bilang, blurb di atas terlalu sederhana untuk menggambarkan kompleksnya cerita. Mulai dari permasalahan keluarga, perselisihan dengan teman sekolah, ditambah permasalahan hidup tokoh itu sendiri. Namun, kisah persahabatan yang manis selalu mengiringi cerita dalam novel. Persahabatan Raskal dan teman-temannya, juga Joana dan teman-temannya. Model persahabatan yang patut untuk dicontoh ini. Sahabat yang saling mendukung, saling menguatkan, sahabat dalam suka maupun duka. Bukan cuma teman yang ada buat hengot, nge-mall, dan sejenisnya tapi nggak ada kalau sedang dibutuhkan untuk menyemangati...

Entahlah, saya selalu suka dengan kisah persahabatan sejak kecil yang berlanjut sampai pernikahan, kan jadi sahabat sejati beneran itu. Sooo sweeet.... hehe :D  Tapi bukan dengan cara yang pahit gini juga sih...

Permasalahan paling pelik dalam novel ini adalah permasalahan yang dialami Raskal. Saya pikir, sebagian besar novel ini lebih banyak bercerita dari sudut pandang Raskal. Jadi, peran Joana agak sedikit kurang kalau mengingat merekalah tokoh utama novel ini. Intinya, karakter Raskal lebih kuat daripada karakter Joana.

Saya salut dengan tokoh Raskal yang mau bertanggungjawab dan bertekad kuat untuk berubah demi bisa memperbaiki hubungan dan masa depannya. Begitu pula dengan Joana, akhirnya ia mau membuka hatinya kembali untuk Raskal setelah mengetahui bahwa Raskal mencoba berubah. Tentunya tidak mudah.. mengingat mereka masih usia SMA. Terutama Raskal, dengan latar belakang keluarga yang broken home, tinggal sendiri, tanpa ada orang tua yang mau memperhatikannya.

Selain suka tentang kisah persahabatan tokoh-tokoh, yang saya suka tentang novel ini adalah cara tokoh dalam menyikapi hidup mereka. Ini nih juga wajib dicontoh. Tokoh Raskal dan Joana telah mengalami hal yang bisa dikatakan pahit, salah satu kepahitan hidup yang tidak ingin dirasakan oleh semua remaja, terutama remaja perempuan. Namun, kegigihan mereka untuk terus melanjutkan mimpi adalah sebuah nilai plus. Ditambah, sebagai pasangan, yang meskipun awalnya terpaksa, namun akhirnya mereka bisa saling mendukung.
"Kita sama-sama tahu kalau perjalanan kita untuk sampai di sini nggak mudah. Banyak lika-liku, banyak masalah, dan banyak hal-hal yang bikin kita nyerah terus putus asa. Tapi, di sisi lain, sehancur-hancurnya kita, seenggaknya kita masih bisa saling menguatkan satu sama lain. Kalau gue jatoh, lo bangunin. Dan begitu pun sebaliknya." - hal 328

Novel setebal 400 halaman lebih ini diceritakan dengan alur maju mundur. Mungkin inilah rahasia yang membuat novel ini selalu menarik. Cerita-cerita masa lalu yang menambah kompleks permasalahan, sekaligus memberikan banyak informasi kepada pembaca tentang masa lalu tokoh, sekaligus menambah manis kisah persahabatan antara Raskal dan Joana.

Alur cerita dalam novel ini juga mengalir meskipun dikemas dengan maju mundur. Tidak lambat, tidak juga terlalu cepat. Semuanya bisa dinikmati. Awalnya begitu. Namun alur menjadi sangat cepat ketika tokoh Raskal lulus SMA. Ia harus kuliah dan meraih cita-citanya. Lalu... tarraaaa... wedding with converse! ketemulah jawabannya :D

Saya tuliskan bagian lagu yang paling saya suka: Reff-nya Lebih Indah dari Adera.

Dan kau hadir mengubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh 'tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku


Hiks, entah saya yang baperan atau mudah terharu, tapi novel yang panjang ini berhasil membuat saya menangis di beberapa bagian. Upps :x  Habisnya, meskipun pahit, racikan novel ini maniiiis! Saya suka! Apalagi ditambah dengan potongan lagu di beberapa bagian yang sweet. Bikin tambah bapeer XD


Daan... novel ini berhasil juga membuat saya KSBB alias Kelingan Sing Biyen-Biyen alias keinget yang dulu-dulu :D :D keinget jaman putih abu-abu.. Jadi kangen :')

Oya, di bagian akhir setelah kisah Raskal dan Joana berakhir, ternyata masih ada cerita. Yaitu tentang Gavin dan Shinta, teman Raskal dan Joana. Cerita tentang cinta terpendam mereka berdua semasa SMA. Mungkin sebagai bonus penjelasan sikap antara Gavin dan Shinta yang nggak pernah akur selama SMA :D

Saya suka novel ini, dan saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca teman-teman.
★★★★ dari saya :)

Sedikit kalimat yang saya cuplik dari pengantar epilog novel Wedding with Converse..


Kebahagiaan terbesar kedua setelah pertemuan kita
adalah aku yang bisa memilikimu sampai waktu
yang tidak bisa dihitung lamanya.
Sampai kita tiada dan bertemu di kehidupan selanjutnya.

See you in the next review ;)